Lestarikan Budaya, Masyarakat Adat Cisungsang Gelar Seren Taun

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 24 September 2025 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seren Taun Kasepuhan Cisungsang hari ini dimulai dengan Sarasehan Pengetahuan dan Teknologi Tradisional yang digelar di Ajeng Kasepuhan Cisungsang Sobang, Selasa (23/9/2025).

i

Seren Taun Kasepuhan Cisungsang hari ini dimulai dengan Sarasehan Pengetahuan dan Teknologi Tradisional yang digelar di Ajeng Kasepuhan Cisungsang Sobang, Selasa (23/9/2025).

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Kasepuhan Cisungsang – Rangkaian kegiatan Seren Taun Kasepuhan Cisungsang hari ini dimulai dengan Sarasehan Pengetahuan dan Teknologi Tradisional yang digelar di Ajeng Kasepuhan Cisungsang Sobang, Selasa (23/9/2025). Kegiatan yang diprakarsai oleh Kemitraan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Sucia Lisdamara Yulmanda Taufik dari Dewan Pemuda Adat Nusantara Region Jawa dan Juhendi, pendiri ArenLab.

Dalam sesi awal, Sucia memberikan pengantar mengenai apa yang dimaksud dengan pengetahuan dan teknologi tradisional. Ia menjelaskan secara garis besar jenis-jenis yang ada di Kasepuhan, sekaligus manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat.

Sementara itu, Juhendi membawa peserta lebih dekat pada kenyataan sehari-hari dengan menampilkan contoh nyata penerapan pengetahuan dan teknologi tradisional di Kasepuhan Cisungsang. Antusiasme peserta mulai terlihat ketika sesi tanya jawab dibuka. Para siswa SMA, guru, hingga sesepuh kasepuhan terlibat aktif mengajukan pertanyaan.

Suasana semakin hangat saat kegiatan berlanjut ke sesi diskusi kelompok. Para peserta dibagi menjadi enam kelompok kecil, dan di setiap kelompok hadir seorang sesepuh yang mendampingi sebagai narasumber. Melalui diskusi ini, para siswa didorong untuk menggali informasi langsung dari orang tua adat mengenai pengetahuan dan teknologi tradisional yang masih hidup di tengah masyarakat.

Diskusi berlangsung hidup dan penuh semangat. Para siswa tampak aktif bertanya, mendengarkan, sekaligus mencatat penjelasan dari para sesepuh. Setelah sesi ini berakhir, masing-masing kelompok mengirimkan perwakilannya untuk mempresentasikan hasil diskusi di hadapan peserta lain. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi refleksi yang memberikan kesan mendalam bagi semua pihak.

Dalam penutupannya, Sucia menyampaikan bahwa menjaga, merawat, dan melestarikan pengetahuan serta teknologi tradisional membuat kehidupan menjadi lebih baik tanpa harus merusak alam. Ia mengingatkan bahwa tradisi bukan hanya sekadar cerita dari masa lalu, melainkan kekayaan, ciri khas, dan identitas yang akan selalu relevan dari generasi ke generasi.

Selanjutnya, Juhendi menambahkan bahwa masyarakat adat sejatinya bukan sekadar pelaku tradisi, melainkan “perpustakaan hidup” yang menyimpan kekayaan pengetahuan. Menurutnya, praktik pengetahuan dan teknologi tradisional menjadi kunci untuk memahami hubungan harmonis antara manusia dengan alam, serta manusia dengan leluhurnya.

Sementara sarasehan berlangsung di Ajeng Kasepuhan, di lokasi lain suasana meriah juga tampak dari kegiatan Festival Objek Pemajuan Kebudayaan. Di panggung utama, berlangsung lomba mendongeng dalam bahasa Sunda yang diikuti para siswa SMP sederajat. Di sisi lain, tepat di depan Ajeng Kasepuhan, para peserta berlomba menuangkan kreativitas melalui cerita bergambar dengan tema kedaulatan pangan.

Seren Taun Cisungsang kali ini kembali memperlihatkan bagaimana tradisi mampu berdampingan dengan kreativitas generasi muda. Lebih dari sekadar perayaan adat, Seren Taun menjadi ruang belajar bersama yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan, sekaligus menegaskan bahwa pengetahuan dan teknologi tradisional tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat
Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres
Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026
Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan

Rabu, 30 September 2026 - 11:57 WIB

Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire

Berita Terbaru