Krisis Air Bersih di Warunggunung, PDAM Lebak Dinilai Lalai Layani Konsumen

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 30 Desember 2025 - 22:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

i

Ilustrasi

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Warga Desa Warunggunung, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mengeluhkan buruknya pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lebak.

Pasalnya, suplai air PDAM ke rumah warga telah tidak mengalir selama hampir tiga minggu, bahkan mendekati satu bulan, tanpa kejelasan dan pemberitahuan resmi dari pihak PDAM.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh sejumlah warga yang terdampak, khususnya pelanggan PDAM yang berada di RT 04 dan RT 05 RW 02 Desa Warunggunung. Hingga kini, krisis air bersih tersebut masih berlangsung dan sangat mengganggu aktivitas serta kebutuhan dasar masyarakat.

Sutek, salah satu warga Warunggunung sekaligus konsumen PDAM, mengaku sangat dirugikan atas kondisi tersebut. Ia menilai PDAM Lebak telah lalai menjalankan tanggung jawabnya sebagai penyedia layanan publik.

“Air PDAM jalur Warunggunung kalau dikucurkan tidak mau keluar. Kondisinya seperti musim kemarau panjang, hampir satu bulan air tidak mengalir. Parahnya, tidak ada kabar atau penjelasan apa pun dari pihak PDAM,” ungkap Sutek kepada wartawan melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa (30/12/2025).

Menurutnya, situasi ini sangat tidak adil bagi pelanggan. Sebab, meskipun air tidak mengalir, kewajiban pembayaran tagihan tetap dibebankan kepada konsumen setiap bulan.

“Setiap bulan kami tetap bayar PDAM, tapi airnya tidak mengalir. Ini kan tidak masuk akal. Mana tanggung jawab PDAM Kabupaten Lebak? Jangan mau dibayarnya saja, tapi pelayanannya nol,” tegasnya.

Sutek juga menyesalkan sikap PDAM yang dinilainya tidak memiliki empati terhadap kondisi masyarakat yang sedang kesulitan air bersih.

“Kalau memang ada kerusakan atau gangguan, seharusnya ada pemberitahuan ke konsumen. Jangan diam saja. Sudah hampir sebulan air tidak mengalir, tapi tidak ada kejelasan,” lanjutnya dengan nada kecewa.

Ia mengaku telah berupaya menyampaikan keluhan secara resmi kepada pihak PDAM. Salah satunya dengan menghubungi Fredi Ferdiansah, Kepala Bagian Perawatan PDAM Lebak, melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp.

Dalam balasan pesan tersebut, Fredi Ferdiansah menyatakan bahwa keluhan warga sudah dilaporkan ke Kepala Cabang. Namun, menurutnya, justru terjadi saling lempar tanggung jawab di internal PDAM.

“Sudah saya laporkan ke kepala cabang. Jawaban kepala cabang menyuruh lapor ke bagian perawatan, tapi sampai sekarang tidak ada tanggapan dari kepala bagian,” tulis Fredi Ferdiansah dalam pesan WhatsApp yang diterima warga.

Kondisi ini semakin memperkuat dugaan buruknya koordinasi dan lemahnya manajemen pelayanan di tubuh PDAM Lebak. Warga menilai PDAM gagal memberikan kepastian layanan, padahal air bersih merupakan kebutuhan vital masyarakat.

Sutek pun mendesak agar PDAM Lebak segera turun tangan dan memberikan solusi konkret.

“Saya minta PDAM segera cari solusi supaya air bisa mengalir normal. Konsumen sangat dirugikan. Masa sudah hampir 10 hari lebih air tidak mengalir, tapi tetap diminta bayar tagihan. Ini jelas tidak adil,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PDAM Kabupaten Lebak belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab gangguan, estimasi perbaikan, maupun kebijakan kompensasi bagi pelanggan terdampak.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat
Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres
Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026
Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan

Rabu, 30 September 2026 - 11:57 WIB

Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire

Berita Terbaru