Dituding Minta Fulus Rp20 Juta, FWS Siap Laporkan Yayasan Insan Karima

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 15 Januari 2026 - 04:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto (Red)

i

Foto (Red)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Forum Wartawan Solid (FWS) angkat bicara terkait dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terhadap empat wartawan media online yang tengah menjalankan tugas jurnalistik di Yayasan Insan Karima. Keempat wartawan tersebut dituding meminta uang sebesar Rp20 juta, disertai penyebaran foto dengan narasi yang dinilai menyesatkan.

Sekretaris Jenderal FWS, Juli, menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan mencederai profesi wartawan.

“Kami datang ke Yayasan Insan Karima murni untuk meminta hak jawab atas adanya aduan masyarakat. Tidak ada permintaan uang, apalagi pemerasan,” ujar Juli, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, peristiwa tersebut bermula dari laporan masyarakat terkait pemutusan sepihak kerja sama usaha katering oleh pihak yayasan, serta dugaan intervensi terhadap operasional jemputan sekolah yang disebut merupakan inisiatif wali murid.

Menindaklanjuti laporan itu, empat wartawan mendatangi Yayasan Insan Karima pada 7 Januari 2026 guna meminta klarifikasi dan hak jawab demi menjaga keberimbangan pemberitaan sesuai Kode Etik Jurnalistik.

“Kami bertemu dengan Kepala Sekolah TK dan meminta penjelasan secara baik-baik,” kata Juli.

Dalam pertemuan tersebut, pihak yayasan memotret para wartawan. Menurut Juli, tindakan itu dianggap wajar sebagai dokumentasi internal. Kepala sekolah pun memberikan penjelasan sekaligus menyampaikan keinginan agar persoalan diselesaikan melalui musyawarah.

Namun, setelah para wartawan meninggalkan lokasi, foto-foto tersebut justru disebarkan ke sejumlah pihak dengan narasi yang menyudutkan.

“Kami diframing sebagai LSM suruhan pengusaha katering dan dituduh meminta uang Rp20 juta. Itu fitnah,” tegasnya.

Atas kejadian tersebut, FWS menyatakan sikap tegas dengan menempuh jalur hukum.

“Kami telah berkoordinasi dengan Ketua Umum FWS dan melakukan konsolidasi. Kami akan membuat laporan resmi ke aparat penegak hukum atas dugaan fitnah dan perbuatan tidak menyenangkan,” ujar Juli.

Menurutnya, persoalan ini tidak hanya menyangkut individu, tetapi juga menyangkut marwah profesi dan organisasi pers.

“Ini bentuk pembunuhan karakter terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Kami tidak akan tinggal diam,” katanya.

Selain langkah hukum, FWS juga akan menempuh jalur kelembagaan.

“Kami akan menyurati dan melakukan audiensi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebak untuk meminta klarifikasi dan tindak lanjut,” ucap Juli.

Sementara itu, perwakilan Yayasan Insan Karima, Novan, menyampaikan permohonan maaf dan berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik. Ia mengaitkan polemik ini dengan konflik internal antara yayasan dan pengelola katering yang sebelumnya diberhentikan.

“Ada pengelola katering yang kami hentikan karena tidak menaati aturan. Kami memiliki tangkapan layar percakapan yang bersangkutan meminta uang Rp50 juta dengan alasan akan banyak menaikkan pemberitaan,” ungkap Novan.

Meski demikian, FWS menilai penjelasan tersebut tidak relevan dengan tuduhan terhadap wartawan.

“Apa pun persoalan yayasan dengan pihak lain, tidak bisa dijadikan alasan untuk memfitnah wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik,” tegas Juli.

FWS memastikan proses hukum akan tetap berjalan agar dugaan fitnah dan penyebaran informasi menyesatkan tersebut dapat diungkap secara terang serta tidak terulang kembali terhadap insan pers.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Semarak HUT ke-81 RI: Warga RT 20 RW 07 Tambakbaya Gelar Lomba Rakyat dan Kegiatan Sosial
Paskibraka Banten 2026 Dikukuhkan, Kapolda Hengki Dorong Semangat Kebangsaan
Semarak Kemerdekaan di Mekarjaya, PKB Dorong Olahraga, Pembangunan dan Program Kerakyatan
CDC Dorong Pemerintah Perkuat Edukasi dan Pembinaan Hadapi Persoalan Sosial
Sidang Perdana Kasus Gas Portable: 15 Advokat LBH Peradi Profesional Dampingi Buruh Pabrik di PN Jakarta Utara
Jalin Komunikasi dan Kekeluargaan, DKM Al-Barokah Kunjungi Keluarga Almarhum H. M Nalendra Martakusumah
FPK Lebak Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih, Ajak Masyarakat Refleksikan Makna Kemerdekaan
Krisis Air 5 Bulan Tanpa Hujan: Karang Taruna Banten Turun Tangan, Warga Kasemen Rela Andalkan Air Payau
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:50 WIB

Semarak HUT ke-81 RI: Warga RT 20 RW 07 Tambakbaya Gelar Lomba Rakyat dan Kegiatan Sosial

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Semarak Kemerdekaan di Mekarjaya, PKB Dorong Olahraga, Pembangunan dan Program Kerakyatan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:40 WIB

CDC Dorong Pemerintah Perkuat Edukasi dan Pembinaan Hadapi Persoalan Sosial

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Sidang Perdana Kasus Gas Portable: 15 Advokat LBH Peradi Profesional Dampingi Buruh Pabrik di PN Jakarta Utara

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Jalin Komunikasi dan Kekeluargaan, DKM Al-Barokah Kunjungi Keluarga Almarhum H. M Nalendra Martakusumah

Berita Terbaru

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso

Hukum dan Kriminal

IPW: Penanganan Perkara Notaris Lily Penuh Dugaan Pelanggaran Prosedur

Senin, 17 Agu 2026 - 13:10 WIB