BRIGADE Soroti Dugaan Pungli PTSL di Lebak, Desak Aparat Usut Tuntas

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Idham M. Haqim, Pimpinan Tertinggi BRIGADE.

i

Keterangan foto: Idham M. Haqim, Pimpinan Tertinggi BRIGADE.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Barisan Gerakan Demokrasi (BRIGADE) mengecam keras dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Kertarahayu, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, BRIGADE mengungkap adanya dugaan pungutan terhadap sekitar 535 pengajuan PTSL yang dilakukan oleh panitia PTSL desa bersama oknum perangkat desa. Pungutan tersebut diduga dipungut dengan berbagai dalih yang tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

Tak hanya itu, BRIGADE juga menyoroti aspek legalitas objek tanah yang diajukan dalam program tersebut. Sebagian besar lahan yang diusulkan PTSL diduga berada di atas Hak Guna Usaha (HGU) milik Perhutani, sehingga memunculkan pertanyaan serius terkait keabsahan proses pendaftaran dan potensi konflik agraria di kemudian hari.

“Praktik seperti ini jelas mencederai tujuan PTSL sebagai program strategis nasional yang seharusnya memberikan kepastian hukum atas tanah masyarakat, bukan justru menjadi beban baru bagi rakyat,” tegas Idham M. Haqim, Pimpinan Tertinggi BRIGADE, dalam pernyataan sikapnya, Kamis (22/1/2026).

Menurut Idham, dugaan pungli tersebut tidak hanya berpotensi merugikan masyarakat secara ekonomi, tetapi juga merupakan bentuk penyalahgunaan kewenangan yang tidak bisa ditoleransi. Ia menilai, jika dibiarkan, praktik semacam ini akan merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah dan program nasional.

Atas dasar itu, BRIGADE mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), Inspektorat, serta Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh. BRIGADE meminta agar dugaan pungli ini diusut secara transparan dan pihak-pihak yang terlibat ditindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu. Jangan sampai program negara dijadikan ladang pungli oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Idham.

Sementara itu, Arin, Sekretaris Jenderal BRIGADE, menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi peringatan serius bagi semua pihak. Menurutnya, program strategis nasional seperti PTSL membutuhkan pengawasan ketat dan partisipasi publik agar tidak melenceng dari tujuan awal.

“Di wilayah seperti Kabupaten Lebak yang memiliki sejarah tumpang tindih penguasaan lahan, pengawasan harus lebih ekstra. Jika tidak, PTSL justru bisa memicu konflik agraria baru,” kata Arin.

Ia menambahkan, transparansi, akuntabilitas, dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar program PTSL benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat kecil.

Sebagai penutup, BRIGADE menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memantau perkembangan kasus dugaan pungli PTSL di Desa Kertarahayu. Organisasi ini menyatakan tidak akan berhenti bersuara hingga keadilan agraria ditegakkan dan pelayanan publik di Kabupaten Lebak benar-benar bersih dari praktik koruptif.

“Ini bukan sekadar soal pungli, tetapi soal keadilan, hak masyarakat atas tanah, dan marwah pelayanan publik,” pungkas Arin.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi akan terus dilakukan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.

Catatan:

Redaksi menegaskan bahwa berita ini disampaikan berdasarkan keterangan dan informasi yang tersedia hingga saat ini. Media tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi seluruh pihak yang berkepentingan sesuai dengan ketentuan Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat
Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres
Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026
Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan

Rabu, 30 September 2026 - 11:57 WIB

Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire

Berita Terbaru