Pemkab Tangerang Pastikan Perbaikan Jalan Pakuhaji–Sepatan Dimulai 2026

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Kondisi Jalan Raya Pakuhaji–Sepatan yang mengalami kerusakan parah dengan lubang dan permukaan jalan tidak rata, mengganggu aktivitas dan keselamatan pengguna jalan.

i

Keterangan foto: Kondisi Jalan Raya Pakuhaji–Sepatan yang mengalami kerusakan parah dengan lubang dan permukaan jalan tidak rata, mengganggu aktivitas dan keselamatan pengguna jalan.

Ikuti kami di Google News

TANGERANG, Terasmedia.co – Pemerintah Kabupaten Tangerang memastikan perbaikan Jalan Raya Pakuhaji–Sepatan akan segera dilaksanakan pada 2026. Kepastian tersebut disampaikan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid saat memimpin rapat khusus perbaikan jalan yang digelar di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Rabu (4/1/2026).

Maesyal Rasyid mengatakan, pembangunan Jalan Pakuhaji–Sepatan telah dianggarkan dalam APBD Kabupaten Tangerang Tahun 2026 dan saat ini tengah memasuki tahapan proses lelang sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Jalan Pakuhaji–Sepatan sudah kita anggarkan di APBD 2026 dan sekarang sedang dalam proses lelang. Kami minta masyarakat bersabar karena seluruh tahapan harus dijalankan sesuai mekanisme,” ujar Maesyal Rasyid.

Ia menjelaskan, rapat khusus tersebut digelar sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak dan berdampak pada keselamatan pengguna jalan serta aktivitas ekonomi warga, khususnya di wilayah pesisir utara Kabupaten Tangerang.

Sambil menunggu proses lelang rampung dan dimulainya pekerjaan fisik, Maesyal Rasyid menginstruksikan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang untuk melakukan penanganan darurat pada titik-titik kerusakan berat. Perbaikan sementara dilakukan dengan penambalan menggunakan material macadam agar jalan tetap fungsional.

“Penanganan darurat harus segera dilakukan supaya jalan tetap bisa dilalui dan tidak membahayakan masyarakat,” katanya.

Dalam rapat tersebut, Bupati juga meminta partisipasi pengembang yang beroperasi di sekitar wilayah Pakuhaji–Sepatan untuk membantu perbaikan sementara melalui mekanisme tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Selain itu, ia mengimbau kendaraan bertonase berat, khususnya truk pengangkut tanah, untuk sementara waktu menghindari Jalan Raya Pakuhaji–Sepatan selama proses perbaikan berlangsung. Ia juga menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap aturan tonase kendaraan dan jam operasional truk tambang.

“Masyarakat tidak menolak investasi, tetapi meminta ketertiban. Kendaraan bertonase berat harus mematuhi aturan agar kerusakan jalan tidak terus berulang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, mengatakan Jalan Raya Pakuhaji atau Gardu Tanah Merah merupakan jalan kabupaten dengan panjang lebih dari 8 kilometer. Dari total panjang tersebut, tingkat kerusakan mencapai hampir 50 persen, dengan sekitar 2,8 kilometer masuk kategori rusak berat dan rusak.

“Pemkab Tangerang mengalokasikan anggaran sekitar Rp7,4 miliar dalam APBD 2026 untuk pembangunan jalan ini. Saat ini proses lelang masih berjalan dan ditargetkan kontrak pekerjaan dapat dimulai pada awal Maret 2026,” kata Iwan.

Ia menambahkan, selain anggaran utama, pemerintah daerah juga menyiapkan pendanaan tambahan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk perbaikan darurat sepanjang kurang lebih 2 kilometer, yang dilakukan secara bertahap sesuai aturan.

Menurut Iwan, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadan, ketika aktivitas warga cenderung meningkat.

“Pemerintah daerah berupaya agar sambil menunggu proses tender, jalan tetap aman dan layak digunakan masyarakat,” ujarnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat
Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres
Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026
Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan

Rabu, 30 September 2026 - 11:57 WIB

Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire

Berita Terbaru