Jalan Desa Sukajaya Hancur Diduga Dampak Galian C, Warga Sajira Mengeluh: “Kami Sudah Sangat Jengkel”

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 4 Maret 2026 - 00:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Kondisi jalan di Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, kian memprihatinkan. Ruas jalan yang menjadi akses utama warga kini berubah menjadi kubangan lumpur tebal dan licin, menyusul aktivitas angkutan material galian C yang diduga melintas setiap hari.

Berdasarkan pantauan di lokasi, badan jalan tanah tersebut tampak rusak parah. Jejak ban kendaraan berat membentuk alur dalam, menyisakan lumpur pekat yang menyulitkan pengendara roda dua maupun roda empat untuk melintas. Bahkan pada malam hari, situasi semakin berbahaya karena minim penerangan dan kondisi jalan yang tidak rata.

Sejumlah warga mengaku sudah lama menahan kesal. Namun mereka merasa tidak memiliki daya untuk menghentikan aktivitas yang diduga menjadi penyebab kerusakan tersebut.

“Emosi aing dak… jalan paja Sintalwangi jadi ripuh tinu kamari,” keluh seorang  warga dengan nada geram, Selasa (3/3/2026).

Warga lainnya juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, kondisi jalan semakin memburuk sejak intensitas kendaraan pengangkut material meningkat.

“Kami sudah sangat jengkel, Pak. Tapi mau bagaimana lagi? Tidak bisa apa-apa. Kalau hujan turun, jalan ini seperti sawah. Motor sering jatuh, mobil pun susah lewat,” ujarnya lirih.

Aktivitas galian C di wilayah tersebut disebut-sebut menjadi pemicu utama rusaknya jalan desa. Truk bermuatan tanah dan batu diduga melintas tanpa memperhatikan dampak terhadap infrastruktur yang bukan dirancang untuk beban berat secara terus-menerus.

Warga berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk segera turun tangan. Mereka menilai, jika dibiarkan berlarut, kerusakan akan semakin parah dan membahayakan keselamatan masyarakat.

“Jangan tunggu ada korban dulu baru bergerak,” tegas warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola galian C maupun pemerintah setempat terkait keluhan warga Desa Sukajaya tersebut.

Editor : Redaksi

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Semarak HUT ke-81 RI: Warga RT 20 RW 07 Tambakbaya Gelar Lomba Rakyat dan Kegiatan Sosial
Paskibraka Banten 2026 Dikukuhkan, Kapolda Hengki Dorong Semangat Kebangsaan
Semarak Kemerdekaan di Mekarjaya, PKB Dorong Olahraga, Pembangunan dan Program Kerakyatan
CDC Dorong Pemerintah Perkuat Edukasi dan Pembinaan Hadapi Persoalan Sosial
Sidang Perdana Kasus Gas Portable: 15 Advokat LBH Peradi Profesional Dampingi Buruh Pabrik di PN Jakarta Utara
Jalin Komunikasi dan Kekeluargaan, DKM Al-Barokah Kunjungi Keluarga Almarhum H. M Nalendra Martakusumah
FPK Lebak Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih, Ajak Masyarakat Refleksikan Makna Kemerdekaan
Krisis Air 5 Bulan Tanpa Hujan: Karang Taruna Banten Turun Tangan, Warga Kasemen Rela Andalkan Air Payau
Berita ini 94 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:50 WIB

Semarak HUT ke-81 RI: Warga RT 20 RW 07 Tambakbaya Gelar Lomba Rakyat dan Kegiatan Sosial

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Semarak Kemerdekaan di Mekarjaya, PKB Dorong Olahraga, Pembangunan dan Program Kerakyatan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:40 WIB

CDC Dorong Pemerintah Perkuat Edukasi dan Pembinaan Hadapi Persoalan Sosial

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Sidang Perdana Kasus Gas Portable: 15 Advokat LBH Peradi Profesional Dampingi Buruh Pabrik di PN Jakarta Utara

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Jalin Komunikasi dan Kekeluargaan, DKM Al-Barokah Kunjungi Keluarga Almarhum H. M Nalendra Martakusumah

Berita Terbaru

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso

Hukum dan Kriminal

IPW: Penanganan Perkara Notaris Lily Penuh Dugaan Pelanggaran Prosedur

Senin, 17 Agu 2026 - 13:10 WIB