Brutal! Tuding Pungli BPJS, Oknum Kades di Malingping Diduga Lakukan Kekerasan

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 8 Maret 2026 - 08:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Sikap yang diduga tidak mencerminkan seorang pemimpin desa kembali menjadi sorotan. Oknum Kepala Desa berinisial BI, yang menjabat di Desa Rahong, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, diduga melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap seorang pekerja kesehatan yang dituding melakukan pungutan liar (pungli) dalam proses pengaktifan BPJS Kesehatan.

Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Sabtu malam, 7 Maret 2026. Berdasarkan informasi yang dihimpun, oknum kepala desa itu mengambil tindakan sepihak terhadap pekerja kesehatan yang dituduh melakukan pungli terkait pengurusan atau pengaktifan layanan BPJS Kesehatan.

Alih-alih menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak berwenang untuk diproses sesuai hukum yang berlaku, tindakan oknum kepala desa tersebut dinilai sebagai bentuk main hakim sendiri. Ia diduga menampar pekerja yang disebut berasal dari Dinas Sosial, tindakan yang dinilai tidak semestinya dilakukan oleh seorang pejabat publik.

Tidak hanya itu, sikap yang dinilai kurang pantas juga diduga ditunjukkan kepada insan pers. Saat salah satu wartawan mencoba melakukan konfirmasi terkait peristiwa tersebut, oknum Kades BI merespons dengan nada tinggi melalui pesan langsung (DM) di media sosial TikTok pada Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Dalam pesannya, BI membantah tudingan bahwa dirinya bertindak arogan dan menyebut tindakan tegasnya sebagai bentuk pembelaan terhadap masyarakat kecil yang diduga menjadi korban pungli.

“Adapun kasar wajar karena warga saya yang diperas oleh oknum. Kalau ditampar kenapa? Untung tidak dihajar. Itu dikasih pelajaran efek jera supaya tidak memeras masyarakat kecil,” tulisnya dalam pesan kepada wartawan.

Ia juga menantang media untuk melakukan debat serta meminta agar video yang menyebut dirinya arogan dihapus.

Sikap tersebut dinilai mencederai prinsip keterbukaan informasi publik serta tidak menghargai kerja jurnalistik yang dilindungi oleh undang-undang.

Sebagaimana diketahui, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menegaskan bahwa pers memiliki fungsi kontrol sosial dan berhak mencari serta memperoleh informasi. Tindakan yang menghalangi atau tidak kooperatif terhadap kerja jurnalistik dapat dinilai sebagai bentuk tidak menghormati kebebasan pers.

Di sisi lain, apabila benar terjadi praktik pungutan liar dalam pengurusan layanan BPJS, seharusnya hal tersebut dilaporkan kepada aparat penegak hukum agar diproses sesuai ketentuan yang berlaku, bukan diselesaikan dengan tindakan sepihak.

Ketua BPPKB DPC Kabupaten Lebak, Belong, mengecam keras dugaan tindakan tersebut.

“Kami sangat menyayangkan dan mengecam keras tindakan main hakim sendiri serta pemukulan yang dilakukan. Kalaupun pihak yang dituduh benar melakukan kesalahan, ada alur penyelesaian hukum yang harus diikuti sesuai peraturan yang berlaku. Sebagai pejabat publik, seharusnya memberi contoh dengan menghormati hukum dan prosedur,” ujar Belong.

Masyarakat berharap aparat terkait, baik dari unsur pemerintah daerah maupun penegak hukum, dapat menelusuri kebenaran informasi ini agar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Rahong berinisial BI masih diharapkan memberikan klarifikasi secara terbuka agar persoalan ini menjadi terang dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah publik.

Penulis : Hkz

Editor : Redaksi

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan
Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan
Bulog Lebak-Pandeglang: Bantuan Pangan Juli dan September Tuntas 100 Presen, Dua Hari Lebih Cepat
Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres
Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026
Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:42 WIB

Tak Bernyali Berantas Judi Gelper, Kapolda Riau Diminta Evaluasi Jajaran Polres Pelalawan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Anak 16 Tahun di Lebak Diduga Jadi Korban Tindak Pidana Seksual, Polisi Turun Tangan

Rabu, 30 September 2026 - 11:57 WIB

Cekcok Berujung Saling Jambak dan Cakar, MS Dilaporkan ke Polsek Kalideres

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Konsisten Lakukan Inovasi dan Bangun Sinergi, Bank Banten Raih Radar Banten Award 2026

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire

Berita Terbaru