Terasmedia.co TEMINABUAN – Besarnya alokasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang mencapai triliunan rupiah dinilai belum mampu menghadirkan fasilitas pendidikan yang layak, terutama di wilayah pinggiran Kabupaten Sorong Selatan.
Berdasarkan pantauan awak media pada Sabtu 18 Juli 2026, bangunan Sekolah Dasar (SD) Bagaraga yang berada di ruas Jalan Teminabuan–Ayamaru, Distrik Wayer, Kabupaten Sorong Selatan. Kondisi sekolah tersebut dinilai jauh dari kata layak untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Padahal, Dana Otsus Papua diprioritaskan untuk mendukung sektor pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat asli Papua. Kondisi SD Bagaraga pun memunculkan pertanyaan mengenai pemerataan pembangunan sarana pendidikan di daerah.
Sesuai amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, tanpa didukung fasilitas pendidikan yang memadai, upaya mewujudkan generasi emas Papua dikhawatirkan sulit tercapai.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong Selatan, Isak Meres, yang dikonfirmasi terkait kondisi bangunan SD Bagaraga, belum memberikan tanggapan.
Hal serupa juga terjadi pada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya, yang belum memberikan respons saat dihubungi untuk dimintai keterangan.
Sebagai informasi, Dana Otsus Tahap I Tahun 2026 telah disalurkan ke seluruh pemerintah daerah di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya dengan total alokasi mencapai Rp695,93 miliar.
Khusus Kabupaten Sorong Selatan, alokasi Dana Otsus Tahap I Tahun 2026 sebesar Rp35,79 miliar. Sementara pada Tahun 2025, daerah tersebut menerima alokasi Dana Otsus sebesar Rp166,71 miliar.
Hingga berita ini di terbitkan, awak media masih berupaya untuk mengkonfirmasi pihak-pihak terkait.
Penulis : Jun
Editor : Redaksi












