Generasi Muda Diajak Menjadi Penggerak Perubahan Lewat Dialog Publik di Bantul

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Bantul – Yayasan Muda Inspirasi Indonesia menggelar dialog publik bertajuk “Benarkah Indonesia Gelap? Membaca Arah Demokrasi, Keadilan, dan Masa Depan Bangsa” di Temani Ngopi, Bantul, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bagi generasi muda untuk mengkaji kondisi demokrasi Indonesia, penegakan keadilan, serta tantangan dan harapan menuju masa depan bangsa.

Dialog berlangsung secara terbuka, interaktif, dan kondusif. Para peserta aktif menyampaikan pandangan, pertanyaan, serta gagasan konstruktif mengenai berbagai persoalan kebangsaan yang tengah dihadapi Indonesia. Diskusi turut menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan perspektif akademis dan reflektif terhadap dinamika demokrasi nasional.

Pembina Yayasan Muda Inspirasi Indonesia, Budianto, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, perubahan harus dimulai dari generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap arah perjalanan bangsa.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan semacam ini. Perubahan harus dimulai dari anak muda. Semoga ini menjadi langkah awal kita untuk terus peka dan ikhtiar terhadap arah masa depan bangsa ke depannya,” ujar Budianto.

Sementara itu, Founder Yayasan Muda Inspirasi Indonesia, Yudi Sipriadi, menilai bahwa meski Indonesia sedang menghadapi berbagai tantangan, optimisme harus tetap dipelihara melalui kesadaran dan keterlibatan aktif anak muda.

“Walaupun secara sadar hari ini keadaan bangsa kita sedang tidak baik-baik saja. Namun, saya meyakini dengan masih banyaknya anak muda yang sadar untuk terus bergerak dan berdiskusi terkait arah masa depan bangsa ke depan, maka harapan Indonesia Emas saya yakini dengan optimis akan menghampiri kita nantinya,” kata Yudi.

Dalam pemaparannya, narasumber dari Yayasan Lembaga Kajian Islam dan Sosial (YLKIS), Luthfi Aziz, menjelaskan bahwa demokrasi Indonesia secara prosedural telah berkembang cukup baik, meski masih menyisakan sejumlah persoalan yang perlu dibenahi.

“Ketika kita berbicara tentang tema yang kita diskusikan, secara bingkai demokrasi prosedural Indonesia sudah cukup baik. Namun tidak dipungkiri masih banyak yang harus diperbaiki. Maka, mulai dari gagasan-gagasan dan kesadaran anak muda, saya yakin arah demokrasi Indonesia akan lebih baik lagi ke depannya,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Koordinator Umum Forum BEM DIY, Faturahman A. Djaguna. Ia mengajak generasi muda untuk tetap optimistis dalam memandang masa depan Indonesia meskipun berbagai tantangan demokrasi dan keadilan masih dihadapi.

“Mungkin jika kita melihat dinamika yang terjadi di tengah-tengah masyarakat saat ini, kita akan pesimis dengan keadaan demokrasi yang semakin mundur, keadilan yang belum merata, dan arah masa depan bangsa yang belum jelas. Namun dengan kita berkumpul hari ini dan masih sadar sebagai anak muda, kita adalah tombak utama peradaban. Maka saya yakin, prediksi Indonesia bubar itu tidak akan pernah terjadi,” tegasnya.

Melalui forum ini, Yayasan Muda Inspirasi Indonesia berharap dialog publik tidak berhenti sebagai ruang bertukar gagasan semata, tetapi mampu melahirkan kesadaran kolektif, kolaborasi, dan gerakan nyata yang berkontribusi terhadap penguatan demokrasi, tegaknya keadilan, serta terwujudnya masa depan Indonesia yang lebih baik.

Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama bahwa dialog tersebut bukan menjadi diskusi terakhir, melainkan langkah awal untuk terus menghadirkan ruang-ruang intelektual dan gerakan perubahan yang digerakkan oleh anak muda demi masa depan bangsa.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Publik Menunggu Kepastian, Inspektorat Pandeglang Didesak Tuntaskan Dugaan Pelanggaran Etik ASN
Program BANGKIT Resmi Diluncurkan, Seribu Anak Papua Tengah Bakal Terima Bantuan Rp350 Ribu per Bulan
HUT Ke-4 Papua Tengah Meriah, Meki Nawipa Siapkan Hadiah Yospan Rp130 Juta dan Program Gizi Anak
LMND Soroti Dugaan Kejanggalan KIB Tanah DLH Manado, Warga Loreng Tempuh Jalur Politik dan Hukum
Sejumlah Rumah Warga di Jalan Misool Kota Sorong Ludes Dilalap Si Jago Merah
Kepala BPVP Sorong Ungkap Jumlah Peserta Pelatihan Menurun Akibat Efisiensi Anggaran
Ketua DPRD Kota Serang Apresiasi Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Prediksinya Terbukti
Meriah! Polda Banten Satukan Masyarakat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 23:03 WIB

Publik Menunggu Kepastian, Inspektorat Pandeglang Didesak Tuntaskan Dugaan Pelanggaran Etik ASN

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:03 WIB

Program BANGKIT Resmi Diluncurkan, Seribu Anak Papua Tengah Bakal Terima Bantuan Rp350 Ribu per Bulan

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:51 WIB

HUT Ke-4 Papua Tengah Meriah, Meki Nawipa Siapkan Hadiah Yospan Rp130 Juta dan Program Gizi Anak

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:15 WIB

LMND Soroti Dugaan Kejanggalan KIB Tanah DLH Manado, Warga Loreng Tempuh Jalur Politik dan Hukum

Senin, 20 Juli 2026 - 21:26 WIB

Sejumlah Rumah Warga di Jalan Misool Kota Sorong Ludes Dilalap Si Jago Merah

Berita Terbaru

Megapolitan

Usai Evakuasi 8 Pendaki Wanita, KOPAJA Soroti Persiapan Pendakian

Selasa, 21 Jul 2026 - 21:54 WIB