Terasmedia.co Sorong — Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat Daya Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru menyatakan bahwa pihaknya masih terus mendalami insiden yang terjadi di Kampung Ainot, Distrik Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
“Saat ini tim gabungan dari Polda Papua Barat Daya bersama Polres Maybrat telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP),” kata Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru di Sorong, Sabtu (22/8).
Lebih lanjut, Kapolda mengatakan olah TKP dilakukan untuk mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi, sekaligus memastikan tidak ada potensi gangguan keamanan lanjutan di Kampung Ainot, Distrik Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat.
Orang nomor satu di Polda Papua Barat Daya itu menegaskan bahwa dirinya belum dapat menyampaikan hasil penyelidikan karena seluruh proses harus berdasarkan fakta dan data yang diperoleh tim di lapangan.
Menjawab pertanyaan wartawan mengenai kondisi para korban, Kapolda juga belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.
“Proses visum masih berjalan, dan Polda Papua Barat Daya belum bisa menyimpulkan apa pun sebelum hasil resmi keluar,” ujarnya kepada awak media.
Kapolda Audie memastikan bahwa pascainsiden yang menyebabkan tiga warga sipil mengalami luka, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Maybrat saat ini dalam kondisi kondusif.
Perwira bintang satu itu berharap proses olah TKP di Kampung Ainot, Distrik Aifat Timur Tengah, dapat segera diselesaikan sehingga pengungkapan kasus tersebut bisa dilakukan secepatnya.
Tiga Warga Sipil Menjadi Korban
Diberitakan sebelumnya, dugaan penembakan terjadi di Kampung Ainot, Distrik Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada 13 dan 14 Agustus 2026.
Akibat insiden kekerasan dan dugaan penembakan tersebut, tiga warga sipil menjadi korban. Para korban kemudian dievakuasi ke RSUD Sele Be Solu, Kota Sorong, untuk mendapatkan perawatan medis.
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya memastikan tiga warga sipil yang menjadi korban dugaan penembakan tersebut mendapatkan perawatan medis hingga tuntas. (Jun)











