Polda Papua Barat Daya Masih Dalami Insiden di Kampung Ainot, Kabupaten Maybrat

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Sorong — Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat Daya Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru menyatakan bahwa pihaknya masih terus mendalami insiden yang terjadi di Kampung Ainot, Distrik Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.

“Saat ini tim gabungan dari Polda Papua Barat Daya bersama Polres Maybrat telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP),” kata Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru di Sorong, Sabtu (22/8).

Lebih lanjut, Kapolda mengatakan olah TKP dilakukan untuk mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi, sekaligus memastikan tidak ada potensi gangguan keamanan lanjutan di Kampung Ainot, Distrik Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat.

Orang nomor satu di Polda Papua Barat Daya itu menegaskan bahwa dirinya belum dapat menyampaikan hasil penyelidikan karena seluruh proses harus berdasarkan fakta dan data yang diperoleh tim di lapangan.

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai kondisi para korban, Kapolda juga belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.

“Proses visum masih berjalan, dan Polda Papua Barat Daya belum bisa menyimpulkan apa pun sebelum hasil resmi keluar,” ujarnya kepada awak media.

Kapolda Audie memastikan bahwa pascainsiden yang menyebabkan tiga warga sipil mengalami luka, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Maybrat saat ini dalam kondisi kondusif.

Perwira bintang satu itu berharap proses olah TKP di Kampung Ainot, Distrik Aifat Timur Tengah, dapat segera diselesaikan sehingga pengungkapan kasus tersebut bisa dilakukan secepatnya.

Tiga Warga Sipil Menjadi Korban

Diberitakan sebelumnya, dugaan penembakan terjadi di Kampung Ainot, Distrik Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada 13 dan 14 Agustus 2026.

Akibat insiden kekerasan dan dugaan penembakan tersebut, tiga warga sipil menjadi korban. Para korban kemudian dievakuasi ke RSUD Sele Be Solu, Kota Sorong, untuk mendapatkan perawatan medis.

Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya memastikan tiga warga sipil yang menjadi korban dugaan penembakan tersebut mendapatkan perawatan medis hingga tuntas. (Jun)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jaga Kepastian Hukum, Kajari KSB Undang Wartawan dan LSM Bertukar Pandang Soal Kondisi Daerah
BCA Digugat Nasabah ke PN Cibinong, Lelang Aset Rp1,75 Miliar Jadi Persoalan
Gerak Cepat, Pelaku Begal dan Jambret di 20 Lokasi Ditangkap Polsek Sorong Barat
Barang Temuan di Selat Sunda Diperiksa, Polda Banten Pastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1
Pemasangan Tiang Telepon di Ciinjuk Dipertanyakan Warga, Program Pemerintah Minim Sosialisasi
Panen Raya Singkong Sangiangjaya, Gubernur Andra Soni dan Arif Rahman: Petani Pilar Ketahanan Pangan Banten
Puluhan Warga Mengaku Kecewa, Janji Pembayaran Dana Investasi Toko Emas Milik Oknum Anggota DPRD Banten Tak Terealisasi
Pembangunan Jalan Rabat Beton Pajagan–Koranji Baru Seumur Jagung, Kini Memprihatinkan
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 01:24 WIB

Jaga Kepastian Hukum, Kajari KSB Undang Wartawan dan LSM Bertukar Pandang Soal Kondisi Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 10:12 WIB

BCA Digugat Nasabah ke PN Cibinong, Lelang Aset Rp1,75 Miliar Jadi Persoalan

Senin, 14 September 2026 - 18:58 WIB

Gerak Cepat, Pelaku Begal dan Jambret di 20 Lokasi Ditangkap Polsek Sorong Barat

Minggu, 13 September 2026 - 10:53 WIB

Barang Temuan di Selat Sunda Diperiksa, Polda Banten Pastikan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

Jumat, 11 September 2026 - 19:47 WIB

Pemasangan Tiang Telepon di Ciinjuk Dipertanyakan Warga, Program Pemerintah Minim Sosialisasi

Berita Terbaru