Kemerdekaan di Tengah Duka, Hajar Wisnu Hardiansyah: Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hajar Wisnu Hardiansyah, putra daerah Kalimantan, mahasiswa Universitas Primagraha Serang Banten, sekaligus Direktur Bidang Politik di Creative Democracy Center (CDC).

i

Hajar Wisnu Hardiansyah, putra daerah Kalimantan, mahasiswa Universitas Primagraha Serang Banten, sekaligus Direktur Bidang Politik di Creative Democracy Center (CDC).

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta — Momentum 17 Agustus seharusnya menjadi hari di mana seluruh rakyat Indonesia bersatu merasakan kebanggaan atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu. Namun, peringatan Hari Ulang Tahun ke‑81 Republik Indonesia tahun 2026 hadir dalam suasana yang berbeda dan penuh keprihatinan.

Di tengah semarak perayaan kemerdekaan, sebagian masyarakat justru sedang berjuang menghadapi bencana, kehilangan, serta ketidakpastian. Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 dan kebakaran hutan serta lahan yang meluas di wilayah‑wilayah Kalimantan menjadi pengingat bahwa masih ada saudara‑saudara kita yang membutuhkan perhatian, pertolongan, serta kehadiran negara secara nyata.

Kondisi ini menjadi catatan penting untuk kembali merenungkan makna kemerdekaan menurut pandangan Hajar Wisnu Hardiansyah, putra daerah Kalimantan, mahasiswa Universitas Primagraha Serang Banten, sekaligus Direktur Bidang Politik di Creative Democracy Center (CDC).

“Saya sebagai putra daerah Kalimantan tentu sangat prihatin melihat kondisi saudara‑saudara kita yang terdampak kebakaran hutan dan lahan. Di sisi lain, saudara kita di NTT juga sedang menghadapi bencana gempa. Dalam situasi seperti ini, pemerintah harus menunjukkan empati yang lebih besar dan memastikan negara benar‑benar hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut Hajar, tidak ada yang keliru dengan merayakan kemerdekaan. Upacara, pengibaran bendera, perlombaan rakyat, dan berbagai kegiatan perayaan adalah wujud wajar rasa syukur kita semua. Namun kemerdekaan tidak boleh berhenti sekadar menjadi seremoni. Kemerdekaan juga harus terwujud lewat keberpihakan negara kepada rakyatnya terutama mereka yang saat ini berada dalam kesulitan.

“Kemerdekaan bukan hanya tentang mengibarkan bendera merah putih dan melaksanakan upacara. Kemerdekaan juga tentang bagaimana rakyat mendapatkan perlindungan, rasa aman dan kehidupan yang layak. Ketika ada saudara kita yang sedang berduka karena bencana, negara harus memastikan mereka tidak merasa sendirian.” ucapnya.

Kemerdekaan Sebagai Momen Memperkuat Solidaritas Nasional

Lebih lanjut, Hajar menekankan bahwa peringatan kemerdekaan seharusnya tidak hanya mengenang masa lalu, melainkan juga menjadi momen mempererat persaudaraan dan kepedulian sesama anak bangsa. Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus menjamin penanganan bencana dilakukan secara cepat, tepat sasaran, serta berkelanjutan. Masyarakat terdampak tidak hanya butuh pertolongan sesaat mereka juga butuh didampingi sampai pemulihan benar‑benar tuntas dan kehidupan kembali normal.

Sebagai putra asal Kalimantan yang kini menempuh pendidikan di Serang, Banten, Hajar mengaku senantiasa menjaga ikatan batin yang kuat terhadap tanah kelahirannya.

“Kalimantan bukan hanya sebuah wilayah di peta Indonesia. Di sana ada keluarga, masyarakat dan lingkungan yang harus kita jaga. Ketika hutan terbakar dan masyarakat terdampak asap serta bencana ekologis, tentu menjadi keprihatinan bagi kami yang berasal dari sana.” jelasnya.

Jangan Sampai Kemerdekaan Hanya Menjadi Seremoni Belaka

Hajar menegaskan pandangan ini bukan berarti menolak atau tidak menghargai perayaan kemerdekaan. Justru sebaliknya hal ini disampaikan agar kita semua kembali sadar bahwa makna kemerdekaan jauh lebih luas dan mendalam daripada sekadar kemeriahan sesaat.

“Kita tidak menolak kemerdekaan dirayakan. Tetapi mari kita bertanya bersama, kemerdekaan seperti apa yang sedang kita rayakan jika masih ada saudara kita yang sedang berjuang menghadapi bencana? Jangan sampai kemeriahan di pusat pemerintahan justru terasa makin jauh bagi masyarakat yang sedang berduka,” tuturnya.

Baginya, negara wajib hadir bukan saja saat keadaan aman dan baik‑baik saja melainkan justru hadir tepat di saat rakyat berada dalam masa paling sulit dan paling membutuhkan dukungan.

“Merah Putih tidak hanya harus berkibar di tiang‑tiang upacara. Merah Putih juga harus hadir berupa kepedulian, perlindungan, bantuan, keadilan, serta keberpihakan kepada rakyat.” bebernya.

Pada akhirnya, kemegahan dan kelengkapan perayaan tidak bisa menjadi satu‑satunya ukur kemerdekaan yang sejati. Kemerdekaan harus benar‑benar bisa dirasakan merata oleh seluruh rakyat Indonesia tak terkecuali saudara‑saudara kita yang kini sedang berjuang pulih dari bencana.

“Karena itu, di tengah perayaan HUT ke‑81 Republik Indonesia, sudah semestinya kita tidak hanya bertanya bagaimana kemerdekaan dirayakan, tetapi juga sejauh mana kemerdekaan benar‑benar dirasakan oleh rakyat. Kemerdekaan bukan sekadar perayaan. Kemerdekaan adalah ketika negara hadir dan rakyat merasa dilindungi,” tutupnya Hajar Wisnu Hardiansya

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Moment HUT Kemerdekaan RI ke 81, Para Pendaki Harus Berjuang Memerdekakan Gunung Dari Sampah
Jantung Bisnis Adalah Manusia: Mengapa Manajemen SDM Modern Membutuhkan Sentuhan Norma Agama
Ketika Perlindungan Hukum Berubah Menjadi Alasan Menghilangkan Hak Buruh
Mengapa Menteri Ketenagakerjaan Membatasi Penetapan Ulang Upah Minimum?
Saat Sengkuni Menjadi Tangan Asing, Menjadi Mata di Atas Mata
Sandiwara di Panggung, Damai di Meja Makan
Krisis Keteladanan: Bahasa Pemimpin “Ndasmu”, “Emang Gue Pikirin”, dan Konsekuensinya di Ruang Kelas
BUMN Ramah Wanita, Prioritaskan Pelayanan Bukan Keuntungan, Sediakan Passenger Gate Agar Penumpang Tak Terjatuh
Berita ini 6 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:45 WIB

 Kemerdekaan di Tengah Duka, Hajar Wisnu Hardiansyah: Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni

Selasa, 18 Agustus 2026 - 22:23 WIB

Moment HUT Kemerdekaan RI ke 81, Para Pendaki Harus Berjuang Memerdekakan Gunung Dari Sampah

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:42 WIB

Jantung Bisnis Adalah Manusia: Mengapa Manajemen SDM Modern Membutuhkan Sentuhan Norma Agama

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:03 WIB

Ketika Perlindungan Hukum Berubah Menjadi Alasan Menghilangkan Hak Buruh

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:28 WIB

Mengapa Menteri Ketenagakerjaan Membatasi Penetapan Ulang Upah Minimum?

Berita Terbaru

 Rencana pelaksanaan survei di wilayah Sungai Musairo, Kampung Nifasi, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire,

Daerah

Tanah Bertuan Tanah Adat Desa Nifasi Bukan Milik Negara

Minggu, 23 Agu 2026 - 18:13 WIB