Sampah Berserakan Jadi Ikon Kota Palembang, DLH Sebut Kurang Armada

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 5 Februari 2023 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Palembang – Tingginya volume sampah di Kota Palembang tampaknya masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, pasalnya masih banyak terlihat tumpukan – tumpukan sampah yang berserakan di bahu Jalan Raya. Salahsatunya di area kawasan Jembatan Musi 6 yang merupakan salahsatu ikon Kota Palembang.

Pantauan awak media terlihat tumpukan-tumpukan sampah itu berasal dari sampah rumah tangga, hingga sampah yang di sebabkan dari para pedagang di area tersebut. Minggu (5/2/2023)

Windri Sub Koordinator (Subkor) bagian pengurangan sampah pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palembang saat dikonfirmasi terkait masalah ini mengatakan bahwa, area tersebut merupakan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar.

“Itu biasanya TPS liar karna selama ini area itu tidak ada TPS, untuk itu kami atasnama Pemerintah berterimakasih atas informasinya, dan mungkin nanti akan dikoordinasikan ke camat, lurah setempat untuk mengatasi masalah ini”. Ujarnya saat ditemui di kantornya

Tak hanya di area Jembatan Musi 6. tumpukan sampah juga terlihat di TPS resmi yang tidak ada tempat penampungan sampah yang terletak di Jalan Beringin, Kecamatan Sukarami tidak jauh dari Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan kota Palembang, hal ini menjadi ironis mengingat sampah-sampah itu berserakan hingga ke badan jalan.

Sampah Berserakan Jadi Ikon Kota Palembang, DLH Sebut Kurang Armada I Teras Media
TPS jalan beringin

Menanggapi hal itu, Windri berdalih menurutnya hal itu terjadi karena faktor dari masyarakat yang terbiasa membuang sampah tidak pada tempatnya.

“Iya (yang di jalan beringin) itu memang TPS tapi, kadang mereka (Masyarakat) ini sambil lewat pake motor langsung main lempar – lempar, untuk bak sampah disitu memang sudah hancur.” Terangnya

Windri juga mengatakan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palembang kekurangan prasarana dan transportasi, untuk menanggulangi sampah sebanyak 1.180 ton perhari, untuk itu ia berharap agar Masyarakat harus sadar karena, permasalahan sampah merupakan tanggung jawab bersama.

“Untuk saat ini masih kurang (armada dan prasarana dalam menanggulangi sampah) dumptruk sekarang kan ada 121 dan amrol (kontainer sampah) ada 30. Untuk itu harapan kami agar masyarakat dapat tertib membuang sampah pada tempatnya, karena sampah ini bukan tanggungjawab pemerintah saja, melainkan tanggungjawab penghasil sampah itu sendiri”. Tutupnya

Fitrian/Angga

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire
Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi
Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik
Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat
Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai
Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran
Plt Kadis PUPR Lebak Terjun Langsung Pantau Pembangunan Penataan  Fasilitas Alun-Alun Rangkasbitung Tahap 2 Tahun 2026
Polisi Noken Salah Satu Bahan Diskusi Coffee Morning Bersama Kapolda Papua Barat Daya
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 15:21 WIB

Anggota DPR Papua Tengah Pertanyakan Transparansi Penertiban Kawasan Hutan di Nabire

Minggu, 27 September 2026 - 14:51 WIB

Ketua DPRD Kota Serang Turun Tangan Bantu Warga Kasemen yang Butuh Rehabilitasi

Sabtu, 26 September 2026 - 22:35 WIB

Wamena, Papua Muda Progresif Dorong Dialog dan Perlindungan Warga di Tengah Konflik

Sabtu, 26 September 2026 - 08:13 WIB

Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat

Kamis, 24 September 2026 - 18:49 WIB

Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai

Berita Terbaru