PIPAS Lampung Pasarkan Produk Hasil Warga Binaan

Avatar photo

- Penulis

Senin, 14 Oktober 2024 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PIPAS Lampung, Senin (14/10/2024)

i

PIPAS Lampung, Senin (14/10/2024)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lampung – Paguyuban Ibu-ibu Pemasyarakatan (Pipas) Daerah Lampung membantu memasarkan produk hasil karya warga binaan Lapas Kelas IIA Bandar Lampung berupa kreasi dari kain tapis. Kain tapis adalah kerajinan tradisional Lampung yang berbentuk sarung dengan sulaman dari benang katun dan benang emas.

Ketua Pipas Lampung, Noer Adhe Kusnali, menjelaskan bahwa awalnya warga binaan membuat kain tapis menjadi selendang, tas, hingga wadah tisu.

“Muncul ide untuk membuat sepatu dari kain tapis. Kebetulan saya berasal dari Bandung, jadi saya mengajak UMKM lokal Bandung untuk bekerja sama,” Kata Adhe lewat rillis yang diterima redaksi, Senin (14/10/2024)

Adhe menyebutkan UMKM Bandung ini sering menggabungkan sepatu dengan kain-kain khas daerah, sehingga nilai ekonomi kain tapis meningkat. Menurutnya, warga binaan memiliki semangat untuk mandiri agar setelah keluar dari lapas, mereka memiliki keterampilan kerja yang bisa digunakan.

Saat ini, kata Adhe ada 10 varian sepatu Tapis dengan harga berkisar Rp400.000 hingga Rp1.500.000. Pemasaran masih terbatas karena produksi belum besar-besaran.

“Sepatu ini dipasarkan melalui mulut ke mulut, grup WhatsApp, dan media sosial internal Pipas (@pipas.lampung) serta Kanwil Kemenkumham Lampung,” kata Adhe.

Adhe menambahkan, meski belum dipasarkan secara luas, jumlah pesanan yang masuk cukup banyak saat sistem pre-order dibuka. Sejak Juni 2024, sudah ada tiga gelombang pemesanan, dengan rata-rata 30-40 pesanan per gelombang. Adhe mengakui bahwa pesanan sering terlambat dipenuhi karena keterbatasan sumber daya manusia dan alat.

“Sekali membuka pemesanan, warga binaan memproduksi 7-10 meter kain tapis sebagai bahan dasar sepatu. Satu meter kain bisa selesai dalam waktu kurang dari sepekan.Kami kekurangan tenaga dan alat untuk membuat kain,” tutupnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Pajak Marketplace Mulai November, Komisi XI Tagih Kepastian Aturan dari Kemenkeu
Puluhan Warga Mengaku Kecewa, Janji Pembayaran Dana Investasi Toko Emas Milik Oknum Anggota DPRD Banten Tak Terealisasi
Beras di Meja Makan Rakyat: BULOG Lebak-Pandeglang Hadirkan Harga yang Tak Membebani ​
Gubernur BI Mundur, Komisi XI Minta Pengganti Definitif Jaga Independensi Bank Sentral
Rupiah dan IHSG Melorot, Pemerintah Mesti Kembalikan Kepercayaan Pasa
Libur Panjang: Penumpang Whoosh Ramai, Manfaatkan KA Feeder Gratis
Peti Kemas Terkunci, Napas Industri Domestik Tercekik
SMAN 1 PANDEGLANG IKUT SERTA DALAM KEGIATAN AOPGI(Asosiasi Olahraga Pendakian Gunung Indonesia)
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 07:43 WIB

Pajak Marketplace Mulai November, Komisi XI Tagih Kepastian Aturan dari Kemenkeu

Selasa, 8 September 2026 - 04:05 WIB

Puluhan Warga Mengaku Kecewa, Janji Pembayaran Dana Investasi Toko Emas Milik Oknum Anggota DPRD Banten Tak Terealisasi

Sabtu, 5 September 2026 - 19:48 WIB

Beras di Meja Makan Rakyat: BULOG Lebak-Pandeglang Hadirkan Harga yang Tak Membebani ​

Senin, 27 Juli 2026 - 18:01 WIB

Gubernur BI Mundur, Komisi XI Minta Pengganti Definitif Jaga Independensi Bank Sentral

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:40 WIB

Rupiah dan IHSG Melorot, Pemerintah Mesti Kembalikan Kepercayaan Pasa

Berita Terbaru

Gerakan Aksi Anti Korupsi Nasional (GAANAS) melontarkan kritik terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA),

Hukum dan Kriminal

GAANAS Soroti Pokir DPRA Rp1 Triliun, KPK Didesak Telusuri Rantai Anggaran

Selasa, 29 Sep 2026 - 23:33 WIB