Terasmedia.co Jakarta, April 2026 – Menyikapi laporan terbaru dari World Economic Forum terkait Chief Economists Outlook Maret 2026, Ketua Umum HIPPI Jakarta Selatan, Azka Aufary Ramli, menilai bahwa ekonomi global saat ini berada dalam fase “fragile stability” – stabil secara permukaan namun rentan terhadap guncangan besar.
Menurut Azka, dinamika geopolitik, tekanan inflasi, serta ketidakpastian arah kebijakan moneter global menjadi faktor utama yang membentuk lanskap ekonomi dunia saat ini.
“Kita tidak sedang berada dalam krisis global, namun dunia saat ini berada di zona rawan. Satu shock besar—baik dari konflik geopolitik, energi, maupun sistem keuangan—dapat dengan cepat mengubah arah ekonomi global,” ujar Azka.
⸻
Geopolitik Jadi Faktor Penentu Ekonomi Global
Azka menekankan bahwa dalam situasi saat ini, faktor geopolitik tidak lagi menjadi variabel eksternal, melainkan telah menjadi core driver ekonomi global.
Konflik kawasan, ketegangan energi, serta fragmentasi perdagangan internasional dinilai telah:
• Mendorong volatilitas harga energi
• Mengganggu rantai pasok global
• Menahan laju penurunan inflasi
“Dunia usaha harus memahami bahwa geopolitik hari ini adalah bagian dari risk management bisnis. Ini bukan lagi isu negara, tapi isu korporasi,” tegasnya.
Ketimpangan Ekonomi Global Makin Nyata
Dalam analisisnya sebagai pengamat ekonomi politik internasional, Azka menyoroti bahwa dunia saat ini bergerak dalam pola multi-speed economy, di mana:
• Amerika Serikat masih didorong oleh sektor teknologi dan AI
• Eropa mengalami stagnasi pertumbuhan
• China menghadapi tekanan struktural
• India dan kawasan Asia Selatan menjadi motor pertumbuhan baru
“Globalisasi hari ini tidak lagi seragam. Setiap kawasan memiliki ritme pertumbuhan sendiri. Ini membuka peluang, tapi juga meningkatkan kompleksitas strategi bisnis,” jelasnya.
AI: Peluang Besar Sekaligus Risiko Baru
Azka juga menyoroti perkembangan kecerdasan buatan (AI) sebagai faktor disruptif yang memiliki dua sisi:
• Mendorong produktivitas dan efisiensi
• Berpotensi menciptakan bubble dan ketimpangan baru
“AI adalah game changer, tetapi tanpa manajemen risiko yang baik, ia juga bisa menjadi sumber instabilitas baru dalam sistem ekonomi global,” tambahnya.
Dyt
Penulis : Dyt












