Ketua Umum HIPPI Jakarta Selatan: Ekonomi Global 2026 Masuk Fase “Fragile Stability”, Pengusaha Harus Adaptif dan Strategis

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 4 April 2026 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum HIPPI Jakarta Selatan, Azka Aufary Ramli, menilai bahwa ekonomi global saat ini berada dalam fase “fragile stability”

i

Ketua Umum HIPPI Jakarta Selatan, Azka Aufary Ramli, menilai bahwa ekonomi global saat ini berada dalam fase “fragile stability”

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta, April 2026 – Menyikapi laporan terbaru dari World Economic Forum terkait Chief Economists Outlook Maret 2026, Ketua Umum HIPPI Jakarta Selatan, Azka Aufary Ramli, menilai bahwa ekonomi global saat ini berada dalam fase “fragile stability” – stabil secara permukaan namun rentan terhadap guncangan besar.

Menurut Azka, dinamika geopolitik, tekanan inflasi, serta ketidakpastian arah kebijakan moneter global menjadi faktor utama yang membentuk lanskap ekonomi dunia saat ini.

“Kita tidak sedang berada dalam krisis global, namun dunia saat ini berada di zona rawan. Satu shock besar—baik dari konflik geopolitik, energi, maupun sistem keuangan—dapat dengan cepat mengubah arah ekonomi global,” ujar Azka.

Geopolitik Jadi Faktor Penentu Ekonomi Global

Azka menekankan bahwa dalam situasi saat ini, faktor geopolitik tidak lagi menjadi variabel eksternal, melainkan telah menjadi core driver ekonomi global.

Konflik kawasan, ketegangan energi, serta fragmentasi perdagangan internasional dinilai telah:
• Mendorong volatilitas harga energi
• Mengganggu rantai pasok global
• Menahan laju penurunan inflasi

“Dunia usaha harus memahami bahwa geopolitik hari ini adalah bagian dari risk management bisnis. Ini bukan lagi isu negara, tapi isu korporasi,” tegasnya.

Ketimpangan Ekonomi Global Makin Nyata

Dalam analisisnya sebagai pengamat ekonomi politik internasional, Azka menyoroti bahwa dunia saat ini bergerak dalam pola multi-speed economy, di mana:
• Amerika Serikat masih didorong oleh sektor teknologi dan AI
• Eropa mengalami stagnasi pertumbuhan
• China menghadapi tekanan struktural
• India dan kawasan Asia Selatan menjadi motor pertumbuhan baru

“Globalisasi hari ini tidak lagi seragam. Setiap kawasan memiliki ritme pertumbuhan sendiri. Ini membuka peluang, tapi juga meningkatkan kompleksitas strategi bisnis,” jelasnya.

AI: Peluang Besar Sekaligus Risiko Baru

Azka juga menyoroti perkembangan kecerdasan buatan (AI) sebagai faktor disruptif yang memiliki dua sisi:
• Mendorong produktivitas dan efisiensi
• Berpotensi menciptakan bubble dan ketimpangan baru

“AI adalah game changer, tetapi tanpa manajemen risiko yang baik, ia juga bisa menjadi sumber instabilitas baru dalam sistem ekonomi global,” tambahnya.

Dyt

Penulis : Dyt

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Bulog Resmi Luncurkan Bantuan Pangan Jelang Lebaran untuk Lebak-Pandeglang
Gotong Royong Bulog dengan Pemda, Harga Bahan Pokok Lebak-Pandeglang Tetap Terjangkau di Ramadan
Buka Sampai Jam 22.00 Malam, Rujak Sultan Rangkasbitung Jadi Favorit Warga dan Tamu
Nasabah Bank DBS Keluhkan Dana Rp12,4 an Juta yang Tertahan dan Pembekuan Poin
Zona Hijau Tercapai, Bulog Lebak dan Pandeglang Sukses Kendalikan Harga Minyak KITA Lewat GPM
Tekan Inflasi Jelang Ramadhan, Kecamatan Sukadiri Gelar Pangan Murah untuk Jaga Daya Beli Warga
Jelang Ramadan 1447 H, Bupati Maesyal Pastikan Harga Sembako di Pasar Mauk Stabil
Peluncuran Koperasi Desa Merah Putih Desa Mekar Kondang Dorong Penguatan Ekonomi Masyarakat
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 07:49 WIB

Ketua Umum HIPPI Jakarta Selatan: Ekonomi Global 2026 Masuk Fase “Fragile Stability”, Pengusaha Harus Adaptif dan Strategis

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:49 WIB

Bulog Resmi Luncurkan Bantuan Pangan Jelang Lebaran untuk Lebak-Pandeglang

Selasa, 24 Februari 2026 - 21:11 WIB

Gotong Royong Bulog dengan Pemda, Harga Bahan Pokok Lebak-Pandeglang Tetap Terjangkau di Ramadan

Senin, 16 Februari 2026 - 08:35 WIB

Buka Sampai Jam 22.00 Malam, Rujak Sultan Rangkasbitung Jadi Favorit Warga dan Tamu

Minggu, 15 Februari 2026 - 10:11 WIB

Nasabah Bank DBS Keluhkan Dana Rp12,4 an Juta yang Tertahan dan Pembekuan Poin

Berita Terbaru

Keterangan foto : Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, Senin (13/4/2026)

Headline

Gagap Data Anggaran, Menteri Pariwisata Layak Di-Reshuffle

Rabu, 15 Apr 2026 - 22:30 WIB