Kejagung Cek Aset Sitaan Diduga Digunakan Pertambangan Betonik di Lebak

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 16 Agustus 2023 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lebak, Mayasari bersama Sekjen Matahukum, Mukhsin Nasir menggunakan baju putih, Rabu (16/8/2023)

i

Keterangan foto : Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lebak, Mayasari bersama Sekjen Matahukum, Mukhsin Nasir menggunakan baju putih, Rabu (16/8/2023)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Viral di media sosial dan lingkungan Kejaksaan Agung terkait adanya dugaan tanah sitaaan Kejaksaan Agung di Sajira, Lebak yang dijadikan area tambang Betonik. Hal tersebut direspon tim dari Kejaksaan Agung dengan turun ke lapangan untuk meeriksanya.

“Benar ada dari tim Kejaksaan Agung datang ke lokasi galian tambang yang diberitakan dibeberapa media sosial termasuk disoroti oleh MataHukum terkait adanya aktifitas tambang betonik di area tanah diduga sitaan dari Kejaksaan Agung. Hari ini tim lagi ke lokasi untuk mencocokan data antara yang masuk dalam daftar sitaan atau yang belum tercatat,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lebak, Mayasari saat bertemu dengan Sekjen MataHukum di ruang kerja Kasie Intelijen Kejari Lebak, Selasa (15/8/2023)

Lebih lanjut, perempuan berkacamata tersebut menjelaskan bahwa pihaknya tak akan tinggal diam tentang adanya laporan dari masyarakat termasuk aset-aset yang disita oleh Kejaksaan Agung. Mayasari menegaksan pihak aktif dalam merespon aduan masyarakat.

“Nanti perkembangan selanjutnya akan kita informasikan,” tutur Mayasari.

Sementara itu, di tempat yang sama, Kasi Intelijen Kejari Lebak, Andi Muhamad Nur Indra menambahkan bahwa pihaknya juga telah melakukan telaah mengenai tanah yang disita oleh Kejaksaan Agung diduga dijadikan pertambangan Betonik dan diallih fungsikan dari HGB ke pertambangan. Dikatakan Andi, dia pun telah mengantongi nama identitas perusahaan tambang tersebut.

“Nanti perkembangan selanjutnya akan kita informasikan, tunggu saja dalam waktu dekat,” ujar Andi.

Sebelumnya diberitakan bahwa Sekjen MataHukum, Mukhsin Nasir menerima laporan tentang adanya dugaan Perusahaan milik CV Serasi Jaya Mandiri yang berlokasi di blok Cipendeuy Sajira dan CV Umar Dedi Rika yang berada di Curug Bitung, Cilayang menggunakan tanah sitaan Kejaksaan Agung.

“Betul kita dari MataHukum menerima laporan tentang adanya aktifitas pertambangan Betonik di Sajira dan Cilayang Lebak dari aparat yang sumbernya bisa dipertanggunung jawabkan. Dari data yang kita terima, ada dua aktifitas tambang betonik ini berdiri diatas tanah sitaan Kejaksaan Agung,” kata Mukhsin Nasir kepada awak media saat berada di Kejaksaan Tinggi Banten, Senin (14/8/2023.

Bahkan, kata Mukshin, dari hasil laporan aparat tersebut kedua Perusahaan itu merubah fungsikan dari Hak Guna Bangunan (HGB) menjadi aktifitas tambang betonik. Menurut Mukhsin ini menjadi kejahatan luar biasa yang harus diusut pihak kejaksaan agung bersama kejati banten atas dugaan kejahatan ini karena akan merugikan negara dan orang yang melakukan pemalusan dokumen tersebut juga harus dipidanakan.

“Kita akan serius laporkan kejadian ini ke Kejari Lebak karena beliau yang mempunyai wilayah dan ditembuskan ke Kejati Banten dan Kejaksaan Agung, Minggu depan kita buat laporannya dan bawa dokumen lengkap sekalian konferensi pers di sana,” tegas Mukhsin yang kerap disapa Daeng.

Lebih lanjut, Mukhsin menceritakan menurut sumber yang dia dapat dari aparat yang bekerja di Lebak, aktifitas pertambangan Betonik yang berdiri diatas tanah sitaan Kejaksaan Agung ini sempat diketahui oleh pihak Kepolisian. Namun, kata Mukhsin, pihak kepolisian melakukan pengecekan ke lokasi, tetapi dalam perjalanannya pihak Perusahaan melakukan loby kepada oknum apparat kepolisian agar persoalan ini tidak diusut.

“Informasinya dari sumber apparat Perusahaan ini berdamai dengan oknum kepolisian dengan jaminan uang Rp 100 juta diserahkan kepada oknum apparat kepolisian itu. Menurut pengakuan sumber apparat yung mengetahui persoalan ini, berharap agar status tanah milik sitaan Kejagung ini bisa segera diusut oleh pihak kejaksaan,’’ jelas Mukhsin.

Sementara itu, perwakilan Perusahaan CV Umar Dedi Rika saat dimintai keterangan belum memberikan penjelasan. Meskipun, pesan WhatSaap sudah terkirim.

 

Komentar ditutup.

Berita Terkait

 12 Izin Kehutanan Masuk KPK dan Kejagung, Matahukum: Sekjen Kemenhut Tak Bisa Lepas Tangan
OTT Kampungan, Matahukum Tegaskan KPK Perlu Reformasi: Bongkar Saja Tak Cukup
Jangan Biarkan Kabel Wifi Menjadi Ancaman Adit Wahyudin Somasi IndiHome Terkait Kecelakaan Ibu
Dugaan Mafia Tanah, Jeffri Simanjuntak Desak Presiden Copot Nusron Wahid
BPJS Tak Disetor, Pekerja MBG Langkat Kecelakaan Kerja Malah Disomasi Rumah Sakit
Penyidik Tanjung Priok Dilaporkan ke Propam, Pakai Surat Prostitusi Tangkap Tersangka Gas Portabel
Kasus Nelayan Raja Ampat, Kuasa Hukum Pertanyakan Tuntutan JPU Kejati Papua Barat
Proyek Jalan Sisi Cisadane Timur Disorot, Warga Batusari Duga Ada Pelanggaran RKL-RPL
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 11:29 WIB

 12 Izin Kehutanan Masuk KPK dan Kejagung, Matahukum: Sekjen Kemenhut Tak Bisa Lepas Tangan

Rabu, 23 September 2026 - 08:32 WIB

OTT Kampungan, Matahukum Tegaskan KPK Perlu Reformasi: Bongkar Saja Tak Cukup

Sabtu, 19 September 2026 - 11:00 WIB

Jangan Biarkan Kabel Wifi Menjadi Ancaman Adit Wahyudin Somasi IndiHome Terkait Kecelakaan Ibu

Kamis, 17 September 2026 - 13:30 WIB

Dugaan Mafia Tanah, Jeffri Simanjuntak Desak Presiden Copot Nusron Wahid

Rabu, 16 September 2026 - 23:55 WIB

BPJS Tak Disetor, Pekerja MBG Langkat Kecelakaan Kerja Malah Disomasi Rumah Sakit

Berita Terbaru