HMI Minta ASN, TNI, Polri, BIN, KPU dan Bawaslu Netral di Pemilu 2024

Teras Media

- Penulis

Sabtu, 10 Februari 2024 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Ketua Bidang Hukum, Pertahanan dan Keamanan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Rifyan, Jumat (9/2/2024)

i

Keterangan foto : Ketua Bidang Hukum, Pertahanan dan Keamanan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Rifyan, Jumat (9/2/2024)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Ketua Bidang Hukum, Pertahanan dan Keamanan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Rifyan mengatakan bahwa Aparatur Sipil Negara, TNI dan Polri harus netral dalam pemilu 2024. Pernyataan tersebut, Rifyan katakan saat diwawancarai di Sekertariat PB HMI, Sabtu (9/2/2024)

“Selain mereka, BIN (Badan Intelijen Negara), penyelenggara Pemilu KPU dan Bawaslu juga harus menjaga netralitas dan stabilitas nasional dalam momentum Pemilu kali ini,” kata Rifyan.

Rifyan menyebut semua pihak harus menjaga Pemilu yang damai, jujur, dan adil. Kata Rifyan, semua pihak harus menghargai hasil pemilu.

“Kita harus saling mendukung untuk menjaga nilai-nilai demokrasi demi membangun Indonesia yang lebih baik,” ucap Rifyan.

Pernyataan Rifyan itu muncul setelah adanya Konferensi Pers yang dilaksanakan PB HMI di depan rekan-rekan media nasional. Konferensi Pers yang dibacakan langsung oleh Ketua Umum PB HMI tersebut berisi 5 poin, yang didalamnya juga menyinggung tentang netralitas Aparat Sipil Negara, Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia serta penyelenggara Pemilu.

”Kami meminta pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan/desa, serta Aparatur Sipil Negara, Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia, serta KPU dan Bawaslu harus menjaga netralitas,” lanjut Rifyan mengulangi salah point-point yang dibacakan oleh Ketua Umum PB HMI dalam Konferensi Pers di Sekretariat PB HMI Jumat, 9 Februari 2024.

Dikatakan Rifyan, HMI sebagai salah organisasi mahasiswa Islam terbesar di Indonesia yang berdiri sejak dua tahun pasca kemerdekaan yakni 5 Februari 1947 tahun silam selalu berposisi netral dan independen mengawasi dan mengadvokasi segala persoalan dinamika kebangsaan, termasuk pada momentum menuju pesta demokrasi yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024 ini.

“Kami selalu bersikap independen, mengedepankan politik ke-Islaman dan ke-Indonesiaan. Olehnya, kami berharap semua pihak mau menjaga stabilitas politik nasional, sehingga pertahanan dan keamanan kita tidak terganggu. Mari jaga kesatuan dan persatuan Indonesia, jangan sampai pemilu kali ini justru menjadi faktor yang bisa merugikan kita semua. Jadikan ini sebagai momentum kebangkitan nasional dengan menghadirkan Pemilu damai dan bersih agar terpilih pemimpin nasional yang berorientasi pada kesejahteraan bangsa Indonesia,” tutup Rifyan. (Nanang)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Data adalah Kompas Pembangunan, Adde Rosi: Akurasi adalah Harga Mati
Respon Cepat Kajati: Herlangga Wisnu Gantikan Kajari Karo yang Disorot DPR
Dukung SBY, Anton: Pasukan Perdamaian Tak Boleh di Medan Perang
Mangihut Sinaga Dorong Kasus Pelecehan Seksual Diungkap
Pinjol: Kartel Bunga dan Teror Penagihan Merusak Bangsa
6 Dekade Mengabdi, Anton Suratto: Pikiran Rakyat Selalu Jadi Tempat Berbagi
Tindakan Keji Pembukaman Suara Kritis, Abdi Rakyat Minta Penanganan Kasus Andrie Yunus Hingga Tuntas
Jimmy Lie Dijemput Polisi Tangerang Usai Diamankan di Medan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 22:55 WIB

Data adalah Kompas Pembangunan, Adde Rosi: Akurasi adalah Harga Mati

Selasa, 7 April 2026 - 23:07 WIB

Respon Cepat Kajati: Herlangga Wisnu Gantikan Kajari Karo yang Disorot DPR

Senin, 6 April 2026 - 21:46 WIB

Dukung SBY, Anton: Pasukan Perdamaian Tak Boleh di Medan Perang

Sabtu, 4 April 2026 - 16:59 WIB

Mangihut Sinaga Dorong Kasus Pelecehan Seksual Diungkap

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:21 WIB

Pinjol: Kartel Bunga dan Teror Penagihan Merusak Bangsa

Berita Terbaru