Rapat Pimpinan HKTI Bahas Agroforestri Nasional dan Pemasaran Terintegrasi SINBO

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia.

i

Keterangan foto: Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) menggelar Rapat Pimpinan di Kantor Kementerian Pendidikan, Jakarta, Selasa (10/2/2026). Pertemuan tersebut membahas arah strategis penguatan sektor pertanian, kehutanan, dan pesisir melalui pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan.

Dalam rapat itu, DPN HKTI memaparkan rencana pengembangan 11 lokasi percontohan optimalisasi agroforestri yang akan dijadikan pilot project nasional. Program ini dirancang berbasis kemitraan antara petani, masyarakat lokal, koperasi, serta pemangku kepentingan terkait.

Wakil Bendahara Umum DPN HKTI, Camelia Panduwinata Lubis, mengatakan pengembangan agroforestri tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan.

“Program ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus memastikan kelestarian hutan tetap terjaga. Kami ingin petani mendapatkan manfaat ekonomi tanpa merusak lingkungan,” ujar Camelia.

Selain itu, DPN HKTI juga memperkenalkan Model SINBO Pasar sebagai ekosistem pemasaran terintegrasi yang menghubungkan produksi, pengolahan, hingga distribusi hasil pertanian dan kehutanan rakyat.

Menurut Camelia, model tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi tawar petani serta pelaku usaha kecil di desa.

“Selama ini persoalan utama petani bukan hanya produksi, tetapi pemasaran. SINBO Pasar dirancang agar rantai distribusi lebih pendek dan harga jual lebih berpihak kepada petani,” katanya.

Pengembangan agroforestri juga dikombinasikan dengan kawasan hutan sosial, khususnya di wilayah pesisir. Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui komoditas pisang dalam skema SINBO Pisang.

“Pisang dipilih karena adaptif terhadap kawasan pantai, masa panennya relatif cepat, dan nilai ekonominya tinggi. Ini bisa menjadi penggerak ekonomi masyarakat pesisir,” tambahnya.

HKTI juga mendorong integrasi kehutanan, laut, dan pantai dalam satu model pembangunan terpadu, termasuk penguatan ekonomi nelayan serta pengolahan hasil perikanan.

“Tujuan akhirnya adalah kemandirian ekonomi desa. Petani, masyarakat pesisir, dan nelayan harus menjadi pelaku utama dalam sistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan,” tutup Camelia.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Mengabdi 36 Tahun, H. Sanusi Justru Dituduh Menggelapkan; Tim Hukum Minta Polisi Hentikan Kasus
MataHukum: KPK Jangan Tebang Pilih Lindungi Aldison, Ronald Cs di Kemendag
Ditbinmas Polda Metro Jaya Gandeng BPPKB Banten HDS Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Dave Laksono Dukung Evaluasi Total Latsarmil Kopdes Usai Lima Peserta Meninggal
Komisi I DPR Soroti Maraknya Judi Online, Minta Pemerintah Bertindak Lebih Keras
Jalin Hubungan Baik ke Depan Warga Desa Nifasi, PT Kristalin Ekalestari Ajak Forum Diskusi
HANI 2026, BNN Perkuat Pencegahan Narkotika Lewat Gerakan Ananda Bersinar
Survei Litbang Kompas Tunjukkan Tren Positif, DPR Minta Polri Pertahankan Kepercayaan Masyarakat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:28 WIB

Mengabdi 36 Tahun, H. Sanusi Justru Dituduh Menggelapkan; Tim Hukum Minta Polisi Hentikan Kasus

Senin, 29 Juni 2026 - 23:11 WIB

MataHukum: KPK Jangan Tebang Pilih Lindungi Aldison, Ronald Cs di Kemendag

Senin, 29 Juni 2026 - 14:20 WIB

Ditbinmas Polda Metro Jaya Gandeng BPPKB Banten HDS Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:50 WIB

Dave Laksono Dukung Evaluasi Total Latsarmil Kopdes Usai Lima Peserta Meninggal

Minggu, 28 Juni 2026 - 22:23 WIB

Komisi I DPR Soroti Maraknya Judi Online, Minta Pemerintah Bertindak Lebih Keras

Berita Terbaru

Hukum dan Kriminal

Polda Banten Musnahkan Barang Bukti Narkoba, Sitaannya Capai Rp90,5 Miliar

Selasa, 30 Jun 2026 - 12:50 WIB