Dukung Ketahanan Pangan, Logis 08 Ingatkan Danantara Jangan Terburu Investasi Peternakan

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto :Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo, Minggu (17/5/2026)

i

Keterangan foto :Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo, Minggu (17/5/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Makasar – Relawan pendukung Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024 yang tergabung dalam Logis 08, memberikan pandangan kritis terkait rencana investasi besar-besaran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di sektor peternakan. Ketua Umum Logis 08, Anshar Ilo, secara khusus meminta lembaga tersebut untuk menahan langkahnya dan menunda realisasi penanaman modal senilai Rp20 triliun yang ditujukan bagi pengembangan usaha ayam pedaging dan petelur.

Menurut Anshar, gagasan investasi ini sejatinya merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi karena tujuannya sangat mulia, yakni memperkuat ketahanan pasokan pangan nasional dan menjadi penopang utama keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Akan tetapi, ia mengingatkan agar pelaksanaannya tidak dilakukan secara terburu-buru, mengingat kondisi dan kesiapan ekosistem bisnis peternakan di Indonesia dinilainya belum sepenuhnya matang dan siap menampung dana sebesar itu.

“Ini program yang sangat bagus dan krusial untuk menjamin ketersediaan pasok daging ayam dan telur demi mendukung jalannya MBG. Hanya saja, kami menyarankan Danantara menahan diri dulu dan menunda eksekusi investasi apabila keseluruhan sistem dan pendukung usahanya belum siap sepenuhnya. Kami tidak ingin dana negara yang jumlahnya fantastis ini justru berisiko gagal atau tidak memberi hasil maksimal karena dipaksakan,” ujar Anshar Ilo saat dikonfirmasi, Senin (18/5/2026).

Ia menegaskan, ada serangkaian aspek mendasar yang wajib disiapkan dengan sangat teliti sebelum dana tersebut digelontorkan. Dunia peternakan modern menuntut standar tinggi, mulai dari ketersediaan infrastruktur dan kandang yang memenuhi spesifikasi teknis, jaminan pasokan pakan berkualitas, bibit atau Day Old Chicken (DOC) yang unggul, penguasaan teknologi pemeliharaan, hingga sistem manajemen dan rantai distribusi yang efisien.

“Peternakan itu bukan sekadar menyediakan lahan. Teknologi, standar kandang, mutu bibit, pakan, hingga kualitas sumber daya manusianya semuanya harus prima. Jika hal-hal krusial ini belum dimaksimalkan dan belum teruji, investasi senilai Rp20 triliun dikhawatirkan menjadi pemborosan dan tidak efektif,” tegasnya.

Anshar juga menyoroti peran vital yang seharusnya diemban oleh PT Berdikari selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang telah lama berkiprah di sektor ini. Menurutnya, perusahaan negara ini seyogianya menjadi motor penggerak utama dalam menjaga stabilitas harga di pasaran, menjamin kecukupan protein hewani bagi rakyat, serta menjadi ujung tombak dukungan terhadap program strategis MBG.

Meski demikian, Anshar mengaku masih memiliki keraguan terkait kesiapan operasional serta kapasitas pelaksanaan di lapangan jika rencana besar ini langsung dijalankan tanpa tahapan persiapan yang mendalam.

“Kami sepenuhnya mendukung langkah pemerintah untuk meningkatkan produktivitas peternakan nasional. Namun, untuk skala investasi sebesar ini, fondasinya harus kuat lewat kajian yang mendetail dan uji coba atau proyek percontohan terlebih dahulu demi membangun ekosistem yang kokoh. Jangan sampai niat baik untuk kesejahteraan rakyat justru berakhir merugikan keuangan negara,” katanya.

Pihak Logis 08 meyakini, apabila seluruh aspek infrastruktur, teknologi, dan tata kelola usaha sudah terbangun dengan sempurna, maka investasi Danantara tersebut akan menjadi tonggak sejarah kemandirian pangan Indonesia. Selain itu, langkah ini juga berpotensi besar membuka lapangan kerja baru serta menggerakkan roda ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pedesaan.

“Bila ekosistemnya sudah matang dan teruji, kami yakin uang negara tersebut akan berputar dan memberi manfaat berlipat ganda bagi peternak, masyarakat luas, dan negara. Tapi kalau belum siap, lebih baik ditunda dan disempurnakan dulu sampai semuanya benar-benar siap jalan,” pungkas Anshar.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Dugaan Izin Bermasalah, MataHukum: KPK Periksa Raja Juli Secara Menyeluruh
Dorong Akses Buku Digital, Adde Rosi Sosialisasikan SIBI ke Kabupaten Lebak
Mengabdi 36 Tahun, H. Sanusi Justru Dituduh Menggelapkan; Tim Hukum Minta Polisi Hentikan Kasus
MataHukum: KPK Jangan Tebang Pilih Lindungi Aldison, Ronald Cs di Kemendag
Ditbinmas Polda Metro Jaya Gandeng BPPKB Banten HDS Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Dave Laksono Dukung Evaluasi Total Latsarmil Kopdes Usai Lima Peserta Meninggal
Komisi I DPR Soroti Maraknya Judi Online, Minta Pemerintah Bertindak Lebih Keras
Jalin Hubungan Baik ke Depan Warga Desa Nifasi, PT Kristalin Ekalestari Ajak Forum Diskusi
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:30 WIB

Dugaan Izin Bermasalah, MataHukum: KPK Periksa Raja Juli Secara Menyeluruh

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:12 WIB

Dorong Akses Buku Digital, Adde Rosi Sosialisasikan SIBI ke Kabupaten Lebak

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:28 WIB

Mengabdi 36 Tahun, H. Sanusi Justru Dituduh Menggelapkan; Tim Hukum Minta Polisi Hentikan Kasus

Senin, 29 Juni 2026 - 23:11 WIB

MataHukum: KPK Jangan Tebang Pilih Lindungi Aldison, Ronald Cs di Kemendag

Senin, 29 Juni 2026 - 14:20 WIB

Ditbinmas Polda Metro Jaya Gandeng BPPKB Banten HDS Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Berita Terbaru

Anggota Komisi XIII DPR dari Fraksi PAN, Pangeran Khairul Saleh

Hukum dan Kriminal

Komisi XIII DPR Desak Audit Pengadaan Gembok Rp92,5 Miliar di Ditjenpas

Jumat, 3 Jul 2026 - 21:31 WIB