Rupiah Tembus Rp18.176 dan IHSG Ambles 4%, Komisi XI Ingatkan Pemerintah Harus Lakukan Intervensi

Avatar photo

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar, meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat, cerdas dan terukur memulihkan kepercayaan pasar di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Menurutnya, kepercayaan pasar merupakan modal penting menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama saat tekanan terhadap pasar keuangan semakin meningkat. Pada perdagangan Senin (8/6/2026), IHSG ditutup di level 5.349 atau merosot 246 poin (4 persen). Sementara itu, nilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh Rp18.176 per dolar AS.

“Kami meminta pemerintah terutama segera melakukan langkah-langkah konkret mengembalikan kepercayaan pasar, termasuk memperkuat komunikasi publik dan memberikan kepastian terhadap arah kebijakan ekonomi. Pelemahan rupiah dan anjloknya IHSG menjadi sinyal pemerintah harus segera melakukan intervensi yang tepat. Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” ujar mantan Mendes & PDTT ini di Jakarta hari ini kepada media.

Dia menilai kondisi pasar keuangan saat ini menunjukkan tingginya tekanan jual yang dilakukan investor. Situasi tersebut mesti direspons dengan kebijakan yang mampu menenangkan pasar dan memberikan keyakinan bahwa fundamental ekonomi nasional tetap terjaga.

Menurut hemat Marwan, pemulihan kepercayaan pasar menjadi sangat penting. Mengapa? Sebab, faktor mendasar khususnya sentimen investor memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas nilai tukar dan pasar modal. Ketika kepercayaan terhadap prospek ekonomi dan arah kebijakan pemerintah melemah, investor cenderung menarik dana dari pasar keuangan domestik. Akibatnya, tekanan terhadap rupiah dan IHSG akan semakin besar.

“Kepercayaan pasar harus segera dipulihkan. Jika pelaku pasar melihat pemerintah memiliki strategi yang jelas dan respons yang cepat, maka tekanan terhadap rupiah dan pasar saham dapat diredam. Sebaliknya, apabila ketidakpastian terus berlanjut, maka risiko pelemahan pasar keuangan akan semakin besar,” tegasnya.

Dia juga menambahkan, stabilitas pasar keuangan tidak hanya penting bagi investor, tetapi juga berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor dan mendorong kenaikan harga sejumlah barang. Sedangkan penurunan pasar saham dapat memengaruhi iklim investasi dan penciptaan lapangan kerja.

“Semakin cepat kepercayaan pasar pulih, makin besar pula peluang buat menjaga stabilitas rupiah, menarik investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pemerintah harus hadir dengan langkah yang meyakinkan, bukan hanya buat menenangkan pasar, tetapi sangat mendesak juga demi melindungi masyarakat dari dampak ekonomi yang lebih luas,” tukas Marwan Jafar.

Tak lupa ia menyarankan, pemerintah melalui sejumlah kementerian ekonomi terkait turun tangan atau intervensi demi menguatkan struktur sektor produktif atau sektor riil domestik seperti pasokan barang, distribusi, tingkat harga dan lain-lain. Sehingga kemampuan daya beli masyarakat, kelanjutan produktifitas sejumlah pelaku ekonomi tetap bergairah menjalankan usaha.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Tata Kelola Pupuk Nonsubsidi Dinilai Kurang Transparan, CERI Desak BPK Audit Khusus
Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Marwan Jafar Salurkan 150 Tangki Air Bersih di Pati
David Pajung: Dua Tahun Pemerintahan Momentum Evaluasi dan Penguatan Agenda Pembangunan
CBA: BCA Jangan Meremehkan Keluhan Nasabah, Saham Tertekan Kepercayaan Publik Dipertaruhkan
KMHDI Desak Pemerintah Pastikan Pemulihan Ekosistem Pascakebakaran
Hilirisasi  Mineral  Pilar  Strategis  Dongkrak  Kinerja  dan  Investasi  Ekonomi  Nasional
Pengukuhan DPAC PKB se-Pandeglang, Mahrus Shalah Tegaskan Kader Harus Selalu Hadir untuk Rakyat
Pengamat Soroti Dominasi Relawan Jokowi di BUMN, Pendukung Militan Prabowo di Daerah Justru Terpinggirkan
Berita ini 82 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tata Kelola Pupuk Nonsubsidi Dinilai Kurang Transparan, CERI Desak BPK Audit Khusus

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:09 WIB

David Pajung: Dua Tahun Pemerintahan Momentum Evaluasi dan Penguatan Agenda Pembangunan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:35 WIB

CBA: BCA Jangan Meremehkan Keluhan Nasabah, Saham Tertekan Kepercayaan Publik Dipertaruhkan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:28 WIB

KMHDI Desak Pemerintah Pastikan Pemulihan Ekosistem Pascakebakaran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:34 WIB

Hilirisasi  Mineral  Pilar  Strategis  Dongkrak  Kinerja  dan  Investasi  Ekonomi  Nasional

Berita Terbaru