Jombang — Sejumlah wartawan mengeluhkan sulitnya mendapatkan akses masuk ke arena Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Padahal, para jurnalis tersebut telah melakukan pendaftaran dan pengajuan ID card untuk menjalankan tugas peliputan kegiatan.
Di lapangan, petugas menyampaikan alasan bahwa area arena muktamar sudah penuh sehingga wartawan tidak diperbolehkan masuk. Namun, kondisi tersebut dinilai janggal karena masih terlihat sejumlah orang keluar-masuk arena. Situasi ini kemudian menimbulkan kesan adanya perlakuan berbeda terhadap para jurnalis, Jombang 27 Agustus 2026.
Para wartawan mempertanyakan mekanisme akses yang diterapkan panitia. Menurut mereka, jika kapasitas arena memang terbatas, seharusnya aturan tersebut diberlakukan secara konsisten dan tidak membedakan wartawan satu dengan lainnya.
Sejumlah jurnalis bahkan terpaksa kembali meninggalkan lokasi karena tidak mendapatkan akses masuk. Kondisi tersebut menjadi persoalan tersendiri karena mereka datang ke lokasi untuk menjalankan tugas dan memenuhi tuntutan redaksi dalam menghasilkan berita serta dokumentasi kegiatan Muktamar ke-35 NU.
Para jurnalis juga menilai keberadaan ID card yang telah didaftarkan seharusnya menjadi bagian dari sistem akses resmi bagi media. Jika memang terdapat pembatasan atau ketentuan khusus terkait jumlah wartawan yang dapat masuk ke arena, panitia semestinya memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Kondisi ini diharapkan menjadi perhatian panitia Muktamar ke-35 NU. Pembatasan akses dapat dipahami apabila memang berkaitan dengan kapasitas dan keamanan, tetapi penerapannya perlu transparan, konsisten, dan tidak diskriminatif terhadap jurnalis yang telah terdaftar dan datang untuk menjalankan tugas peliputan.











