Aktivis Soroti Dugaan Monopoli Proyek Dinasti Lebak

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 30 Mei 2023 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Aktivis Lebak Selatan, Rizwan Komrad, Selasa (30/5/2023)

i

Keterangan foto : Aktivis Lebak Selatan, Rizwan Komrad, Selasa (30/5/2023)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Aksi Demo yang dilakukan oleh Mahasiswa di Lebak pada 25  Mei 2023 kemarin. Itu merupakan puncak kekecewaan dari kepemimpinan Iti Octavia Jayabaya dan Ade Sumardi.

Hal ini jadi fakta yang terjadi di Lebak bahwa Dinasti Jayabaya yang telah berkuasa selama hampir 20 tahun hanya membuat Rakyat Lebak menderita.

Mahasiswa dalam orasinya menyampaikan bahwa dibawah pemerintahan Iti Octavia Jayabaya dan Ade Sumardi, mereka telah gagal memimpin Lebak. Terlebih kekuasaan di Lebak merupakan produk dari Oligarki Dinasti Jayabaya sudah terbukti gagal.

“Ya saya sangat sepakat. Mereka memimpin selama dua periode tidak pernah membuat prestasi, coba kita lihat jumlah kemiskinan terus meningkat, tingkat pengangguran tinggi, IPM rendah, upah minimum kabupaten yang minim, infrastruktur jalan rusak parah. Dari fakta ini kita bisa lihat, apa yang mereka kerjakan selama ini adalah memperkaya diri, keluarga dan kelompoknya,” kata Aktivis Lebak Selatan, Rizwan Comrade kepada redaksi, Selasa (30/5/2023)

Rizwan mencontohkan terkait narasi lain soal Dinasti Lebak. Kata Rizwan kan sangat mudah ditebak oleh rakyat Lebak, mulai dari dugaan monopoli proyek APBD, Mafia Tanah, bahkan soal dugaan gratifikasi dan rekening gendut Bupati Lebak yang tidak tersentuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Karena kekuasaan yang menindas tersebut dikemas dengan “Lebak unique bekerja dengan hati”,” sebut Rizwan.

Rizwan menjelaskan, perihal yang lebih parah lagi di detik-detik akhir pengunduran diri Iti Octavia Jayabaya sebagai Bupati Lebak. Kata Rizwan, Iti malah sibuk melantik 183 pejabat eselon tiga dan empat dilingkungan Pemkab Lebak.

“Ini diduga ada indikasi jual beli jabatan dan gratifikasi jelang lengsernya jadi Bupati Lebak yang mengandung pesan ada kepentingan politik birokrasi untuk 2024. Hal ini harus jadi perhatian lebih Komisi Pemberantasan Korupsi untuk turun ke Lebak,” tutur Rizwan.

Penulis : Aktivis Lebak Selatan Rizwan Comrade

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Soleman B Ponto: Battle Proven Tidak Selalu Cocok Untuk Kebutuhan Alutsista Indonesia
Analisis Soleman B. Ponto: Modifikasi KRI Sriwijaya Kapal Tua Bukan Jaminan Daya Gentar Militer
Ketika Negara Gagal Melindungi Perempuan dari Kekerasan yang Melahirkan Fear of Intimacy
Analisis Soleman B. Ponto: Jangan Terburu‑buru Bangun Penerbangan Angkatan Laut dari Eks‑Kapal Garibaldi ​
Rozi Hariansyah: Di Balik Krisis Metode, Ada Manusia yang Hilang dari Diagnosis
Harmonisasi Implementasi KDKMP Guna Membangun Kepercayaan Antara Negara, Pengelola, dan Masyarakat
Harmonisasi Implementasi KDKMP Guna Membangun Kepercayaan Antara Negara, Pengelola, dan Masyarakat
 Kemerdekaan di Tengah Duka, Hajar Wisnu Hardiansyah: Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Soleman B Ponto: Battle Proven Tidak Selalu Cocok Untuk Kebutuhan Alutsista Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:04 WIB

Analisis Soleman B. Ponto: Modifikasi KRI Sriwijaya Kapal Tua Bukan Jaminan Daya Gentar Militer

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:26 WIB

Ketika Negara Gagal Melindungi Perempuan dari Kekerasan yang Melahirkan Fear of Intimacy

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:39 WIB

Analisis Soleman B. Ponto: Jangan Terburu‑buru Bangun Penerbangan Angkatan Laut dari Eks‑Kapal Garibaldi ​

Minggu, 13 September 2026 - 19:01 WIB

Rozi Hariansyah: Di Balik Krisis Metode, Ada Manusia yang Hilang dari Diagnosis

Berita Terbaru