Pemilih Cerdas Pilih Wakil Rakyat Bukan Bandit Rakyat

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 30 September 2023 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto : Aktivis Lebak Yogi Wahyudin S.pd, (Sabtu, 30/9/2023)

i

Keterangan Foto : Aktivis Lebak Yogi Wahyudin S.pd, (Sabtu, 30/9/2023)

Ikuti kami di Google News

TerasMedia.co, Jakarta | Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) , begitulah Panggilan untuk para Wakil Rakyat yang terpilih meduduki kursi DPR, dalam Prosesinya Wakil Rakyat merupakan Hasil dari Pemilu yang diselenggarakan Pemerintah melalui lembaga Pemerintah yang disebut KPU.

Melalui Partai Politik sebagai kendaraan Politiknya Para Calon Wakil Rakyat Bersaing dengan Para calon wakil rakyat lainnya dalam memperebutkan Kursi DPR di Parlemen dan Gagasan, strategi dan taktik merupakan senjata bagi para politisi dalam bersaing.

Menghadapi Pesta Demokrasi tahun 2024 Para Calon Wakil Rakyat sudah Bertebaran di berbagai wilayah atau dapil masing-masing ada yang sebagai calon DPRD Kabupaten/kota, DPRD Provinsi, DPR RI Dan DPD RI.

Baca Juga : DPR RI Dorong Perbaikan Sistim Penggajian PNS

namun Dengan banyaknya Para Calon Legislatif maka Persainganpun akan semakin ketat dan Kos Politik pun akan semakin tinggi, terlebih tingkat kepercayaan masyarakat kepada lembaga Legislatif menurut berbagai survey saat ini hanya kisaran 60 % jika dinilai kan itu hanya bernilai C lantas bagaimana Para Caleg mencari simpati Rakyat.

mungkin dalam hal ini penyebab menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap DPR disebabkan oleh berbagai masalah ditubuh DPR itu sendiri, diantaranya Masalah Korupsi, Membuat Kebijakan yang tidak Pro Rakyat dll, sehingga masalah-masalah tersebut menyebabkan menurunnya tingkat kepercayaan Masyarakat terhadap Lembaga Legislatif (DPR).

kembali kepada Kita selaku Pemilih yang akan menggunakan hak pilih untuk memilih Para Calon Wakil Rakyat, Sebenarnya ada sebuah keterkaitan antara yang dipilih dan yang memilih, banyak Opini yang Berkembang di Masyarakat saat ini bahwa uang menjadi syarat untuk memilih, dan Siapapun yang memberikan uang itu orang yang akan dipilih, sehingga menurut saya ini yang akan menyebabkan derasnya Politik Uang dan Penyebab terjadinya Korupsi oleh para Oknum Anggota Dewan setelah terpilih

Baca Ini : Istimewa, Kejari Kota Malang Terima Kunjungan DPD LDII Kota Malang

sehingga Out Put dari Pemilihan calon anggota Dewan Tersebut hasilnya bukan Dewan Perwakilan Rakyat tapi Dewan Perampok Rakyat yang seharusnya jadi wakil Rakyat malah Jadi Bandit Rakyat.

Maka dari itu Badan Pengawas Pemilu Dan POLRI agar bertindak tegas dan memberikan sangsi seberat-beratnya bagi Para calon yang menggunakan Politik uang dalam berupaya mempengaruhi Masyarakat dan juga memberi arahan kepada Masyarakat melalui sosialisasi agar menolak politik uang apapun bentuknya agar Bangsa Dan Negara ini terselamatkan dari Para Bandit Politik.

dan Bagi kita Para calon Pemilih jadilah pemilih cerdas yang menggunakan Akal sehat dan hati Nurani untuk menentukan Pilihan, Jangan sampai tergoda dengan yang sipatnya sementara namun sengsara untuk selamanya, Pilihlah Pemimpin dan wakil rakyat yang peduli untuk kepentingan dan kesejahteraan rakyat jangan Sampai memilih Pemimpin yang Rakus yang kelak akan menjadi sumber masalah bagi bangsa dan negara ini.

Penulis : Yogi

Editor : Deni

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Krisis Keteladanan: Bahasa Pemimpin “Ndasmu”, “Emang Gue Pikirin”, dan Konsekuensinya di Ruang Kelas
BUMN Ramah Wanita, Prioritaskan Pelayanan Bukan Keuntungan, Sediakan Passenger Gate Agar Penumpang Tak Terjatuh
Retaker Kedokteran dan Tanggung Jawab Negara Menjaga Masa Depan Calon Dokter
Memberi Makan Hewan Ternak Dapat Meminimalisir Ketergantungan Anak pada HP
Pasal 33 UUD 1945: Fondasi Ekonomi Indonesia atau Demagogi Borjuasi?
Menakar Kepastian Hukum Investasi: Urgensi Rekonstruksi Eksekusi Putusan Arbitrase Asing dalam Sengketa Pertambangan PT ARA
Ketika Pertamax Naik, Buruh dan Ojol yang Pertama Kali Merasakan Sakitnya
Di Balik Gejolak Ekonomi: Kenyataan atau Perang Persepsi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 15:29 WIB

Krisis Keteladanan: Bahasa Pemimpin “Ndasmu”, “Emang Gue Pikirin”, dan Konsekuensinya di Ruang Kelas

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:25 WIB

BUMN Ramah Wanita, Prioritaskan Pelayanan Bukan Keuntungan, Sediakan Passenger Gate Agar Penumpang Tak Terjatuh

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:32 WIB

Retaker Kedokteran dan Tanggung Jawab Negara Menjaga Masa Depan Calon Dokter

Senin, 29 Juni 2026 - 12:43 WIB

Memberi Makan Hewan Ternak Dapat Meminimalisir Ketergantungan Anak pada HP

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:48 WIB

Pasal 33 UUD 1945: Fondasi Ekonomi Indonesia atau Demagogi Borjuasi?

Berita Terbaru