Bukan Istana, Rakyat dan Internal Golkar Disebut Dorong Isu Munaslub

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 6 Agustus 2025 - 06:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto (Red).

i

Foto (Red).

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Jagat maya masih ramai membicarakan isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar. Sorotan publik menguat setelah akun Facebook Kompas.com membagikan tautan berita berjudul “Bahlil Lahadalia dan Nusron Wahid Membantah Akan Adanya Munaslub Golkar”. Dalam berita itu, pihak Istana menegaskan tidak akan ikut campur, dikutip dari akun Facebook kompas.com pada 6 Agustus 2025.

Meski begitu, perbincangan di media sosial justru mengarah pada anggapan bahwa dorongan Munaslub bukan datang dari Istana, melainkan dari rakyat dan internal partai sendiri. Ragam komentar warganet menunjukkan pandangan kritis terhadap kepemimpinan Golkar.

Akun Tagor Sianturi menulis, “Di Golkar semua bisa. Dulu banyak syarat jadi ketum, faktanya Bahlil bisa. Gosipnya Istana ikut menyukseskan, tapi sekarang kelihatannya dorongan datang dari bawah.”
Akun Gatot menyebut Golkar sebagai “sarang koruptor dari Orba sampai sekarang”. Akun Riri Suhardi menganalogikan situasi ini seperti pagelaran wayang yang membutuhkan dalang dan wayang yang patuh.

Sejumlah komentar lain lebih keras, seperti ajakan melanjutkan Munaslub, kritik terhadap partai politik, hingga sindiran personal terhadap Bahlil. Ada pula yang mengusulkan agar keluarga Cendana mengambil alih, atau menyebut kepemimpinan Golkar sudah terpengaruh pihak luar.

Meski Bahlil dan sejumlah pengurus DPP Golkar telah membantah isu Munaslub, obrolan di media sosial dan warung kopi justru semakin ramai. Banyak suara di akar rumput yang menilai pergantian kepemimpinan adalah aspirasi rakyat dan internal partai, bukan skenario Istana.

Bahlil, yang dikenal sebagai “Menteri Gas 3 Kg”, kini menjadi pusat sorotan dalam pusaran isu politik internal Golkar tersebut.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Manuver Curi Start Jokowi Dinilai Jadi Bom Waktu yang Bisa Merusak Nama Prabowo
Jokowi Temui Penggiat Buruh Migran di Lampung, Bahas Perlindungan PMI
Politik Dua Kaki PDIP Bikin PKB Gelisah, Pengamat: Gerus Posisi Tawar Koalisi
DPW PKB Banten Susun Kepengurusan DPC 2026-2031, Tekankan Keterwakilan Daerah
Dua DPC PPP Tuntaskan Muscab, DPW Papua Barat Daya Siap Perkuat Struktur Partai
Dari Pengabdian Menuju Kemenangan, PKB Lebak Siap Bergerak Lebih Solid dan Dekat dengan Rakyat
Adde Rosi Sebut Keterwakilan Perempuan di DPR Tak Cukup Angka, Perlu Posisi Strategis
Golkar: E-Voting Perlu Kajian Mendalam, Infrastruktur dan Regulasi Matang
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 23:18 WIB

Manuver Curi Start Jokowi Dinilai Jadi Bom Waktu yang Bisa Merusak Nama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 - 10:02 WIB

Jokowi Temui Penggiat Buruh Migran di Lampung, Bahas Perlindungan PMI

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:15 WIB

Politik Dua Kaki PDIP Bikin PKB Gelisah, Pengamat: Gerus Posisi Tawar Koalisi

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:57 WIB

DPW PKB Banten Susun Kepengurusan DPC 2026-2031, Tekankan Keterwakilan Daerah

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:12 WIB

Dua DPC PPP Tuntaskan Muscab, DPW Papua Barat Daya Siap Perkuat Struktur Partai

Berita Terbaru

Sekjen Matahukum Mukshin Nasir

Hukum dan Kriminal

Kasus BTS 27 M, KPK Panggil Dito Kasus Haji, Matahukum: Jangan Lolos Lagi

Rabu, 1 Jul 2026 - 17:23 WIB