Sekda: Penanganan Stunting Jadi Tanggung Jawab Bersama

Teras Media

- Penulis

Rabu, 28 Desember 2022 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Sekda: Penanganan Stunting Jadi Tanggung Jawab Bersama

Sekda: Penanganan Stunting Jadi Tanggung Jawab Bersama I Teras Media

Terasmedia.co, TANGERANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan bahwa penanganan kasus stunting merupakan tanggung jawab bersama.

Menurut Sekda, semua pihak harus aktif berpartisipasi, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun masyarakat. Semua komponen juga harus bekerjasama dan berpartisipasi secara aktif sehingga program penanganan stunting bisa berjalan dan tuntas.

Baca jugaLanjutkan..!! Pemkab Tangerang Serius Tangani Stunting, Tiap Tahunnya Angka Stunting Menurun; Ungkap DR. Hendra Tarmidzi
“Stunting merupakan tanggung jawab kita bersama. Semua harus aktif berpartisipasi karena masa depan anak bangsa harus cerdas sehat dan memiliki gizi yang cukup,” kata Sekda saat membuka kegiatan Diseminasi Audit Kasus Stunting 2 Tingkat Kabupaten Tangerang di Ruang Rapat Wareng, Selasa (27/12/22).

Sekda melanjutkan, saat ini Pemkab Tangerang terus berupaya menekan angka kasus stunting yang dimulai dari penanganan gizi balita, penganan sanitasi lingkungan dan pemeriksaan calon pengantin. Lanjut dia, para calon pengantin nantinya akan diberikan pengarahan bagaimana bereproduksi yang baik dan pentingnya gizi sehingga mampu menghasilkan keturunan yang sehat.

“Kita mulai membina calon pengantin tentang reproduksi dan pentingnya gizi, supaya nantinya mereka bisa melahirkan generasi yang sehat dan mengerti akan pentingnya gizi untuk anak,” tutur Sekda.

Baca juga :Sekda Rudi Maesyal: Lansia Harus SMART dan Gembira bersama Keluarga

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi menjelaskan jumlah angka stunting tahun 2022 ini tercatat sebanyak 9.600 kasus. Jumlah tersebut menurun drastis dibandingkan pada tahun 2021 yang mencapai 16.000-an. Untuk itu, Hendra berharap dengan soliditas dan sinergitas semua pemangku kebijakan dan masyarakat, jumlah angka bisa ditekan sampai 10 persen di angka 7.000 hingga 8.000 kasus di tahun 2023 mendatang, atau bahkan bisa zero stunting.

“Di tahun 2023 kita berharap angka stunting bisa turun 10 persen. Dari tahun 2022, dengan angka dari 9.600 menjadi 7.000 hingga 8.000 kasus. Dan setiap tahunnya angka stunting terus menurun,” ungkap Hendra.

Lanjut Hendra, Pemerintah Kabupaten Tangerang bahkan telah melebihi target yang diminta oleh Pemerintah Pusat, di mana setiap daerah harus menekan angka stunting minimal 14 persen dari jumlah balita di daerah. Menurut dia, untuk menekan angka stunting, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah membangun jamban-jamban sehat, membenahi rumah-rumah kumuh dan meminta setiap pemerintah desa menggulirkan ADD-nya untuk dialokasikan untuk penanganan kasus stunting.

“Kalau kita sudah di bawah 14 persen. Tapi kita tetap fokus untuk menurunkannya lagi sampai angka stunting benar-benar hilang,” ujarnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Data adalah Kompas Pembangunan, Adde Rosi: Akurasi adalah Harga Mati
Respon Cepat Kajati: Herlangga Wisnu Gantikan Kajari Karo yang Disorot DPR
Dukung SBY, Anton: Pasukan Perdamaian Tak Boleh di Medan Perang
Mangihut Sinaga Dorong Kasus Pelecehan Seksual Diungkap
Pinjol: Kartel Bunga dan Teror Penagihan Merusak Bangsa
6 Dekade Mengabdi, Anton Suratto: Pikiran Rakyat Selalu Jadi Tempat Berbagi
Tindakan Keji Pembukaman Suara Kritis, Abdi Rakyat Minta Penanganan Kasus Andrie Yunus Hingga Tuntas
Jimmy Lie Dijemput Polisi Tangerang Usai Diamankan di Medan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 22:55 WIB

Data adalah Kompas Pembangunan, Adde Rosi: Akurasi adalah Harga Mati

Selasa, 7 April 2026 - 23:07 WIB

Respon Cepat Kajati: Herlangga Wisnu Gantikan Kajari Karo yang Disorot DPR

Senin, 6 April 2026 - 21:46 WIB

Dukung SBY, Anton: Pasukan Perdamaian Tak Boleh di Medan Perang

Sabtu, 4 April 2026 - 16:59 WIB

Mangihut Sinaga Dorong Kasus Pelecehan Seksual Diungkap

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:21 WIB

Pinjol: Kartel Bunga dan Teror Penagihan Merusak Bangsa

Berita Terbaru

Keterangan foto : Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Ombudsman periode 2026-2031, Prof. Dr. Erwan Agus Purwanto, Kamis (16/4/2026)

Hukum dan Kriminal

Skandal Mengerikan! Hery Susanto Ditangkap, Pansel Akui Tak Tahu Dosa Lama

Kamis, 16 Apr 2026 - 22:16 WIB

Keterangan foto : Peneliti Senior IndexPolitica Indonesia, Denny Charter, Kamis (16/4/2026)

Hukum dan Kriminal

Alasan Logis Pembubaran KPK, Denny Charter: Kejagung Terbukti Lebih Mumpuni

Kamis, 16 Apr 2026 - 21:00 WIB