Dave Laksono Desak Evaluasi Penugasan TNI di Lebanon, Dua Prajurit Gugur Jadi Sorotan

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 31 Maret 2026 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan prajurit TNI di Lebanon dalam misi perdamaian dunia.

Hal ini disampaikan menyusul kembali gugurnya dua prajurit TNI dalam penugasan di wilayah konflik tersebut.

“Saya terus menyampaikan untuk dilakukan evaluasi mendalam, evaluasi ulang atas keberadaan prajurit kita di sana,” kata Dave di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, rotasi pasukan yang dijadwalkan pada Mei mendatang perlu menjadi momentum untuk mengkaji ulang skema penugasan. Ia menyebut opsi pengurangan jumlah personel hingga perubahan pola operasi perlu dipertimbangkan.

“Semestinya ini sudah ada rotasi seperti di bulan Mei. Apakah mereka perlahan dikurangi jumlahnya, atau operasinya diubah menjadi tetap berada di dalam markas, atau bagaimana,” ujarnya.

Dave juga meminta Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk memetakan ulang tugas dan operasi prajurit di Lebanon, dengan mengutamakan keselamatan personel.

Ia menyoroti kondisi konflik yang masih berlangsung antara kelompok Hizbullah dan Israel, yang dinilai meningkatkan risiko bagi pasukan penjaga perdamaian.

“Kalau perang masih berkecamuk dan ini membahayakan serta telah menewaskan prajurit kita, harus ada ketegasan, baik dari PBB maupun dari Mabes TNI,” tegasnya.

Dave mengungkapkan, jumlah personel pasukan perdamaian di Lebanon mencapai sekitar 5.000 orang, dengan sekitar 800 di antaranya merupakan prajurit TNI. Jika situasi tidak memungkinkan untuk dinyatakan aman, ia menilai operasi sebaiknya dihentikan sementara.

“Kalau memang tidak bisa dinyatakan aman, sebaiknya operasi dihentikan terlebih dahulu sampai situasi benar-benar kondusif,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Dave menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya dua prajurit TNI akibat ledakan ranjau di wilayah Bani Hayyan, Lebanon selatan.

“Dengan hati yang amat berat dan sedih, saya kembali menyampaikan belasungkawa kepada dua prajurit TNI, satu perwira dan satu bintara yang gugur akibat ranjau,” tuturnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

JAM INTEL dan KKP Bersinergi, Pastikan Pembangunan 1.000 Kampung Nelayan Bebas Hambatan
Dave Laksono: Hilirisasi Tembaga Kunci Kemandirian Industri Pertahanan
IYAC: Marak Kekerasan Seksual di Pesantren Ancam Kepercayaan Publik
Lelang Aset BPA Fair 2026, Kejagung Ungkap Kepercayaan Publik Semakin Kuat
Relawan Tim 8 Prabowo Siap Bersinergi dengan KSP Kawal Program MBG dan Kopdes
Dua Tahun Berturut, CBA Pertanyakan Duplikasi Anggaran Hama Kemenkes
Dukung Ketahanan Pangan, Logis 08 Ingatkan Danantara Jangan Terburu Investasi Peternakan
Tanpa Jaminan Hukum, Pekerja MBG Berhak Gugat Pemberi Kerja
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 20:32 WIB

JAM INTEL dan KKP Bersinergi, Pastikan Pembangunan 1.000 Kampung Nelayan Bebas Hambatan

Senin, 18 Mei 2026 - 18:36 WIB

Dave Laksono: Hilirisasi Tembaga Kunci Kemandirian Industri Pertahanan

Senin, 18 Mei 2026 - 18:22 WIB

IYAC: Marak Kekerasan Seksual di Pesantren Ancam Kepercayaan Publik

Senin, 18 Mei 2026 - 18:15 WIB

Lelang Aset BPA Fair 2026, Kejagung Ungkap Kepercayaan Publik Semakin Kuat

Senin, 18 Mei 2026 - 16:52 WIB

Relawan Tim 8 Prabowo Siap Bersinergi dengan KSP Kawal Program MBG dan Kopdes

Berita Terbaru