Dugaan “Main Mata” di Balik Proyek Pemkot Tangerang, Transparansi Dipertaruhkan

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 16 April 2026 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Tanggerang – Isu dugaan pengondisian proyek di sejumlah dinas lingkungan Pemerintah Kota Tangerang mulai menjadi sorotan. Informasi yang beredar menyebut adanya indikasi pengaturan dalam pelaksanaan proyek, yang memicu keresahan di kalangan internal maupun pelaku usaha konstruksi.

Berdasarkan keterangan dari salah satu narasumber yang enggan disebutkan identitasnya, Jumat (10/4/2026), disebutkan bahwa terdapat dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu yang memiliki pengaruh kuat dalam proses pembagian proyek di sejumlah dinas.

“Kondisi sekarang cukup memprihatinkan. Ada kesan proyek-proyek di dinas sudah diarahkan dan diatur oleh pihak tertentu,” ujarnya.

Meski demikian, narasumber tersebut tidak menyebutkan secara spesifik pihak yang dimaksud. Ia juga mengakui bahwa dugaan tersebut tidak mudah dibuktikan secara langsung karena minimnya bukti tertulis maupun rekaman yang dapat menguatkan.

Menurutnya, situasi ini menimbulkan ketidaknyamanan di berbagai kalangan, termasuk sejumlah pejabat dinas dan kontraktor lokal.

“Informasi yang beredar, ada pihak-pihak yang merasa tertekan dan tidak leluasa dalam menjalankan tugasnya. Beberapa kontraktor juga mengaku mengalami ketidakadilan dalam proses mendapatkan pekerjaan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa indikasi tersebut bisa ditelusuri melalui pola penerimaan proyek yang dinilai tidak merata.

“Ada kontraktor yang mendapatkan proyek dalam jumlah cukup banyak. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah prosesnya sudah benar-benar sesuai mekanisme,” ungkapnya.

Seorang kontraktor yang juga tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan pandangan serupa. Ia menilai, meskipun sistem pengadaan telah menggunakan LPSE dan e-katalog, masih ada celah yang berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tertentu.

“Secara sistem memang sudah digital, tapi dalam praktiknya masih ada ruang yang bisa disalahgunakan. Ini yang perlu menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Ia berharap Pemerintah Kota Tangerang dapat terus memperkuat pengawasan dan memastikan seluruh proses pengadaan berjalan transparan, adil, serta sesuai aturan yang berlaku.

“Perlu ada komitmen bersama untuk menjaga integritas dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel,” tutupnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Anak-Istri Bintoro Jadi ‘Tahanan Rumah’ Kurator sejak 2025, Bintoro Ungkap Dugaan Pemalsuan Dokumen Pailit
Bukti Kinerja Gemilang, Kejati Kalbar Sita Aset Hasil Pidana Rp115 Miliar
DPRD Kota Tangerang Dituding Boros: Rakyat Disuruh Hemat, Wakilnya Hamburkan APBD
Boyamin Saiman Minta Kejagung Telusuri Jejak Pertemuan di Hotel dan Restoran
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Langsung Masuk Bui, Begini Respon Komisi II DPR RI
Dituding Berbuat Tak Senonoh, Ternyata Korban Investasi Bodong Rp200 Juta
Pasang Tiang di Tanah Warga Sembarangan, Fiber Net Dituduh Melawan Hukum
Wali Kota Bogor Dianggap Abai: Penataan PKL Hanya Jadi Proyek Gusur Rezeki
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 10:21 WIB

Anak-Istri Bintoro Jadi ‘Tahanan Rumah’ Kurator sejak 2025, Bintoro Ungkap Dugaan Pemalsuan Dokumen Pailit

Senin, 20 April 2026 - 09:11 WIB

Bukti Kinerja Gemilang, Kejati Kalbar Sita Aset Hasil Pidana Rp115 Miliar

Minggu, 19 April 2026 - 11:15 WIB

DPRD Kota Tangerang Dituding Boros: Rakyat Disuruh Hemat, Wakilnya Hamburkan APBD

Minggu, 19 April 2026 - 00:28 WIB

Boyamin Saiman Minta Kejagung Telusuri Jejak Pertemuan di Hotel dan Restoran

Sabtu, 18 April 2026 - 23:29 WIB

Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Langsung Masuk Bui, Begini Respon Komisi II DPR RI

Berita Terbaru