Terasmedia.co Tangerang – Ribuan pengantar jemaah haji memadati kawasan Masjid Al Amzat saat prosesi pelepasan keberangkatan jemaah haji menuju Madinah, Senin (11/5/2026). Suasana haru dan bahagia menyelimuti keluarga yang turut mendampingi keberangkatan para calon tamu Allah tersebut.
Namun di tengah suasana tersebut, musibah dialami salah seorang pengunjung. Seorang warga bernama Maswah, asal Kelurahan Ketuung, RT 12/RW 03, Kecamatan Gunung Kaler, mengaku kehilangan gelang emas murni seberat 50 gram dengan nilai ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta.
Saat ditemui awak media, Maswah menceritakan awal kejadian tersebut. Ia mengaku kehilangan gelang emasnya ketika berada di area kamar mandi halaman depan Masjid Al Amzat.
“Waktu itu kondisi di kamar mandi sangat padat dan terjadi antrean serta desak-desakan pengunjung yang keluar masuk. Setelah saya keluar dari kamar mandi, baru sadar gelang emas di tangan sudah hilang,” ujar Maswah dengan nada sedih.
Korban sempat berupaya mencari gelang tersebut di sekitar lokasi, namun tidak membuahkan hasil. Ia kemudian meminta bantuan pihak operator masjid untuk membuka rekaman CCTV.
Namun, berdasarkan keterangan operator masjid, kamera pengawas di area menuju kamar mandi belum mencakup titik lokasi kejadian, sehingga tidak dapat membantu mengungkap pelaku maupun kronologi pasti hilangnya gelang tersebut.
Dengan penuh harap, Maswah memohon kepada siapa pun yang menemukan gelang emas miliknya agar berkenan mengembalikannya.
“Saya mohon kepada siapa saja yang menemukan gelang itu, tolong dikembalikan. Saya tidak akan menuntut apa-apa,” ucapnya sambil menangis.
Sementara itu, salah satu pengurus jemaah haji Kloter 15 yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa pihaknya sejak awal fokus pada pelayanan dan pengamanan jemaah haji.
“Kami sepenuhnya fokus kepada jemaah haji. Untuk pengantar atau pengunjung di luar tanggung jawab kami. Bukan berarti kami tidak prihatin atas kejadian ini, namun tugas utama kami adalah memastikan pelayanan jemaah berjalan lancar,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sistem pengamanan selama kegiatan berlangsung dinilai sudah cukup lengkap, melibatkan aparat kepolisian, TNI, serta petugas keamanan masjid.
“Petugas sudah beberapa kali mengingatkan pengunjung agar selalu waspada terhadap barang bawaan, memastikan tidak ada yang tertinggal, dan selalu melakukan pengecekan ulang. Selain itu, area khusus jemaah haji juga dibatasi dan hanya dapat dimasuki petugas serta pengurus,” pungkasnya.
Editor : Redaksi












