Terasmedia.co Jakarta — Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EN LMND) menggelar audiensi dengan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi langsung antara gerakan mahasiswa dan lembaga negara yang mengemban mandat percepatan pengentasan kemiskinan nasional.
Pertemuan ini menjadi ruang untuk menyampaikan sejumlah catatan kritis LMND terhadap kondisi riil yang dihadapi masyarakat bawah, mulai dari ketimpangan akses pendidikan, sempitnya lapangan kerja bagi anak muda, hingga pembangunan yang masih belum merata antara pusat dan daerah.
LMND memandang BP Taskin sebagai lembaga strategis yang memiliki fungsi koordinasi lintas sektor dan kapasitas untuk mendorong sinkronisasi program-program pengentasan kemiskinan agar benar-benar menyentuh kelompok paling rentan.
Namun, efektivitas fungsi itu sangat bergantung pada sejauh mana proses perencanaan dan pelaksanaan program membuka ruang bagi partisipasi masyarakat, bukan sekadar target angka dan indikator administratif.
LMND menegaskan pentingnya pendekatan yang menempatkan warga miskin bukan hanya sebagai objek program, tetapi sebagai subjek yang terlibat aktif dalam proses kebijakan.
Melalui audiensi ini, LMND berkomitmen untuk terus membangun dialog yang konstruktif dengan BP Taskin demi mendorong kebijakan pengentasan kemiskinan yang lebih berpihak pada rakyat.
Mahasiswa bukan sekadar pengaman kami hadir sebagai bagian dari masyarakat yang merasakan langsung dampak ketimpangan, sekaligus sebagai kekuatan yang siap berkontribusi dalam mendorong perubahan yang nyata.












