Jakarta – Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Indonesia Raya (PP GEMA-IR) mengapresiasi langkah Presiden RI Prabowo Subianto yang melakukan evaluasi dan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua Umum PP GEMA-IR, Agus Setiawan, menilai keputusan Presiden mengganti Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, menunjukkan komitmen pemerintah dalam melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program prioritas nasional berdasarkan kondisi riil di lapangan.
Menurut Agus, pergantian tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan program yang menyasar jutaan penerima manfaat dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Sebagai program strategis nasional yang menyentuh puluhan juta penerima manfaat, Program Makan Bergizi Gratis tentu membutuhkan pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan. Kami melihat keputusan Presiden merupakan bentuk kepemimpinan yang responsif terhadap berbagai masukan dan dinamika pelaksanaan program di lapangan,” ujar Agus, Rabu (4/6).
Selain itu, PP GEMA-IR juga mendukung langkah aparat penegak hukum yang terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG. Sebelumnya, BGN dan Kejaksaan Agung telah menjalin kerja sama dalam penguatan sistem pengawasan guna memastikan tata kelola program berjalan secara bersih, transparan, dan bebas dari penyalahgunaan kewenangan.
Agus berharap pergantian pimpinan di tubuh BGN dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, sekaligus memperbaiki berbagai kendala yang masih ditemukan di lapangan.
“Kami berharap pergantian pimpinan BGN menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, memperbaiki berbagai kekurangan yang masih ditemukan di lapangan, serta memastikan setiap anggaran negara benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” katanya.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan, melalui penyediaan makanan bergizi secara berkelanjutan. Evaluasi dan penguatan kelembagaan dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan program tersebut berjalan optimal dan akuntabel.












