LUAR BIASA, Gus Muhaimin Ketum Parpol dengan Elektabilitas Tertinggi Kedua

Teras Media

- Penulis

Kamis, 30 Maret 2023 - 20:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co JAKARTA – Nama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) masuk dalam lima benar nama kandidat calon presiden (capres) berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis PolMark Indonesia.

Sedangkan untuk kategori ketua umum partai politik (parpol), nama cicit salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) itu bertengger di urutan kedua setelah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Berdasarkan hasil survei yang dirilis, Kamis (30/3/2023), posisi lima besar capres diduduki Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (22,8%), disusul Prabowo Subianto (17,4%), Anies Baswedan (13,9%), Gubernur Jawa Tengah Ridwan Kamil (5,2%), dan Gus Muhaimin (4,8%).

Baca juga : Gus Muhaimin Minta Pernyataan Bupati Meranti Tak Diserang Balik: Jadikan Kritik

Selanjutnya, Menparekraf Sandiaga Uno (2,0%), Ketua DPR Puan Maharani (1,7%), Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebesar 1,7%, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (1,3%), mantan panglima TNI Andika Perkasa (1,1%), Menteri BUMN Erick Thohir (1,0%), mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (0,9%), Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (0,7%), Kepala BIN Budi Gunawan (0,2%), dan tokoh lain (0,4%).

Direktur Eksekutif Polmark Indonesia Eep Saefulloh Fatah mengatakan, survei ini tidak menggambarkan situasi elektoral pada 14 Februari 2024 nanti.

”Ini adalah gambaran suasana kompetisi menuju Pemilu 2024. Mereka yang elektabilitasnya masih kecil bisa membesar yang besar bisa mengecil karena masih ada rentan waktu 10 bulan lagi,” ujar Eep saat merilis hasil survei bertajuk “Peta Kompetisi Menuju Pilpres 202: Agregasi 78 Survei Dapil” di Jakarta, Kamis (30/3/2023).

Survei tersebut digelar di 77 daerah pemilihan (dapil) dengan jumlah responden masing-masing dapil 800 responden dan 1 survei melibatkan 880 responden. Secara keseluruhan agregat terdapat 62.480 responden yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan menggunakan multi state random sampling. Survei digelar pada rentan waktu 23 Januari-19 Maret 2023, dan satu survei pendahuluan pada 26 Oktober-3 November 2022. Margin of error dari agregat survei +/- 0,4%.

Khusus di wilayah Jawa Timur yang menjadi basis pemilih nahdilyin, nama Gus Muhaimin berada di posisi tiga besar dengan tingkat elektabilitas 11,46% setelah Ganjar Pranowo (23,99%) dan Prabowo Subianto (14,17%). Nama berikutnya adalah Anies Baswedan 6,45%, Khofifah Indar Parawansa (5,75%), AHY (1,78%), dan Puan Maharani (1,58%).

Dikatakan Eep, nama Gus Muhaimin menyodok di urutan tiga besar capres potensial di Jatim karena berbagai variabel. Pertama, selama ini Gus Muhaimin cukup aktif melakukan sosialisasi pencapresan di Jatim yang menjadi basis utama suara PKB.

”Siapa kandidat yang lebih aktif dibanding Gus Muhaimin di Jatim? Kedua, adakah kandidat lain selain AHY dan Khofifah yang memang berbasis Jatim? Wajar Gus Muhaimin besar di Jatim,” katanya.

Menurut Eep, memang saat ini ada tiga nama yang bertengger di tiga besar yakni Ganjar, Prabowo dan Anies. Namun, mereka yang belum menentukan pilihan juga masih tinggi di kisaran hampir 25%.

”Nama-nama belum mengerucut sesuai nama yang ada di kertas suara sehingga masih terdistribusi. Peta menuju Pilpres 2024 di Indonesia yang masih sangat cair. Tidak ada satupun pihak yang bisa mengklaim dirinya paling menonjol dan akan menang,” tuturnya.

Eep mengatakan, masih ada waktu 10 bulan lebih sehingga dinamika elektoral bisa terjadi. Pertama, dinamika elektoral ke depan akan dipengaruhi oleh apa yang terjadi sejak saat ini sampai pengajuan resmi nama kandidat yakni 19 Oktober 2023. Dinamika kedua, 19 Oktober sampai penutupan pendaftaran atau penetapan pasangan capres-cawapres.

”Ini yang krusial karena disitu akan bertemu berapa pasang? Siapa bertemu dengan siapa. Ketiga, perubahan elektoral terjadi mulai masa penetapan sampai pencoblosan 14 Februari,” katanya.

Dikatakan Eep, hingga saat ini belum jelas apakah nantinya nama-nama seperti Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto hingga Anies Baswedan benar-benar akan menjadi capres atau tidak.

”Memang benar sudah ada deklarasi, ada pengerucutan koalisi, tetapi penetapan calon masih 19 Oktober. Bisa saja nama-nama popuper itu tidak masuk,” tuturnya. (Nanang)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jerry Massie: Menpar Widiyanti Tak Kuasai Materi, Harus Segera Dicopot
Revitriyoso Husodo Tanggapi Pernyataan Jusuf Kalla soal Subsidi BBM
Tanggapi Isu Kekacauan, Ketum Projo: Rakyat Cerdas, Tak Mudah Diadu Domba
Waketum PKB Rano Alfath Condong ke Nawawi, Akankah Kembali Pimpin DPC Pandeglang?
Perang Iran dan Ilusi Kemenangan di Era Global
Kronologi Lengkap: Dari Musibah Ambruk Hingga Dugaan Perampasan Hak
Dari 4 ke 7 Kursi, PKB Lebak Tancap Gas di Muscab 2026
David Pajung: Ajakan Syaiful Muzani Menjatuhkan Prabowo Adalah Opini Jalanan, Bukan Gagasan Akademis
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 19:34 WIB

Jerry Massie: Menpar Widiyanti Tak Kuasai Materi, Harus Segera Dicopot

Kamis, 9 April 2026 - 10:51 WIB

Revitriyoso Husodo Tanggapi Pernyataan Jusuf Kalla soal Subsidi BBM

Rabu, 8 April 2026 - 20:51 WIB

Tanggapi Isu Kekacauan, Ketum Projo: Rakyat Cerdas, Tak Mudah Diadu Domba

Selasa, 7 April 2026 - 23:43 WIB

Waketum PKB Rano Alfath Condong ke Nawawi, Akankah Kembali Pimpin DPC Pandeglang?

Selasa, 7 April 2026 - 19:37 WIB

Perang Iran dan Ilusi Kemenangan di Era Global

Berita Terbaru

Semangat kebersamaan atlet zatayu dalam acara latihan gabungan INKANAS KA Bogor  19 April 2026

Olahraga

Latihan Gabungan INKANAS Kabupaten Bogor 19 April 2026

Senin, 20 Apr 2026 - 17:35 WIB