FMCSC Desak Pemerintah Segera Ambil Langkah Cepat Rusaknya Jembatan Penghubung Pakuhaji -Teluknaga

Teras Media

- Penulis

Senin, 18 Maret 2024 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co, TANGERANG, – Forum Masyarakat Cinta Sungai Cisadane ( FMCSC) meminta agar pemerintah melalukan perbaikan jembatan Kalibaru-Pakuhaji dengan skala lebih besar.

Tokoh masyarakat sekaligus ketua FMCSC, Yusin Suheb mengatakan, dengan adanya kejadian amblasnya badan jembatan Cisadane Kalibaru Pakuhaji, maka dipandang perlu agar pemerintah segera memprioritaskan perbaikan jembatan tersebut.

“Karena jembatan Kalibaru merupakan akses jalur Pantura di Tangerang Utara yang sangat aktif dilalui oleh banyak kendaraan dari mulai kendaraan pribadi, kendaraan proyek, kendaraan usaha lainnya yang bertonase tinggi dan sering terjadi kemacetan di jam berangkat kerja dan pulang kerja, dan sudah menjadi jalan utama,” kata Yusin Suheb, Minggu (17/3/2024).

Menurutnya, pembuatan jembatan baru yang lebih berskala besar itu agar mampu dilalui oleh kendaraan yang memiliki bobot bertonase tinggi.

Selain itu, ia juga mengatakan pembangunan jalan Alternatif Kedaung – Kohod yang menghubungkan dua wilayah Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang berupa peningkatan jalan menjadi jalan provinsi, hal itu menurutnya dapat menjadi solusi untuk mengurai kemacetan.

“Jalan Alternatif Kedaung- Kohod yg menghubungkan Kab Tangerang dan Kota Tangerang menjadi sangat penting untuk mencari solusi kemacetan tersebut,” ujarnya.

Ia menilai, dengan adanya peningkatan jembatan tersebut nantinya dapat menjadi alternatif jika pemerintah melalukan perbaikan jembatan baru tersebut.

“Saya rasa ini perlu supaya pemerintah mengambil langkah cepat, sebab jembatan ini kan akses penghubung dua wilayah antara kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang.” Pungkasnya.

(Bas/Ardi)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Diduga Mangkrak, Rumah Jabatan Kapolres Tambrauw Tak Rampung Meski Anggaran Rp2 Miliar
Havid Permana: Fokus Persatuan Hadapi Krisis, Bukan Mengungkit Jasa
Boyamin Saiman Minta Kejagung Telusuri Jejak Pertemuan di Hotel dan Restoran
Dituding Berbuat Tak Senonoh, Ternyata Korban Investasi Bodong Rp200 Juta
Pasang Tiang di Tanah Warga Sembarangan, Fiber Net Dituduh Melawan Hukum
Di Balik Kesepakatan Halal Bihalal: Musrianto Ingatkan RUU Ketenagakerjaan adalah Mandat Konstitusi
Wali Kota Bogor Dianggap Abai: Penataan PKL Hanya Jadi Proyek Gusur Rezeki
Mirip Kasus Amsal Sitepu, Kasus Kominsa Simeulue Diduga Bungkam Wartawan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 12:06 WIB

Diduga Mangkrak, Rumah Jabatan Kapolres Tambrauw Tak Rampung Meski Anggaran Rp2 Miliar

Minggu, 19 April 2026 - 10:24 WIB

Havid Permana: Fokus Persatuan Hadapi Krisis, Bukan Mengungkit Jasa

Minggu, 19 April 2026 - 00:28 WIB

Boyamin Saiman Minta Kejagung Telusuri Jejak Pertemuan di Hotel dan Restoran

Sabtu, 18 April 2026 - 21:10 WIB

Dituding Berbuat Tak Senonoh, Ternyata Korban Investasi Bodong Rp200 Juta

Sabtu, 18 April 2026 - 12:42 WIB

Pasang Tiang di Tanah Warga Sembarangan, Fiber Net Dituduh Melawan Hukum

Berita Terbaru