Transmigrasi Baru: Force yang Menyalakan Lentera Peradaban

Avatar photo

- Penulis

Minggu, 1 Juni 2025 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Iti Octavia Jayabaya

i

Keterangan foto: Iti Octavia Jayabaya

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Bersama dua sahabat karib, dari Jakarta kami bertiga menuju ITB di Bandung. Pagi itu, Rabu, 28 Mei 2025, di Aula Barat ITB, kami menghadiri Studium Generale bertajuk “Transmigrasi Baru, Indonesia Maju.” Mengikuti pepatah lama dari kampung halaman, “Hidup jangan sekadar hidup. Hidup harus menciptakan kehidupan.”

Dalam atmosfer historis, Aula Barat ITB, sebuah momentum intelektual terukir. Studium Generale bertajuk “Transmigrasi Baru, Indonesia Maju” menjadi panggung bagi lahirnya gagasan revolusioner tentang transmigrasi yang bukan sekadar pemindahan penduduk, melainkan sebuah force—gaya perubahan sosial dan peradaban.

 

Iftitah Sulaiman Suryanagara, saya memanggilnya Bang If/COS membuka dengan kalimat yang menggugah: “Transmigrasi adalah force. Bukan hanya pemindahan penduduk, tapi gaya yang mendorong perubahan peradaban bangsa.” Beliau mengutip prinsip dasar fisika: W = F × S (Work = Force × Distance). Transmigrasi Baru adalah gaya tersebut—energi terarah yang mendorong perubahan konkret di kawasan-kawasan baru.

 

Namun gaya tanpa arah adalah energi yang hilang. Maka diperkenalkanlah Transformasi Transmigrasi yang dijabarkan lebih lanjut melalui 5 program unggulan transmigrasi :

 

Trans Tuntas – Memberikan kepastian hukum atas tanah dan lahan transmigrasi

 

Transmigrasi Lokal – Meningkatkan kualitas SDM guna menghapuskan konflik di kawasan transmigrasi

 

Transmigrasi Patriot – Meningkatkan keberadaan dan peran SDM unggul melalui pendampingan tenaga terdidik dan terampil di kawasan transmigrasi

 

Trans Karya Nusantara – menciptakan lapangan pekerjaan, pemerataan kesejahteraan, dan peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan dan pengembangan Kawasan Ekonomi Transmigrasi Terintegrasi (KETT) berbasis industrialisasi dan hilirisasi

 

Transmigrasi Gotong Royong – Kolaborasi dan sinergi multisektoral dalam rangka mencapai efektivitas dan efisiensi proses pembangunan menuju KETT.

 

Melengkapi kerangka 5 program unggulan transmigrasi, Bang If/Cos menanamkan kerangka strategis Ends = Ways × Means, Ends: Tujuan mulia bangsa—keadilan sosial, kesejahteraan, kedaulatan, Ways: Strategi dan inovasi sebagai jalan, Means: Sumber daya yang kita miliki—alam, manusia, dan budaya.

 

“Potensi tanpa gerak hanyalah energi yang membeku,” tegas Bang Iftitah. “Seperti nikel tanpa pabrik, sawit tanpa industri, atau pemuda tanpa aksi.” Video dokumenter yang ditampilkan membentangkan sejarah panjang transmigrasi, dari masa kolonial, Orde Baru, hingga hari ini. Cuplikan Singapura—negara kecil tanpa sumber daya namun maju—menjadi pukulan reflektif.

 

“Kalau Singapura bisa menciptakan nilai dari keterbatasan, mengapa kita yang berkelimpahan justru diam, Puncaknya, program Trans Patriot diluncurkan—sebuah panggilan aksi untuk generasi muda, “Terjun ke lapangan, bangun riset, ciptakan inovasi, jadilah lentera perubahan.”

 

Di akhir orasi, Bang Iftitah menggugah, Transmigrasi Baru adalah force. Dan kalian semua—mahasiswa ITB, pemuda bangsa—adalah energi. Pilih: menjadi gaya yang mendorong perubahan, atau menjadi massa yang diam. Masa depan bangsa ada di tangan kita semua. Waktunya bukan besok, tapi sekarang.”

Di aula itu, bukan hanya lampu yang menyala—tapi lentera-lentera kecil di dada generasi muda: lentera peradaban yang siap menyalakan harapan Indonesia

 

“Sangkan hirup ulah saukur hirup. Hirup kudu nyiptakeun kahirupan.” (Pepatah Banten)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat
Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai
Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran
Plt Kadis PUPR Lebak Terjun Langsung Pantau Pembangunan Penataan  Fasilitas Alun-Alun Rangkasbitung Tahap 2 Tahun 2026
Polisi Noken Salah Satu Bahan Diskusi Coffee Morning Bersama Kapolda Papua Barat Daya
Hampir Setahun Tak Diperbaiki, Tiang Jaringan IndiHome di Rajeg Keropos
Babinsa, Babinmas dan RT Temui Warga, Polemik Pemasangan Tiang WiFi Kembali Disorot
Sungguh Miris : Ruang Kelas SMPN 1 Cileles Dibiarkan Jadi Sarang Kelelawar Hingga Timbulkan Bau Menyengat
Berita ini 8 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 08:13 WIB

Ketua PW Fatayat NU Banten Ajak Kader Fatayat NU Cikeusal Terus Bergerak Menebar Manfaat

Kamis, 24 September 2026 - 18:49 WIB

Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal Masuk Banten, CDC Desak Evaluasi Kanwil Bea Cukai

Rabu, 23 September 2026 - 18:45 WIB

Perkuat SDM Banten, Polda Gandeng Dunia Usaha melalui Program Poliran

Selasa, 22 September 2026 - 16:58 WIB

Plt Kadis PUPR Lebak Terjun Langsung Pantau Pembangunan Penataan  Fasilitas Alun-Alun Rangkasbitung Tahap 2 Tahun 2026

Selasa, 22 September 2026 - 16:56 WIB

Polisi Noken Salah Satu Bahan Diskusi Coffee Morning Bersama Kapolda Papua Barat Daya

Berita Terbaru