Transformasi Polri Tak Lepas dari Penguatan Kapasitas IT, Kata Komisi III DPR

Teras Media

- Penulis

Rabu, 28 Januari 2026 - 00:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Anggoga Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Nasir Djamil, Selasa (27/1/2026)

i

Keterangan foto : Anggoga Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Nasir Djamil, Selasa (27/1/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menegaskan bahwa transformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tidak dapat dipisahkan dari penguatan kapasitas teknologi informasi (IT).

Di tengah maraknya kejahatan berbasis digital, peningkatan profesionalitas aparat kepolisian dinilai harus berjalan seiring dengan penguasaan teknologi yang memadai.

Anggota Komisi III DPR RI, Nasir Djamil, menyampaikan bahwa tantangan keamanan saat ini semakin kompleks, terutama dengan berkembangnya kejahatan siber yang memanfaatkan kemajuan teknologi. Oleh karena itu, Polri dituntut untuk lebih adaptif dan responsif melalui penguatan pendidikan serta pelatihan IT bagi seluruh personel.

“Transformasi Polri tidak bisa dilepaskan dari penguatan IT. Di era digital, aparat penegak hukum harus memiliki kemampuan teknologi yang mumpuni agar mampu menjawab tantangan kejahatan berbasis digital,” ujar Nasir Djamil.

Menurutnya, penguatan kompetensi IT tidak hanya penting untuk penegakan hukum, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dengan dukungan teknologi, pelayanan kepolisian diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, transparan, dan berorientasi pada perlindungan hak-hak masyarakat.

Komisi III DPR RI terus mendorong reformasi Polri yang berkelanjutan dengan menitikberatkan pada pembangunan sumber daya manusia yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Reformasi tersebut diharapkan mampu mewujudkan institusi Polri yang modern, dipercaya publik, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital.

“Reformasi Polri hari ini adalah tentang membangun polisi yang adaptif di era digital, tanpa meninggalkan prinsip pelayanan dan perlindungan terhadap masyarakat,” tutupnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

JAM INTEL dan KKP Bersinergi, Pastikan Pembangunan 1.000 Kampung Nelayan Bebas Hambatan
Dave Laksono: Hilirisasi Tembaga Kunci Kemandirian Industri Pertahanan
IYAC: Marak Kekerasan Seksual di Pesantren Ancam Kepercayaan Publik
Lelang Aset BPA Fair 2026, Kejagung Ungkap Kepercayaan Publik Semakin Kuat
Relawan Tim 8 Prabowo Siap Bersinergi dengan KSP Kawal Program MBG dan Kopdes
Dua Tahun Berturut, CBA Pertanyakan Duplikasi Anggaran Hama Kemenkes
Dukung Ketahanan Pangan, Logis 08 Ingatkan Danantara Jangan Terburu Investasi Peternakan
Tanpa Jaminan Hukum, Pekerja MBG Berhak Gugat Pemberi Kerja
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 20:32 WIB

JAM INTEL dan KKP Bersinergi, Pastikan Pembangunan 1.000 Kampung Nelayan Bebas Hambatan

Senin, 18 Mei 2026 - 18:36 WIB

Dave Laksono: Hilirisasi Tembaga Kunci Kemandirian Industri Pertahanan

Senin, 18 Mei 2026 - 18:22 WIB

IYAC: Marak Kekerasan Seksual di Pesantren Ancam Kepercayaan Publik

Senin, 18 Mei 2026 - 18:15 WIB

Lelang Aset BPA Fair 2026, Kejagung Ungkap Kepercayaan Publik Semakin Kuat

Senin, 18 Mei 2026 - 16:52 WIB

Relawan Tim 8 Prabowo Siap Bersinergi dengan KSP Kawal Program MBG dan Kopdes

Berita Terbaru