Kejati Sumsel Tangkap dan Tahan Tersangka Suap Proyek Irigasi Muara Enim

Avatar photo

- Penulis

Kamis, 19 Februari 2026 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan telah menetapkan dua orang tersangka terkait dugaan gratifikasi dan suap dalam proyek Pengembangan Jaringan Irigasi Ataran Air Lemutu, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Kamis (19/2/2026)

i

Keterangan foto : Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan telah menetapkan dua orang tersangka terkait dugaan gratifikasi dan suap dalam proyek Pengembangan Jaringan Irigasi Ataran Air Lemutu, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Kamis (19/2/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Palembang – Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan telah menetapkan dua orang tersangka terkait dugaan gratifikasi dan suap dalam proyek Pengembangan Jaringan Irigasi Ataran Air Lemutu, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim. Penetapan dilakukan pada hari Rabu (18/2/2026) oleh Tim Penyidik Kejati Sumsel setelah melalui proses penangkapan dan pemeriksaan mendalam.

Kedua tersangka yang ditetapkan adalah KT, yang masih aktif sebagai Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim, serta RA, anak dari KT. Kasus ini berkaitan dengan pemberian sejumlah uang sekitar Rp1,6 miliar yang diperoleh dari pengusaha/rekanan terkait proses pencairan uang muka proyek irigasi di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muara Enim.

Setelah ditemukan alat bukti yang cukup, kedua tersangka dikenai tindakan penahanan selama 20 hari, mulai dari tanggal 18 Februari 2026 hingga 09 Maret 2026, di Rumah Tahanan Negara Kelas 1 Palembang. Dalam penyelidikan ini, pihak kejaksaan telah memeriksa sebanyak 10 orang saksi dari berbagai pihak terkait, antara lain dinas, kontraktor, bank, dan Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Menurut informasi yang diperoleh, modus operandi kasus ini bermula dari informasi adanya pemberian uang yang kemudian mendorong pihak kejaksaan untuk melakukan penyelidikan. Dalam proses tersebut ditemukan fakta pembelian satu unit mobil Alphard warna putih dengan plat nomor B 2451 KYR, serta bukti transfer uang sebesar Rp1,6 miliar dari PT. DCK kepada tersangka RA. Uang tersebut kemudian diteruskan RA kepada KT, dan mobil yang dibeli terbukti merupakan hasil dari dana tersebut. Tim penyidik juga telah melakukan penggeledahan yang menghasilkan slip transfer uang dan mobil sebagai barang bukti.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumatera Selatan, Vanny Yulia Eka Sari menyebut pihaknya telah melakukan langkah-langkah hukum secara sistematis dan sesuai prosedur. Penetapan dan penahanan tersangka ini menjadi bukti komitmen Kejaksaan Tinggi Sumsel dalam menindak tegas setiap bentuk korupsi, termasuk yang menyangkut perangkat daerah dan proyek pembangunan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

“Semua bukti akan kami kumpulkan secara menyeluruh untuk menjamin proses hukum berjalan adil dan transparan,” kata Vanny kepada redaksi, Kamis (19/2/2026)

Ia juga menambahkan bahwa pihak kejaksaan akan terus mengawal proses penyidikan hingga tuntas.

“Kami tidak akan mengabaikan setiap indikasi pelanggaran hukum, terutama yang merugikan kepentingan publik. Proyek irigasi seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan menjadi sarana untuk memperoleh keuntungan pribadi melalui cara yang tidak benar,”tutup Vanny.

Penulis : Jum

Editor : Red

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Ujung Kulon Terancam, Arif Rahman: Paru-Paru Dunia Butuh Perhatian
Optimisme Tinggi! Herman Khaeron dan Anton Suratto Pastikan Jabar Tetap Juara
Data adalah Kompas Pembangunan, Adde Rosi: Akurasi adalah Harga Mati
Gagap Data Anggaran, Menteri Pariwisata Layak Di-Reshuffle
Kumpulan Catatan Pembuktian Persidangan Perdata Perkara CMNP Lawan Hary Tanoe dan MNC, Begini Faktanya
Memaknai Lawatan Presiden ke Rusia, dan Menhan ke US. PROJO : Itu Tanda-tanda Indonesia Akan Besar
BCW Tegaskan: Kematian Dua Anak di Proyek KSCS Lebak Adalah Kelalaian Pidana
Pekerja Koma Tak Punya BPJS, Kepala BGN Janji Investigasi SPPG di Langkat
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 07:24 WIB

Ujung Kulon Terancam, Arif Rahman: Paru-Paru Dunia Butuh Perhatian

Kamis, 16 April 2026 - 01:37 WIB

Optimisme Tinggi! Herman Khaeron dan Anton Suratto Pastikan Jabar Tetap Juara

Rabu, 15 April 2026 - 22:55 WIB

Data adalah Kompas Pembangunan, Adde Rosi: Akurasi adalah Harga Mati

Rabu, 15 April 2026 - 22:30 WIB

Gagap Data Anggaran, Menteri Pariwisata Layak Di-Reshuffle

Rabu, 15 April 2026 - 18:40 WIB

Memaknai Lawatan Presiden ke Rusia, dan Menhan ke US. PROJO : Itu Tanda-tanda Indonesia Akan Besar

Berita Terbaru

Keterangan foto : Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, Senin (13/4/2026)

Headline

Gagap Data Anggaran, Menteri Pariwisata Layak Di-Reshuffle

Rabu, 15 Apr 2026 - 22:30 WIB