Artis Cantik Camelia Panduwinata Lubis Menangis Melihat Penderitaan Warga Kebun Sayur yang Digusur Secara Paksa

Teras Media

- Penulis

Sabtu, 21 Juni 2025 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Artis cantik Camelia Panduwinata Lubis saat bersama anak-anak korban penggusuran jumat 20 Juni 2025.

i

Foto Artis cantik Camelia Panduwinata Lubis saat bersama anak-anak korban penggusuran jumat 20 Juni 2025.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta Barat — Konflik pertanahan yang terjadi di Jalan Kebun Sayur, RT 6 RW 07, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, menyisakan duka mendalam bagi ribuan warganya. Tanah seluas kurang lebih 23 hektar yang selama ini dihuni oleh sekitar 3.000 jiwa atau 1.500 kepala keluarga kini rata dengan tanah setelah penggusuran paksa yang dilakukan oleh sekelompok preman yang diduga dikerahkan oleh Herawati, pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan.

Artis cantik Camelia Panduwinata Lubis tak kuasa menahan air mata ketika menyaksikan penderitaan warga yang kehilangan tempat tinggalnya. Dalam keterangannya, Camelia menyatakan keprihatinannya atas tragedi kemanusiaan ini, (20/6).

<span;>”Saya melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana anak-anak yang biasanya bermain, kini harus bermain di atas tanah merah bekas reruntuhan rumah mereka. Para ibu menangis, trauma, kehilangan segalanya kecuali pakaian di badan. Ini menyayat hati saya,” ucap Camelia dengan mata berkaca-kaca.

Artis yang dikenal vokal terhadap isu kemanusiaan ini meminta perhatian serius dari pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, untuk segera turun tangan mencari solusi bagi ribuan warga Kebun Sayur yang telah tinggal di sana selama puluhan tahun, bahkan sejak zaman nenek moyang mereka.

“Jangan sampai janji-janji kampanye hanya menjadi omong kosong. Presiden pernah berjanji bahwa kepentingan rakyat adalah segalanya. Mana buktinya? Ini saatnya pemerintah hadir dan membuktikan keberpihakannya,” tegas Camelia.

Ia juga mengecam keras tindakan para preman yang disebut-sebut melakukan kekerasan kepada warga. Diduga, aksi penggusuran tersebut melibatkan anak buah Hercules, yang dikenal sebagai preman kawakan di Jakarta. Camelia berjanji akan terus bersama warga memperjuangkan hak mereka, bahkan siap melakukan aksi besar-besaran ke DPR RI dan Istana Negara jika pemerintah tetap tutup mata.

“Kami akan mengepung DPR dan Istana kalau perlu. Ini soal kemanusiaan. Hati nurani pejabat harus digugah. Tolong dengarkan tangisan anak-anak, ibu-ibu yang trauma, warga yang tidak tahu lagi harus tinggal di mana,” tambahnya.

Pius Situmorang, selaku kuasa hukum warga, menyayangkan cara-cara yang dilakukan pihak yang mengaku pemilik tanah. Menurutnya, ada indikasi kriminalisasi terhadap warga yang mempertahankan haknya.

“Ini bukan sekadar konflik pertanahan biasa, tetapi sudah merambah pada kriminalisasi warga. Mereka dipidanakan hanya karena berani bersuara membela tanah tempat mereka hidup bertahun-tahun,” jelas Pius.

Ia berharap pemerintah segera hadir untuk menyelesaikan konflik ini secara adil. Jangan sampai laporan pidana justru digunakan sebagai alat untuk membungkam masyarakat.

Seorang warga yang menjadi korban penggusuran mengungkapkan kronologi peristiwa memilukan tersebut.

“Kami didatangi preman-preman. Tiba-tiba saja rumah sudah rata dengan tanah. Saya punya KTP DKI, saya warga negara Indonesia, saya juga punya surat penampungan, tapi semua itu tidak dihargai. Saya dipaksa ambil uang, katanya sudah dibayar, tapi saya tidak tahu menahu,” cerita salah satu warga.

Warga juga mengaku sudah mengadu ke berbagai instansi, mulai dari kantor gubernur, walikota, hingga kepolisian, namun hingga kini belum ada hasil.

“Kami minta tolong kepada Presiden Prabowo, tolong bantu kami. Kami ingin hidup tenang bersama anak-anak kami. Setiap hari hidup kami penuh ketakutan, trauma, tidak tahu harus ke mana,” tambahnya penuh harap.

Konflik pertanahan di Kebun Sayur ini menjadi salah satu potret buram ketidakadilan yang masih terjadi di Ibu Kota. Ribuan nyawa kini menunggu perhatian serius dari negara.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Skandal iPhone Kemenko Pangan: Gaya Elit, Urus Minyak Goreng Sulit
TNI Pastikan Jembatan Garuda Berfungsi Maksimal
PKS Desak Lepas Saham Bir, CBA: Jangan Salahi Pemerintah Saat Penjualan Turun ​
Kejari Kota Bekasi Usut Pungli Izin MCK Pasar Bantargebang
Sepatu Sekolah Rakyat Rp700 Ribu Disorot, CBA: KPK Jangan Cuma Datang untuk Cuci Tangan
Kasus Korupsi Rp50 Miliyar; KOSMAK Desak Kejati Sulsel Tetapkan Tersangka dan Tahan Bupati Sidrap
Gawat, Viral Pemuda Bogor Jadi Tersangka Usai Duel Lawan Bank Keliling
Polisi Ciduk Pengedar Tembakau Sintetis Jaringan Jakarta di Rangkasbitung
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:20 WIB

Skandal iPhone Kemenko Pangan: Gaya Elit, Urus Minyak Goreng Sulit

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:03 WIB

TNI Pastikan Jembatan Garuda Berfungsi Maksimal

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:38 WIB

PKS Desak Lepas Saham Bir, CBA: Jangan Salahi Pemerintah Saat Penjualan Turun ​

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:54 WIB

Kejari Kota Bekasi Usut Pungli Izin MCK Pasar Bantargebang

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:48 WIB

Sepatu Sekolah Rakyat Rp700 Ribu Disorot, CBA: KPK Jangan Cuma Datang untuk Cuci Tangan

Berita Terbaru

Keterangan foto : Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Arif Rahman, Minggu (10/4/2026)

Nasional

Aksi Nyata Arif Rahman Bangun Jembatan di Mogana Pandeglang

Senin, 11 Mei 2026 - 00:46 WIB