Pendapatan Triliunan, Air PAM Jaya Bau Moya Seperti Air Comberan

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 18 Juli 2025 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Direktur Eksekutif CBA Uchok Sky Khadafi, Rabu (25/6/2025)

i

Keterangan foto : Direktur Eksekutif CBA Uchok Sky Khadafi, Rabu (25/6/2025)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Pelayanan air bersih oleh PAM Jaya yang bekerja sama dengan PT Moya Indonesia kembali dikeluhkan warga. Alih-alih mendapat air bersih dan jernih seperti dijanjikan, warga justru menerima air berbau tak sedap, berwarna keruh kehitaman, dan menyerupai air comberan. Tak heran, istilah air berbau “Moya” kini ramai digunakan masyarakat untuk menyindir kondisi tersebut.

Kondisi ini dikeluhkan oleh ratusan warga di tiga RW wilayah Kelurahan Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Mereka mengaku sudah tiga hingga lima bulan terakhir menerima supplai air yang kotor, berbau dan kadang tidak mengalir sama sekali.

“Airnya bau, warnanya keruh, tidak layak dipakai, apalagi untuk minum atau masak,” ujar Haji Zaelani, Tokoh masyarakat setempat.

Hal serupa juga disorot oleh Direktur Eksekutif Center For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi. Inilah hasil dari proses penunjukan langsung kerjasama kepada PT Moya Indonesia yang tidak Transparan. Ditambah kualitas manajemen PAM Jaya yang masih kurang memberikan layanan optimal, Padahal pendapatan perusahaan tersebut sangat besar.

“Rata-rata pendapatan PAM Jaya dari tahun 2019 hingga 2024 selalu di atas Rp 2 Triliun. Tahun 2023 saja, laba tahun berjalan mencapai sebesar Rp 1,2 Triliun. Tapi kok air yang keluar malah berbau ‘Moya’ seperti comberan?, Ada yang salah dalam pengelolaan ini,” ujar Uchok Sky Khadafi dalam keterangannya kepada wartawan Jumat, (18/7/2025).

Ia juga mengingatkan agar pengelolaan PAM Jaya tidak seperti pengelolaan Bansos di Perumda Pasar Jaya yang diduga menyimpan skandal korupsi sebesar Rp 2,85 Triliun.

“Kasus tersebut sudah jadi rahasia umum di DKI Jakarta,” pungkas Uchok Sky.

Hingga berita ini diturunkan, Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan warga dan kritik publik terhadap kualitas air yang buruk di Jakarta Utara. Sementara warga berharap ada tindakan cepat dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan instansi terkait agar supplai air bersih kembali layak digunakan.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Mafia Anggaran Porang Sidrap: KOSMAK Lapor, Rusdi Masse dkk Diduga Rencanakan Korupsi Sejak Awal
Tak Ada Kepastian Hukum di Nabire, Matahukum Bawa Dugaan Maladministrasi Kemenhut ke Ombudsman
Bahrain Uji Paradigma Baru: Advokat Sebagai Pilar Penegak Hukum, Bukan Sekadar Jasa Hukum ​
LBH Peradi Profesional: Pembuktian Perkara Gabriel Tidak Memenuhi Syarat KUHAP
Jadi Sorotan, Usut Tuntas Proyek Rp5 Miliar Longsor Mamasa-Malabo
GAANAS Soroti Pokir DPRA Rp1 Triliun, KPK Didesak Telusuri Rantai Anggaran
Kasus Kecelakaan Kerja Sri Rahayu Masuk Penyelidikan, KP MBG: Bongkar Seluruh Mata Rantai Tanggung Jawab
LBH PRABHU Lantik Pengurus Cabang Kota Tangerang Selatan, Perkuat Akses Keadilan bagi Masyarakat
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Mafia Anggaran Porang Sidrap: KOSMAK Lapor, Rusdi Masse dkk Diduga Rencanakan Korupsi Sejak Awal

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Tak Ada Kepastian Hukum di Nabire, Matahukum Bawa Dugaan Maladministrasi Kemenhut ke Ombudsman

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 00:35 WIB

Bahrain Uji Paradigma Baru: Advokat Sebagai Pilar Penegak Hukum, Bukan Sekadar Jasa Hukum ​

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 00:23 WIB

LBH Peradi Profesional: Pembuktian Perkara Gabriel Tidak Memenuhi Syarat KUHAP

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Jadi Sorotan, Usut Tuntas Proyek Rp5 Miliar Longsor Mamasa-Malabo

Berita Terbaru

Nasional

Pakar : Punya Ijasah Ghoib, Gibran Pantas Didiskualifikasi

Minggu, 4 Okt 2026 - 19:01 WIB