HKTI Kolaborasi Bareng Perusahaan Malaysia Demi Tingkatkan Produksi Karet Indonesia

Teras Media

- Penulis

Selasa, 23 Januari 2024 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : HKTI Kolaborasi Bareng Perusahaan Malaysia Demi Tingkatkan Produksi Karet Indonesia, Senin (22/1/2024)

i

Keterangan foto : HKTI Kolaborasi Bareng Perusahaan Malaysia Demi Tingkatkan Produksi Karet Indonesia, Senin (22/1/2024)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Dalam upaya meningkatkan hasil produksi tanaman karet rakyat, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) akan menerapkan teknologi MCTS (Mercu Cut Tapping System) untuk penyadapan karet. Teknologi ini telah diuji cobakan di Malaysia dan berhasil meningkatkan produksi karet hingga 300%.

Ketua Umum HKTI Moeldoko mengatakan, kerja sama ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani karet Indonesia.

“Mercu akan memberikan teknologi panen yang bisa meningkatkan panen karet lebih banyak, dan mereka siap menjadi offtaker (pembeli) hasil panennya,” kata Moeldoko, Senin (22/1).

Ia menjelaskan, teknologi penyadapan karet ini merupakan inovasi dalam proses pemanenan getah karet. Kondisi industri karet saat ini terpuruk. Saat ini, luas lahan karet di Indonesia mencapai 3,83 juta hektare. Namun hasilnya hanya 3,13 juta ton per tahun.

Mercu Bio Tech sebagai perusahaan yang memperkenalkan cara panen yang tidak lagi menggunakan metode tradisional dengan melukai kulit pohon karet. Mereka menggunakan metode menyuntikkan jarum untuk mengalirkan getah dari dalam pohon.
Chairman Mercu Bio Tech Datu Sri Ahmad menuturkan, metode lama mengakibatkan cedera pada pohon karet sehingga hasil panen tidak optimal.

Dengan menggunakan teknologi yang mereka temukan ini, produksi getah karet dapat mencapai 4,5 ton per hektare setiap tahunnya, dibandingkan dengan rata-rata sebelumnya hanya berkisar satu ton per hektare per tahun.
Dalam MoU tersebut juga menyatakan, pihak Mercu Bio Tech akan membeli seluruh hasil panen petani karet.

Perusahaan teknologi perkebunan yang berbasis di Malaysia ini memang telah cukup dikenal menerapkan teknologi terbaru di bidang berkebunan.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Data adalah Kompas Pembangunan, Adde Rosi: Akurasi adalah Harga Mati
Respon Cepat Kajati: Herlangga Wisnu Gantikan Kajari Karo yang Disorot DPR
Dukung SBY, Anton: Pasukan Perdamaian Tak Boleh di Medan Perang
Mangihut Sinaga Dorong Kasus Pelecehan Seksual Diungkap
Pinjol: Kartel Bunga dan Teror Penagihan Merusak Bangsa
6 Dekade Mengabdi, Anton Suratto: Pikiran Rakyat Selalu Jadi Tempat Berbagi
Tindakan Keji Pembukaman Suara Kritis, Abdi Rakyat Minta Penanganan Kasus Andrie Yunus Hingga Tuntas
Jimmy Lie Dijemput Polisi Tangerang Usai Diamankan di Medan
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 22:55 WIB

Data adalah Kompas Pembangunan, Adde Rosi: Akurasi adalah Harga Mati

Selasa, 7 April 2026 - 23:07 WIB

Respon Cepat Kajati: Herlangga Wisnu Gantikan Kajari Karo yang Disorot DPR

Senin, 6 April 2026 - 21:46 WIB

Dukung SBY, Anton: Pasukan Perdamaian Tak Boleh di Medan Perang

Sabtu, 4 April 2026 - 16:59 WIB

Mangihut Sinaga Dorong Kasus Pelecehan Seksual Diungkap

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:21 WIB

Pinjol: Kartel Bunga dan Teror Penagihan Merusak Bangsa

Berita Terbaru

Keterangan foto : Peneliti Senior IndexPolitica Indonesia, Denny Charter, Kamis (16/4/2026)

Hukum dan Kriminal

Alasan Logis Pembubaran KPK, Denny Charter: Kejagung Terbukti Lebih Mumpuni

Kamis, 16 Apr 2026 - 21:00 WIB