Kembali Terjadi, Musa Weliansyah Serius Akan Laporkan Bawaslu Lebak ke DKPP Soal Rangkap Jabatan

Teras Media

- Penulis

Senin, 27 Mei 2024 - 06:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Anggota DPRD Lebak, Musa Weliansyah, mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) segera memberhentikan 23 orang anggota Panwascam, Selasa (10/10/2023)

i

Keterangan foto : Anggota DPRD Lebak, Musa Weliansyah, mendesak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) segera memberhentikan 23 orang anggota Panwascam, Selasa (10/10/2023)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Anggota komisi I DPRD Lebak Musa Weliansyah menyebut bahwa adanya dugaan penerimaan sejumlah Pengawas Kecamatan (Panwascam) dalam persiapan Pilkada 2024 oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Lebak. Menurut Musa, dugaan kuat rangkap jabatan tersebut bahkan menerima uang dari timsukses salah satu calon anggota DPR RI.

“Melalui transfer ke rekening pribadi hingga uang tunai untuk Serangan fajar yang ditandatangani di kwitansi Bermaterai. Miris, padahal sebelumnya baik yang terkait doble job maupun oknum panwascam yang menerima uang dan menjadi tim sukses Caleg pada pemilu 14 Februari 2024 sudah saya informasikan ke Bawaslu Lebak melalui pesan Whastapp mengirimkan Bukti-bukti Termasuk bukti transfer maupun poto kwitansi penerima Uang tunai Bermaterai. Harusnya Mereka di evaluasi dan tidak di Loloskan kembali menjadi Panwascam pilkada,” kata Musa Weliansyah pada awak media, Senin (26/5/2024).

Musa menjelaskan tindakan Ketua dan anggota Bawaslu Kabupaten Lebak diduga telah melakukan pelanggaran kode etik. Hal itu tentu tidak profesional dan tidak berintegritas didalam menerima informasi masyarakat pada saat seleksi calon panwascam.

“Atas dasar itu dalam waktu dekat politisi Partai Persatuan Pembangunan Musa Weliyansah kembali akan melaporkan Ketua dan anggota Bawaslu Kabupaten Lebak ke DKPP RI,” ucap Musa.

Lanjut Musa, ada Beberapa oknum Ketua dan anggota hingga staf Panwascam di Kabupaten Lebak yang diduga menerima uang hingga puluhan juta per-orang. Menurut Musa, yang mana uang tersebut untuk dibagikan kepada pemilih agar mencoblos salah satu calon anggota DPR RI.

Dirinya juga mengaku memiliki bukti dan data pendukung bahwa ada beberapa panwascam yang rangkap jabatan namun dibiarkan oleh Ketua dan Anggota Bawaslu kabupaten Lebak padahal cukup jelas larangan rangkap jabatan bagi panwascam sebagimana Pasal 117 uu No 7 tahun 2017 Tentang pemilu, bahkan sudah ada putusan DKPP RI Terhadap Bawaslu Kabupaten Lebak dengan nomor perkara : 49-PKE-DKPP/XII/2022.

“Walaupun dalam perkara tersebut yang menjadi pihak teradu yaitu Ketua dan Anggota Bawaslunya berbeda namun poko perkaranya hampir sama, ” Beber Politisi berlambang Ka’bah tersebut.

Artinya, jika ada yang doble job harus mundur dari panwascam atau dari pekerjaan sebelumnya baik guru honorer, P3K, Ketua BPD Dll. Ini wajib hukumnya memilih salah satu.

“Apabila Bawaslu Lebak tidak Merespon saya akan laporkan ke DKPP RI, saya tidak akan main-main didalam poko aduan akan meminta DKPP memberikan sanksi terberat yaitu pemberhentian, ” tutup Musa.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Data adalah Kompas Pembangunan, Adde Rosi: Akurasi adalah Harga Mati
Respon Cepat Kajati: Herlangga Wisnu Gantikan Kajari Karo yang Disorot DPR
Dukung SBY, Anton: Pasukan Perdamaian Tak Boleh di Medan Perang
Mangihut Sinaga Dorong Kasus Pelecehan Seksual Diungkap
Pinjol: Kartel Bunga dan Teror Penagihan Merusak Bangsa
6 Dekade Mengabdi, Anton Suratto: Pikiran Rakyat Selalu Jadi Tempat Berbagi
Tindakan Keji Pembukaman Suara Kritis, Abdi Rakyat Minta Penanganan Kasus Andrie Yunus Hingga Tuntas
Jimmy Lie Dijemput Polisi Tangerang Usai Diamankan di Medan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 22:55 WIB

Data adalah Kompas Pembangunan, Adde Rosi: Akurasi adalah Harga Mati

Selasa, 7 April 2026 - 23:07 WIB

Respon Cepat Kajati: Herlangga Wisnu Gantikan Kajari Karo yang Disorot DPR

Senin, 6 April 2026 - 21:46 WIB

Dukung SBY, Anton: Pasukan Perdamaian Tak Boleh di Medan Perang

Sabtu, 4 April 2026 - 16:59 WIB

Mangihut Sinaga Dorong Kasus Pelecehan Seksual Diungkap

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:21 WIB

Pinjol: Kartel Bunga dan Teror Penagihan Merusak Bangsa

Berita Terbaru

Keterangan foto : Sekjen Matahukum, Mukhsin Nasir menggunakan baju hitam, Selasa (11/9/2023)

Hukum dan Kriminal

Soroti Tender Rp121 M, Mukhsin Nasir: KPK Periksa Menag

Kamis, 16 Apr 2026 - 11:49 WIB