Segera Tutup Perusahaan, Ratusan Karyawan PT. NHM di Akan Duduki Kantor Kemenaker

Teras Media

- Penulis

Sabtu, 22 Maret 2025 - 00:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : Ratusan Karyawan PT. Nusa Halmahera Mineral (NHM) sudah tiba di Jakarta.

i

Keterangan foto : Ratusan Karyawan PT. Nusa Halmahera Mineral (NHM) sudah tiba di Jakarta.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Ratusan Karyawan PT. Nusa Halmahera Mineral (NHM) sudah tiba di Jakarta. Mereka datang untuk menuntut perusahaan tambang emas tersebut segera membayarkan hak-hak mereka.

“Tuntutan para pekerja yaigu seperti gaji karyawan maupun pesangon untuk mereka yang sudah pensiun,” kata Ketua Solidaritas anak Muda Indonesia Timur (SMIT) Mesak Habari, Jumat (21/3/2025)

Lebih lanjut, Eca sapaan Mesak Habari menyebut, Perusahaan tambang emas yang beroperasi di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara banyak mendapat sorotan oleh berbagai pihak belakangan ini. Salah satunya dari Solidaritas Anak Muda Indonesia Timur (SMIT)yang turut mendampingi para karyawan yang tiba di Jakarta.

“Mereka datang ke Jakarta karna sudah bingung mau mengadu ke mana lagi. Berbagai tempat dan cara sudah mereka datangi, mulai dari Dinas Ketenagakerjaan yang notabene adalah ujung tombak para pekerja tidak mampu menyelesaikan persoalan yang mereka alami,” jelas Eca.

Mengadu ke DPRD Kabupaten Halmahera Utara yang punya legitimasi kuat mewakili rakyat tidak bisa buat apa-apa terhadap perusahaan yang diduga tidak ada niat baik sama sekali kepada para pekerja.

Lanjut Eca, sapaan akrab Mesak Habari. Mereka datang ke Jakarta untuk mengadu ke “Kementerian Ketenagakerjaan” karna tidak percaya lagi dengan Dinas Ketenagakerjaan dan DPRD Kabupaten Halmahera Utara,” ujar Eca.

“Pada hari Senin, 24 Maret 2024 SMIT akan mendampingi para pekerja untuk geruduk kantor Pusat PT. NHM lalu lanjut ke Kementerian Ketenagakerjaan, menduduki kantor sampai ada kepastian hak-hak mereka di bayar,”Tegas Eca.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Data adalah Kompas Pembangunan, Adde Rosi: Akurasi adalah Harga Mati
Respon Cepat Kajati: Herlangga Wisnu Gantikan Kajari Karo yang Disorot DPR
Dukung SBY, Anton: Pasukan Perdamaian Tak Boleh di Medan Perang
Mangihut Sinaga Dorong Kasus Pelecehan Seksual Diungkap
Pinjol: Kartel Bunga dan Teror Penagihan Merusak Bangsa
6 Dekade Mengabdi, Anton Suratto: Pikiran Rakyat Selalu Jadi Tempat Berbagi
Tindakan Keji Pembukaman Suara Kritis, Abdi Rakyat Minta Penanganan Kasus Andrie Yunus Hingga Tuntas
Jimmy Lie Dijemput Polisi Tangerang Usai Diamankan di Medan
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 22:55 WIB

Data adalah Kompas Pembangunan, Adde Rosi: Akurasi adalah Harga Mati

Selasa, 7 April 2026 - 23:07 WIB

Respon Cepat Kajati: Herlangga Wisnu Gantikan Kajari Karo yang Disorot DPR

Senin, 6 April 2026 - 21:46 WIB

Dukung SBY, Anton: Pasukan Perdamaian Tak Boleh di Medan Perang

Sabtu, 4 April 2026 - 16:59 WIB

Mangihut Sinaga Dorong Kasus Pelecehan Seksual Diungkap

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:21 WIB

Pinjol: Kartel Bunga dan Teror Penagihan Merusak Bangsa

Berita Terbaru

Keterangan foto : Sementara itu, Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Ombudsman periode 2026-2031, Prof. Dr. Erwan Agus Purwanto, Kamis (16/4/2026)

Hukum dan Kriminal

Skandal Mengerikan! Hery Susanto Ditangkap, Pansel Akui Tak Tahu Dosa Lama

Kamis, 16 Apr 2026 - 22:16 WIB

Keterangan foto : Peneliti Senior IndexPolitica Indonesia, Denny Charter, Kamis (16/4/2026)

Hukum dan Kriminal

Alasan Logis Pembubaran KPK, Denny Charter: Kejagung Terbukti Lebih Mumpuni

Kamis, 16 Apr 2026 - 21:00 WIB