FPP TNI, Petisi-100, dan MPUII Layangkan Tuntutan ke Pemerintah dan DPR

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 2 September 2025 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto (red).

i

Foto (red).

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Sejumlah organisasi yang mengatasnamakan FPP TNI, Petisi-100, dan MPUII menyampaikan pernyataan sikap dengan judul “Rakyat Menggugat Pemerintah dan DPR” di Jakarta, Senin (2/9).

Dalam pernyataan tersebut, koordinator aksi Mayjen (Purn.) Soenarko menilai bahwa setelah 80 tahun merdeka, Indonesia menghadapi krisis kedaulatan akibat dominasi oligarki yang disebut sebagai pelaku State-Corporate Crimes (SCC).

Mereka menuding kebijakan era Presiden Joko Widodo masih berlanjut di masa Presiden Prabowo Subianto.

“Agenda perbaikan yang dijanjikan pemerintah lebih layak disebut retorika. Rakyat semakin terpuruk, sementara praktik pro-oligarki tetap berjalan,” kata Soenarko.

Kelompok ini juga menyoroti gugurnya seorang demonstran, Affan Kurniawan, yang mereka sebut akibat tindakan represif aparat.

Melalui pernyataan sikap itu, mereka mengajukan sepuluh tuntutan, di antaranya:

1. Pemulihan ekonomi rakyat dan stabilisasi harga kebutuhan pokok.

2. Pencopotan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan penggantinya dengan figur yang dianggap kredibel.

3. Perombakan kabinet dengan menyingkirkan menteri titipan Jokowi.

4. Pemrosesan hukum terhadap mantan Presiden Jokowi.

5. Pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

6. Reformasi Polri agar berada di bawah Kemendagri.

7. Penindakan hukum terhadap oligarki yang terlibat korupsi, pencucian uang, dan perampasan tanah.

8. Pemrosesan hukum kasus meninggalnya Affan Kurniawan.

9. Penuntasan kasus pelanggaran HAM, termasuk tragedi KM 50, Kanjuruhan, dan kematian ratusan petugas KPPS.

10. Penyelenggaraan pemerintahan yang dinilai mandiri, berdaulat, bebas oligarki, dan taat konstitusi.

Mereka juga menyerukan agar masyarakat bergabung dalam upaya yang disebut sebagai perjuangan konstitusional untuk mengambil kembali kedaulatan rakyat.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen
Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah
Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi
Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah
Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung
Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif
Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard
Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen

Rabu, 30 September 2026 - 21:07 WIB

Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 22:04 WIB

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi

Selasa, 29 September 2026 - 19:57 WIB

Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 11:40 WIB

Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung

Berita Terbaru