CBA Pertanyakan Mutasi Masal di RSUD Dr Koesma Tuban

Avatar photo

- Penulis

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto : RSUD Dr Koesma Tuban, Rabu (15/1/2026)

i

Keterangan foto : RSUD Dr Koesma Tuban, Rabu (15/1/2026)

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jawa Timur – Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi soroti rotasi dan mutasi besar-besaran puluhan perawat RSUD dr. R. Koesma Tuban ke sejumlah puskesmas yang baru saja dilakukan. Hal tersebut dinilai terkesan hanya memindahkan beban belanja pegawai dari RSUD ke Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Tuban.

“Rotasi pegawai harus berbasis kompetensi, integritas, dan rekam jejak kinerja, bukan atas dasar kedekatan atau kepentingan politik. Rotasi dan mutasi ini harus jadi momentum pembenahan birokrasi, bukan transaksi jabatan. Kalau hanya ganti posisi tanpa perubahan kinerja, publik akan menilai Kabupaten Tuvan gagal melakukan reformasi,” kata Direktur Eksekutif CBA Uchok Sky Khadafi, Rabu (15/1/2026)

Menurut Uchok, rotasi yang terjadi di RS Dr Koesma terkesan hanya memindahkan beban keuangan, bukan menyelesaikan masalah. Kata Uchok, jika yang dijadikan dalih efisiensi adalah kapasitas fiskal RSUD, maka yang semestinya diefisiensikan adalah belanja pegawai, bukan malah memangkas pegawai—yang sebenarnya masih dibutuhkan.

‘’Dengan bertambahnya layanan IPIT (Instalasi Perawatan Intensif Terpadu), semestinya kebutuhan perawat juga bertambah. Bukan malah dikurangi,’’ sebut Uchok.

Uchok juga meminta agar ratusan pejabat yang baru dilantik menunjukkan kinerja nyata, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan transparansi anggaran. Selain itu, kata Uchok pihak-pihak terkait yang melakukan rotasi besar-besaran di RSUD Dr Koesma Tuban harus memberikan penjelasan ke publik terkait kebijakannya tersebut.

“Jangan sampai rotasi ini hanya mengubah wajah, tapi tidak memperbaiki budaya kerja,” kata Budi.

Apakah kebutuhan tenaga kesehatan di tingkat puskesmas sebanyak itu? Sepertinya kok tidak,’’ tandasnya. Meski demikian, CBA berharap pelayanan di RSUD tetap berjalan baik , sehingga tidak merugikan pasien.

Untuk informasi yang dihimpin mutasi dan rotasi di RSUD Dr Koesma Tuban diperkirakan sekitar 60 orang lebih. Mereka rencananya akan dimutasi ke Puskesmas-puskesmas yang ada di wilayah Tuban.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen
Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah
Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi
Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah
Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung
Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif
Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard
Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen

Rabu, 30 September 2026 - 21:07 WIB

Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 22:04 WIB

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi

Selasa, 29 September 2026 - 19:57 WIB

Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 11:40 WIB

Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung

Berita Terbaru