Banjir Rendam Subang, PKB Serahkan Bantuan di Pesantren Al Kalam

Avatar photo

- Penulis

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq, mengunjungi lokasi bencana banjir di Desa Mulyasari.

i

Keterangan foto: Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq, mengunjungi lokasi bencana banjir di Desa Mulyasari.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co SUBANG – Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq, mengunjungi lokasi bencana banjir di Desa Mulyasari, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat, Kamis (29/1). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus memastikan penanganan darurat berjalan dengan baik.

Dalam kunjungan tersebut, KH Maman Imanulhaq didampingi oleh Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat (DSDD) BNPB Agus Riyanto beserta jajaran, juga tim dari BPBD Kabupaten Subang.

Sebagai bentuk respon cepat, dilakukan penyerahan bantuan kemanusiaan berupa sembako, matras, dan selimut. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di Pesantren Al Kalam Pamanukan yang diasuh oleh KH Ahmad Faqot, yang juga menjadi salah satu pusat penyaluran bantuan dan tempat pengungsian sementara warga terdampak.

Banjir yang melanda Desa Mulyasari telah menyebabkan aktivitas warga terganggu, sejumlah rumah terendam, serta memaksa sebagian warga mengungsi. Kiai Maman meninjau beberapa titik terdampak dan berdialog langsung dengan warga untuk mendengar keluhan serta kebutuhan mendesak di lapangan.

Dewan Syuro DPP PKB itu menyampaikan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam situasi bencana, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga pusat solidaritas sosial dan kemanusiaan. Menurutnya, kehadiran pesantren di tengah masyarakat menjadi penguat ketahanan sosial saat terjadi krisis.

“Negara harus hadir secara nyata saat rakyat tertimpa musibah. Bantuan ini mungkin tidak sepenuhnya menggantikan kerugian warga, tetapi ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama,” ujar KH Maman di sela-sela kegiatan.

Direktur DSDD BNPB Agus Riyanto menegaskan bahwa BNPB akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi serta mendukung langkah-langkah pemulihan pascabencana. BNPB juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana susulan.

“Kunjungan ini diharapkan dapat mempercepat penanganan bencana sekaligus menguatkan semangat gotong royong antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat,” kata Agus menambahkan.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen
Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah
Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi
Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah
Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung
Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif
Menjaga Samudra Tanpa Sekat: Redesign Kewenangan Bakamla dan Urgensi Single Agency Coast Guard
Mayjen TNI Pujo Widodo Apresiasi Keberpihakan Pemerintah kepada Petani
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Marwan Jafar PKB: Perluasan QRIS Harus Diiringi Penguatan Keamanan dan Perlindungan Konsumen

Rabu, 30 September 2026 - 21:07 WIB

Bank Banten Raih Penghargaan sebagai Popular Brand Kategori Jasa Keuangan Perbankan Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 22:04 WIB

Tanam Mangrove Tak Lagi Sekadar Aksi Hijau, Bali Dorong Blue Carbon Jadi Aset Ekonomi

Selasa, 29 September 2026 - 19:57 WIB

Komisi XI Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

Selasa, 29 September 2026 - 11:40 WIB

Surat dari Ternate: Lily Masita Tomasoa Memohon Keadilan kepada Jaksa Agung

Berita Terbaru