Anggota Komisi XIII DPR Kutuk Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 17 Maret 2026 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta – Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Rieke Diah Pitaloka menyorot tajam, kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM, Andrie Yunus. Aksi kekerasan terhadap Wakil Koordinator KontraS tersebut, dinilainya sebagai tindakan biadab dan keji.

Anggota Komisi XIII DPR RI ini pun mengingatkan, kekuatan hukum langit untuk pelaku kekerasan terhadap Andrie Yunus.

“Aksi kekerasan kalian biadab, kalau pun hukum positif tumpul, hukum langit pasti tiba,” kata Rieke dalam keterangan persnya, Senin (16/3/2026).

Di tengah tekanan geopolitik dan geoekonomi, ia mengingatkan, adanya potensi ‘pemain tak kasat mata’. Oknum tersebut, berupaya memantik kemarahan publik.

“Segitunya syahwat kekuasaan bekerja?. Kalau sampai tidak terungkap siapa dalang sesungguhnya, berarti ada titik-titik yang patut dipertanyakan ucapnya penuh keprihatinan,” ucap Rieke.

Di satu sisi, Rieke mengapresiasi, langkah Presiden Prabowo Subianto yang telah memberikan instruksi tegas kepada Polri. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diminta Presiden Prabowo, guna mengusut tuntas kasus penyiraman air keras tersebut.

“CCTV jelas, teknologi kepolisian juga sudah canggih, kita pegang janji itu, kita kawal bersama. Serangan terhadap pejuang HAM bukan sekadar tindak kriminal, melainkan ancaman terhadap demokrasi dan kemanusiaan,” ujar Rieke.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, pihaknya akan menjalankan instruksi Presiden secara profesional dan transparan. Yakni, dengan mengedepankan scientific crime investigation.

Sigit mengatakan, masyarakat dapat melaporkan informasi melalui posko pengaduan yang disediakan kepolisian. Informasi yang masuk nantinya akan didalami oleh tim penyidik.

Kapolri menjelaskan, kepolisian masih melakukan pendalaman awal atas peristiwa tersebut. Tim khusus di lapangan sedang menyisir petunjuk serta mengumpulkan berbagai informasi.

“Sekarang kami sedang mengumpulkan berbagai informasi dan akan mendalaminya satu per satu. Pendalaman dilakukan untuk memetakan konstruksi peristiwa penyerangan tersebut,” ucap Sigit kepada wartawan di Surabaya, Jawa Timur, Minggu, 15 Maret 2026.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

JAM INTEL dan KKP Bersinergi, Pastikan Pembangunan 1.000 Kampung Nelayan Bebas Hambatan
Dave Laksono: Hilirisasi Tembaga Kunci Kemandirian Industri Pertahanan
IYAC: Marak Kekerasan Seksual di Pesantren Ancam Kepercayaan Publik
Lelang Aset BPA Fair 2026, Kejagung Ungkap Kepercayaan Publik Semakin Kuat
Relawan Tim 8 Prabowo Siap Bersinergi dengan KSP Kawal Program MBG dan Kopdes
Dua Tahun Berturut, CBA Pertanyakan Duplikasi Anggaran Hama Kemenkes
Dukung Ketahanan Pangan, Logis 08 Ingatkan Danantara Jangan Terburu Investasi Peternakan
Tanpa Jaminan Hukum, Pekerja MBG Berhak Gugat Pemberi Kerja
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 20:32 WIB

JAM INTEL dan KKP Bersinergi, Pastikan Pembangunan 1.000 Kampung Nelayan Bebas Hambatan

Senin, 18 Mei 2026 - 18:36 WIB

Dave Laksono: Hilirisasi Tembaga Kunci Kemandirian Industri Pertahanan

Senin, 18 Mei 2026 - 18:22 WIB

IYAC: Marak Kekerasan Seksual di Pesantren Ancam Kepercayaan Publik

Senin, 18 Mei 2026 - 18:15 WIB

Lelang Aset BPA Fair 2026, Kejagung Ungkap Kepercayaan Publik Semakin Kuat

Senin, 18 Mei 2026 - 16:52 WIB

Relawan Tim 8 Prabowo Siap Bersinergi dengan KSP Kawal Program MBG dan Kopdes

Berita Terbaru