Dorong Sinergi BI, Pemerintah dan KSSK, Marwan Jafar PKB: Target Capai Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar, meminta Bank Indonesia (BI), Pemerintah, dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memperkuat sinergi kebijakan moneter, fiskal, dan sektor keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, koordinasi yang solid menjadi kunci agar target pertumbuhan ekonomi nasional tidak hanya menjadi optimisme di atas kertas.

Marwan menilai berbagai tantangan global menuntut respons kebijakan yang lebih terintegrasi. Tanpa sinergi yang kuat, berbagai agenda strategis seperti penguatan kebijakan moneter dan fiskal, peningkatan intermediasi perbankan, penguatan konsumsi, ekspor, investasi, hingga percepatan pertumbuhan ekonomi daerah akan sulit diwujudkan.

“Kami mendorong BI, Pemerintah, dan KSSK tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Sinergi harus benar-benar diwujudkan dalam kebijakan yang mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkualitas,” ujar Marwan di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Ia mengingatkan bahwa proyeksi ekonomi global masih penuh tantangan. Mengacu pada data World Economic Outlook (WEO) IMF, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 diperkirakan hanya mencapai 2,6 persen, sebelum meningkat menjadi 3,9 persen pada 2027. Sementara itu, BI masih memproyeksikan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,0–5,8 persen pada 2026, yang ditopang oleh konsumsi pemerintah serta ekspor barang dan jasa.

Legislator asal Dapil Jateng III ini juga meminta BI meningkatkan kebijakan intermediasi perbankan agar penyaluran kredit kepada dunia usaha semakin optimal. Menurutnya, masih besarnya undisbursed loan sekitar 22 persen dari total plafon kredit menunjukkan masih adanya ruang besar untuk meningkatkan pembiayaan sektor riil.

“Jangan sampai dana kredit hanya mengendap di perbankan. Kredit harus benar-benar mengalir ke sektor produktif, terutama UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Selain pertanian, pertambangan, dan konstruksi, pelaku usaha kecil juga harus memperoleh akses pembiayaan yang lebih besar,” katanya.

Marwan menambahkan, percepatan penyaluran kredit akan memperkuat implementasi Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) yang digagas BI. Karena itu, ia meminta BI menjelaskan capaian nyata berbagai program fasilitasi pembiayaan yang telah dijalankan.

“Kami ingin mengetahui sejauh mana realisasi program project expose, business matching, maupun Gerakan Korporasi Gandeng UMKM. Jangan sampai program-program tersebut hanya menjadi seremoni tanpa dampak nyata terhadap peningkatan akses pembiayaan UMKM,” ujarnya.

Penulis : MR

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Anton Suratto: KPI Wajib Gandeng Aparat Hukum, Berantas Eksploitasi Anak di Reality Show
Kejagung Diminta Perkuat Soliditas, Waspadai Manuver Internal di Tengah Polemik
LAK DKI Jakarta Buka Posko Pengaduan Konsumen Apartemen LRT City
Delapan Fraksi Komisi XI DPR Setujui RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia, Siap Dibawa ke Paripurna
FORMAPPI Nilai Pasal 50A UU P2SK Sarat Kontroversi, Berpotensi Ciptakan Kekebalan Hukum
BaraNusa Soroti Kontradiksi Hotman Paris: Dulu Atas Restu Presiden, Kini Justru Serang Kapolri
Tolong Pak Salim, Tokoh Banten Minta Komisi III DPR RI Hadir sebagai Penyelamat Keadilan
Biang Kerok Blackout Listrik Nasional, MataHukum: Seret PT OBP, PT RAP, dan PT BRA ke Penjara
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:45 WIB

Anton Suratto: KPI Wajib Gandeng Aparat Hukum, Berantas Eksploitasi Anak di Reality Show

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:16 WIB

Dorong Sinergi BI, Pemerintah dan KSSK, Marwan Jafar PKB: Target Capai Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Senin, 20 Juli 2026 - 21:00 WIB

Kejagung Diminta Perkuat Soliditas, Waspadai Manuver Internal di Tengah Polemik

Senin, 20 Juli 2026 - 13:37 WIB

LAK DKI Jakarta Buka Posko Pengaduan Konsumen Apartemen LRT City

Senin, 20 Juli 2026 - 13:18 WIB

Delapan Fraksi Komisi XI DPR Setujui RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia, Siap Dibawa ke Paripurna

Berita Terbaru