Terasmedia.co Jakarta – Ketua Solidaritas Muda Indonesia Timur (SMIT), Mesak Habari, menyampaikan keprihatinan sekaligus mengecam keras konflik yang terjadi di kawasan Matraman, Jakarta Pusat, yang telah memakan korban serta menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Menurut Mesak, konflik tersebut disertai dengan penyerangan oleh sekelompok warga terhadap tempat tinggal warga asal Maluku yang juga menjadi tempat usaha bagi anak-anak muda Maluku dalam mencari nafkah.
“Tindakan tersebut merupakan bentuk kekerasan yang tidak dapat dibenarkan dan harus diproses secara hukum tanpa pandang bulu,” ujar Mesak kepada Wartawan, Senin (27/7/2026).
Ia menegaskan, Gubernur DKI Jakarta dan Kapolda Metro Jaya harus bertanggung jawab penuh atas terjadinya konflik yang telah memakan korban. Sebagai pemegang tanggung jawab tertinggi di bidang pemerintahan daerah dan keamanan di DKI Jakarta, keduanya wajib memberikan penjelasan kepada publik mengenai langkah-langkah pencegahan yang telah dilakukan, penyebab terjadinya konflik, serta tindakan nyata untuk memulihkan situasi keamanan.
“Negara tidak boleh kalah oleh aksi kekerasan. Peristiwa ini sangat memprihatinkan dan menjadi alarm serius atas lemahnya upaya pencegahan konflik,” tegas Mesak.
Lebih lanjut, Mesak mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya untuk segera mengusut tuntas penyebab konflik secara transparan dan profesional. Ia juga meminta seluruh pelaku kekerasan ditindak sesuai hukum yang berlaku tanpa tebang pilih, serta memberikan perlindungan kepada seluruh warga yang terdampak, termasuk menjamin keamanan tempat tinggal dan tempat usaha masyarakat.
“Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi persatuan dalam keberagaman. Tidak boleh ada satu kelompok masyarakat pun yang hidup dalam ketakutan akibat tindakan kekerasan. Aparat penegak hukum harus bertindak cepat, profesional, dan adil demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap negara,” katanya.
Mesak, yang merupakan putra Maluku asal Halmahera Utara, juga mengimbau seluruh pihak agar mampu menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh kelompok-kelompok yang mencoba mencari keuntungan di tengah situasi konflik.
“Saya meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh kelompok-kelompok yang mencoba mencari keuntungan dari situasi konflik seperti ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, SMIT akan terus mengawal proses penanganan konflik tersebut hingga seluruh fakta terungkap, para pelaku diproses sesuai hukum, dan keadilan benar-benar dirasakan oleh seluruh korban tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun asal daerah.
“SMIT akan terus mengawal proses penanganan konflik ini hingga seluruh fakta terungkap, para pelaku diproses sesuai hukum, dan keadilan benar-benar dirasakan oleh seluruh korban tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun asal daerah,” tutup Mesak.











