Reses di Lebak, Arif Rahman Tampung Keluh Kesah Petani: Kekeringan dan Irigasi Jadi Prioritas ​

Avatar photo

- Penulis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai NasDem Daerah Pemilihan Banten I (Pandeglang dan Lebak), Arif Rahman, S.H.

i

Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai NasDem Daerah Pemilihan Banten I (Pandeglang dan Lebak), Arif Rahman, S.H.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Lebak – Ratusan warga tampak antusias memadati lokasi kegiatan reses di Lembur Sawah Pasir, RT 08 RW 10, Kelurahan Cijoro Pasir, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Sabtu (1/8/2026). Mereka datang membawa harapan sekaligus keluh kesah, bertemu langsung dengan Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai NasDem Daerah Pemilihan Banten I (Pandeglang dan Lebak), Arif Rahman, S.H.

Suara-suara keprihatinan paling banyak datang dari para petani. Kering kerontang lahan pertanian, saluran irigasi yang rusak, minimnya alat bantu tani, hingga kerugian akibat gagal panen karena kekeringan menjadi cerita yang menyentuh hati. Warga meminta perbaikan jaringan irigasi, pengadaan traktor dan pompa air, serta langkah nyata menghadapi dampak perubahan iklim yang membuat musim kemarau terasa semakin panjang.

Mendengar satu per satu curahan hati warga, Arif Rahman menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar rutinitas, melainkan wujud tanggung jawab konstitusional untuk menjembatani suara rakyat ke tingkat pusat.

“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Hari ini saya datang untuk mendengar langsung apa yang saudara-saudara butuhkan. Seluruh aspirasi ini akan saya bawa ke DPR RI dan saya perjuangkan sungguh-sungguh agar menjadi program yang nyata dirasakan manfaatnya,” ujar Arif dengan nada tegas namun penuh kehangatan, Sabtu (1/8/2026)

Ia menyadari bahwa persoalan air adalah nyawa bagi pertanian. Fenomena perubahan iklim membuat kekeringan meluas dan merugikan petani. Karena itu, DPR RI telah mendorong pemerintah menyusun langkah strategis: mulai dari pembangunan sumur pertanian, penyediaan pompa irigasi, hingga pembangunan jaringan perpipaan dari sumber air ke lahan sawah.

“Kami tidak membiarkan petani berjuang sendirian. Program irigasi pompa adalah solusi penting agar saat kemarau pun tanaman tetap mendapat asupan air,” jelasnya sembari meminta warga menunjukkan lokasi sumber air yang ada, agar rencana pembangunan nanti tepat sasaran.

Selain infrastruktur, Arif juga mendesak penguatan asuransi pertanian sebagai payung perlindungan jika gagal panen, serta pendataan lengkap kelompok tani. Tanpa data yang rapi, bantuan seperti pupuk bersubsidi dan alat mesin pertanian sulit disalurkan dengan tepat.

“Segera daftarkan kelompok tani melalui penyuluh atau Dinas Pertanian. Dengan data yang jelas, kebutuhan saudara akan tercatat dan diperjuangkan,” pesannya.

Kehadiran Arif Rahman disambut apresiasi mendalam dari unsur kelompok tani. Surayani, Ketua Kelompok Multitani Sukarendah, mengaku sangat tersentuh karena wakil rakyat benar-benar meluangkan waktu turun ke lapangan, bukan hanya hadir di ruangan ber-AC.

“Kami sangat berterima kasih dan merasa dihargai karena Bapak Arif Rahman mau datang mendengar keluh kesah kami secara langsung. Tidak banyak wakil rakyat yang benar-benar turun ke pelosok desa, bertemu petani, dan memahami betapa beratnya kami berjuang saat kekeringan melanda,” ujar Surayani dengan nada haru.

Ia berharap perhatian ini tidak berhenti di pertemuan semata. Kata Suryani, Bapak Arif Rahman benar-benar menjadi kepanjangan tangan sekaligus jembatan yang kokoh antara kami para petani dengan pemerintah pusat.

“Sampaikanlah bahwa kami butuh air, alat tani, kepastian pupuk, dan perlindungan saat gagal panen. Jangan sampai suara kami hilang di tengah jalan,” harapnya.

Menurut Surayani, perhatian nyata seperti ini memberi semangat baru bagi para petani. Kalau ada yang peduli dan berjuang untuk nasib kami, kami pun makin bersemangat mengolah tanah demi ketahanan pangan bangsa.

Di akhir pertemuan, Arif Rahman menegaskan komitmennya untuk terus mengawal setiap harapan warga Pandeglang maupun Lebak.

“Kesejahteraan petani dan ketahanan pangan wilayah ini adalah prioritas saya. Saya akan berjuang sampai aspirasi ini benar-benar menjadi kenyataan,” tandasnya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jerry Massie Pertanyakan Validitas Survei SMRC: Tingkat Kepuasan Prabowo 51,1 presen Dinilai Janggal
Kuasa Hukum Gabriel Ungkap Dugaan Rekayasa Administrasi dalam Sidang Praperadilan Kasus Gas Portable
Bahas AMDAL di Jakarta, PT Feni Haltim Berisiko Terjerat Hukum
SMIT Soroti Pernyataan Natalius Pigai, Sebut Negara Gagal Cegah Stigma terhadap Masyarakat Indonesia Timur
Ketua Umum SGMI Dukung Presiden Prabowo Bersihkan Kabinet dan Berantas Korupsi hingga ke Akar
Sidang Gabriel: Pacar Bersaksi, Ia Baru Tahu Dilarang Setelah Ditangkap ​
Tim Penulis Kemenko Polkam Terbitkan Kajian Indonesia Coast Guard
LMND Luncurkan Manifesto Arah Juang: Politik Redistribusi Lawan Ketimpangan dan Oligarki
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:05 WIB

Reses di Lebak, Arif Rahman Tampung Keluh Kesah Petani: Kekeringan dan Irigasi Jadi Prioritas ​

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Jerry Massie Pertanyakan Validitas Survei SMRC: Tingkat Kepuasan Prabowo 51,1 presen Dinilai Janggal

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:05 WIB

Kuasa Hukum Gabriel Ungkap Dugaan Rekayasa Administrasi dalam Sidang Praperadilan Kasus Gas Portable

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:33 WIB

Bahas AMDAL di Jakarta, PT Feni Haltim Berisiko Terjerat Hukum

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:44 WIB

SMIT Soroti Pernyataan Natalius Pigai, Sebut Negara Gagal Cegah Stigma terhadap Masyarakat Indonesia Timur

Berita Terbaru