Bersholawat di Muktamar NU ke‑35, Camelia Panduwinata Hadir Bersama Seribu Rebana Jombang

Avatar photo

- Penulis

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal Kerapatan Tanah Air Indonesia (KITA), Camellia Panduwinata atau yang akrab disapa Camelia Petir

i

Sekretaris Jenderal Kerapatan Tanah Air Indonesia (KITA), Camellia Panduwinata atau yang akrab disapa Camelia Petir

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jombang – Suasana damai dan semangat keagamaan akan kian terasa meriah! Penyanyi sekaligus tokoh publik ternama Camellia Panduwinata Lubis, yang lebih dikenal masyarakat luas dengan nama panggung Camel Petir, dijadwalkan hadir dan akan membawakan rangkaian lagu religi serta sholawat dalam rangkaian acara Muktamar Nahdlatul Ulama ke‑35. Penampilan spesial ini digelar di lingkungan Pondok Pesantren Al‑Amanah II Bahrul Ulum Tambakberas, tepatnya di kawasan Krapak, Desa Mojokkrapak, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Jombang, pada Jumat 28 Agustus 2026.

Acara bertajuk “Muktamar NU ke‑35 Bersholawat Bersama Seribu Rebana Kabupaten Jombang” ini menjadi salah satu rangkaian pembuka dan pengisi kemeriahan Muktamar tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Camel Petir diundang secara khusus untuk tampil bersanding dengan Seribu Rebana Jombang, kelompok seni rebana terbesar dan kebanggaan masyarakat setempat serta dihadiri langsung tokoh‑tokoh besar dan ulama terkemuka.

Di antara tokoh‑tokoh yang dipastikan hadir dan memeriahkan suasana adalah:

KH Abdurrozaq Sholeh – Ketua Yayasan PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang

KH Nurhadi (Mbah Bolong) – Pengasuh Seribu Rebana yang sangat dihormati masyarakat Jombang

Cak Sodiq Seniman – tokoh seni dan budaya yang juga turut meramaikan acara

Kegiatan ini sendiri akan dilaksanakan di lokasi Bazaar dan Expo Muktamar NU ke‑35, Kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai atau masuk waktu Isya/Bada Isya.

Menghadiri acara bersejarah ini, Camel Petir menyampaikan kebahagiaan dan kehormatannya.

“Saya merasa sangat terhormat dan bahagia sekali bisa diundang hadir ke tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama, apalagi di Muktamar yang begitu bersejarah ini dan bertempat di Bahrul Ulum, Jombang tanah kelahiran dan pusat perjuangan para pendiri bangsa serta ulama besar kita,” ungkap Camellia Panduwinata Lubis, Minggu (23/8/2026)

Ia juga berjanji akan membawakan lagu‑lagu yang menyentuh hati, penuh makna kerohanian, persaudaraan, serta kecintaan kepada bangsa dan tanah air.

“Insya‑Allah saya akan menyanyikan sholawat, lagu‑lagu religi, serta karya‑karya yang mengajak kita semua mempererat persaudaraan, menjaga persatuan, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW. Semoga kehadiran saya bisa menambah sukacita dan menjadi sarana berkah bagi kita semua,” ucapnya.

Kehadiran Camel Petir dalam acara ini menjadi bukti nyata bahwa seni, budaya, dakwah, dan kebangsaan dapat bersatu dalam harmoni yang indah. Bersama ribuan penabuh rebana dari Seribu Rebana Jombang, penampilan ini diharapkan menjadi momen yang tak terlupakan menggetarkan hati, meluapkan rasa cinta kepada Nabi dan agama, sekaligus memperkuat semangat persatuan umat serta bangsa Indonesia.

Panitia penyelenggara menyambut baik dan sangat mengapresiasi kesediaan Camellia Panduwinata Lubis atau Camel Petir untuk hadir dan tampil. Kehadirannya diyakini akan semakin memeriahkan suasana Muktamar NU ke‑35 yang mengusung tema besar: “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa”.

Masyarakat luas, tokoh masyarakat, ulama, kiai, santri, dan seluruh elemen bangsa diundang untuk hadir bersama, berdoa, bersholawat, dan merayakan persaudaraan dalam kemeriahan yang akan mewarnai langkah besar Nahdlatul Ulama memasuki abad kedua perjalanannya.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

CBA Desak OJK Panggil Bos BCA, Usut Dana Nasabah Rp2,58 Miliar yang Diduga Raib
PW Fatayat NU Banten Raih Juara 2 Ganda Putra Kejuaraan Bulu Tangkis Antar-OKP se-Indonesia
Menuju Muktamar NU, Gus Rozin Dorong Tiga Agenda Strategis: Persatuan, Kemandirian, dan Masyarakat Sipil
Siap Jadi Pemimpin Masa Depan, Duet Tiyo-Dhana: Perubahan Harus Dimulai dari Mindset
Inovasi Jangan Mati Karena Amukan, Musuh Kita Adalah Korupsi
Muktamar ke-35 Jadi Landasan NU 2050, Gus Yahya: Modernisasi Tanpa Tinggalkan Tradisi
Komisi II DPR RI Beri Waktu 30 Hari ke ATR/BPN Tuntaskan Konflik Lahan Legok Tangerang
Tanpa Tunggu Pejabat dan Anggota DPR, Masyarakat Mekarsari Bangun Jembatan Lewat Swadaya
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Bersholawat di Muktamar NU ke‑35, Camelia Panduwinata Hadir Bersama Seribu Rebana Jombang

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:31 WIB

PW Fatayat NU Banten Raih Juara 2 Ganda Putra Kejuaraan Bulu Tangkis Antar-OKP se-Indonesia

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:42 WIB

Menuju Muktamar NU, Gus Rozin Dorong Tiga Agenda Strategis: Persatuan, Kemandirian, dan Masyarakat Sipil

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:31 WIB

Siap Jadi Pemimpin Masa Depan, Duet Tiyo-Dhana: Perubahan Harus Dimulai dari Mindset

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:36 WIB

Inovasi Jangan Mati Karena Amukan, Musuh Kita Adalah Korupsi

Berita Terbaru

Foto: Kejagung RI

Hukum dan Kriminal

CBA Desak Kejagung Selidiki Dugaan Penyimpangan Keuangan PT HSB Berau

Selasa, 25 Agu 2026 - 00:35 WIB

Keterangan foto : Ucok Sky Kadafi, Kamis (10/10/2024)

Hukum dan Kriminal

CBA Soroti OJK, Dinilai Lamban Tangani Sengketa BCA dan Keluhan Nasabah

Senin, 24 Agu 2026 - 23:59 WIB