Gus Rozin Terima Kalungan Sorban dari Sesepuh Bani Syaikhona Kholil

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ikuti kami di Google News

BANGKALAN – Momen penuh makna terjadi di sela-sela silaturahmi KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin bersama jajaran pengurus Nahdlatul Ulama (NU) se-Madura di Bangkalan, Ahad (23/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Gus Rozin mendapat pengalungan sorban yang dikaitkan dengan Syaikhona Kholil bin Abdul Latif Bangkalan. Sorban itu dikalungkan langsung oleh KH Muhammad Faisol Anwar, salah satu sesepuh Bani Syaikhona Kholil Bangkalan yang juga Rais Syuriyah PCNU Bangkalan.

Syaikhona Kholil bin Abdul Latif Bangkalan merupakan salah satu ulama besar yang memiliki posisi penting dalam sejarah perkembangan Islam dan tradisi keilmuan di Nusantara. Jejak keilmuan serta jaringan pesantrennya juga memiliki hubungan erat dengan sejarah perkembangan Nahdlatul Ulama.

Karena itu, pengalungan sorban tersebut memiliki makna simbolik tersendiri dalam pertemuan yang berlangsung menjelang Muktamar ke-35 NU.

Dari Tanah Syaikhona Kholil

Dalam prosesi pengalungan sorban, Gus Rozin menundukkan kepala di hadapan KH Muhammad Faisol Anwar yang berdiri sambil memegang sorban berwarna hijau dengan corak keemasan.

Perlahan, sorban tersebut dikalungkan ke pundak Gus Rozin.

“Nggih, nggih. Bismillah… Alhamdulillah,” ucap KH Faisol singkat.

Momen tersebut berlangsung saat Gus Rozin sowan kepada KH Faisol Anwar di Bangkalan. KH Faisol merupakan cicit Syaikhona Kholil Bangkalan sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al Kholiliyah An Nuroniyah. Ia juga dikenal sebagai salah satu sesepuh Bani Syaikhona Kholil serta Rais Syuriyah PCNU Bangkalan.

Sebelumnya, Gus Rozin duduk bersila di atas karpet menghadap KH Faisol yang duduk di sofa. Sebuah meja kecil berada di antara keduanya. Beberapa orang turut mendampingi, sementara percakapan berlangsung dalam suasana dekat dan sederhana.

Setelah berbincang, Gus Rozin kemudian diajak menuju sebuah ruangan yang menyimpan sejumlah benda bersejarah. Di ruangan itulah pengalungan sorban berlangsung.

Selepas pengalungan sorban, KH Faisol mengajak Gus Rozin melihat sebuah peti kayu tua yang tersimpan di ruangan tersebut. Benda yang menyerupai koper tempo dulu itu kemudian dijelaskan oleh KH Faisol.

“Koper, koper biyen niki,” tutur KH Faisol. (Koper, ini koper zaman dulu).

Gus Rozin mendekat dan memperhatikan bagian-bagian koper yang ditunjukkan. Pada bagian luar koper terdapat sebuah tulisan.

“Ada tulisan H. Khalil,” ujar salah seorang yang hadir.

“Nggih, K.H. Khalil,” jawab KH Faisol.

Pembicaraan kemudian beralih pada riwayat koper tersebut dan kaitannya dengan perjalanan ke Makkah pada masa lalu. Mengenai kapan tepatnya koper itu digunakan, KH Faisol mengatakan tidak terdapat keterangan yang dapat memastikan tahunnya.

“Waktu teng Makkah tahun pinten kirang-kirang, mboten wonten keterangan,” tuturnya. (Waktu di Makkah kira-kira tahun berapa, tidak ada keterangannya).

Gus Rozin lebih banyak menyimak. Pandangannya mengikuti bagian-bagian koper yang ditunjukkan KH Faisol, sementara sejumlah orang yang mendampingi sesekali ikut dalam percakapan.

Tidak ada pidato dalam pertemuan tersebut. Sowan berlangsung melalui percakapan ringan, cerita tentang benda-benda lama, serta pengalungan sorban. Gus Rozin datang, duduk bersila, dan mendengarkan cerita yang masih tersimpan di lingkungan keluarga Syaikhona Kholil Bangkalan.

Sowan kepada KH Faisol dilakukan Gus Rozin setelah bertemu dan berdialog dengan jajaran PCNU se-Madura di Bangkalan. Pertemuan dengan para pengurus NU tersebut merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi Gus Rozin untuk mendengar pandangan mengenai kondisi dan masa depan Nahdlatul Ulama.

Setelah forum bersama pengurus NU se-Madura selesai, perjalanan dilanjutkan dengan sowan kepada salah satu sesepuh Bani Syaikhona Kholil, KH Muhammad Faisol Anwar. Dalam suasana sederhana dan penuh penghormatan itulah berlangsung pengalungan sorban yang menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian silaturahmi tersebut.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

CBA Desak OJK Panggil Bos BCA, Usut Dana Nasabah Rp2,58 Miliar yang Diduga Raib
Bersholawat di Muktamar NU ke‑35, Camelia Panduwinata Hadir Bersama Seribu Rebana Jombang
PW Fatayat NU Banten Raih Juara 2 Ganda Putra Kejuaraan Bulu Tangkis Antar-OKP se-Indonesia
Menuju Muktamar NU, Gus Rozin Dorong Tiga Agenda Strategis: Persatuan, Kemandirian, dan Masyarakat Sipil
Siap Jadi Pemimpin Masa Depan, Duet Tiyo-Dhana: Perubahan Harus Dimulai dari Mindset
Inovasi Jangan Mati Karena Amukan, Musuh Kita Adalah Korupsi
Muktamar ke-35 Jadi Landasan NU 2050, Gus Yahya: Modernisasi Tanpa Tinggalkan Tradisi
Komisi II DPR RI Beri Waktu 30 Hari ke ATR/BPN Tuntaskan Konflik Lahan Legok Tangerang
Berita ini 4 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:58 WIB

Gus Rozin Terima Kalungan Sorban dari Sesepuh Bani Syaikhona Kholil

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:03 WIB

CBA Desak OJK Panggil Bos BCA, Usut Dana Nasabah Rp2,58 Miliar yang Diduga Raib

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:54 WIB

Bersholawat di Muktamar NU ke‑35, Camelia Panduwinata Hadir Bersama Seribu Rebana Jombang

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:31 WIB

PW Fatayat NU Banten Raih Juara 2 Ganda Putra Kejuaraan Bulu Tangkis Antar-OKP se-Indonesia

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:42 WIB

Menuju Muktamar NU, Gus Rozin Dorong Tiga Agenda Strategis: Persatuan, Kemandirian, dan Masyarakat Sipil

Berita Terbaru

Foto: Kejagung RI

Hukum dan Kriminal

CBA Desak Kejagung Selidiki Dugaan Penyimpangan Keuangan PT HSB Berau

Selasa, 25 Agu 2026 - 00:35 WIB

Keterangan foto : Ucok Sky Kadafi, Kamis (10/10/2024)

Hukum dan Kriminal

CBA Soroti OJK, Dinilai Lamban Tangani Sengketa BCA dan Keluhan Nasabah

Senin, 24 Agu 2026 - 23:59 WIB