Calon Terkuat yang Bisa Tumbangkan Dinasti Banten, Ini Profilnya

Avatar photo

- Penulis

Senin, 24 Juni 2024 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Ketua DPRD Provinsi Banten dan Calon Gubernur Banten Kader Prabowo Subianto.

i

Keterangan Foto: Ketua DPRD Provinsi Banten dan Calon Gubernur Banten Kader Prabowo Subianto.

Ikuti kami di Google News

Banten – Andra Soni (lahir 12 Agustus 1976) adalah seorang pengusaha dan politikus Indonesia. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Banten sejak 2019. Seorang kader Partai Gerakan Indonesia Raya, Andara saat ini memegang posisi Sekretaris DPD Gerindra Provinsi Banten bersama dengan Desmond Junaidi Mahesa yang menjadi ketuanya.

Andra mengaku memiliki perjalanan hidup yang teramat berat. Ia lahir di Payakumbuh 12 Agustus 1976 pada keluarga kurang beruntung secara ekonomi. Orangtuanya seorang petani desa dengan penghasilan yang hanya cukup untuk membeli makan keluarga.

Pada suatu waktu, uang yang dihasilkan orangtua dari bertani tak lagi mencukupi keluarga. Sehingga, orangtua Andra memutuskan merantau ke Pekanbaru, Provinsi Riau menjadi seorang kuli bangunan. Andra yang saat itu masih berusia balita ikut dibawa.

Karena penghasilan kuli bangunan tak juga cukup menghidupi keluarga, orangtua Andra memutuskan menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia menjadi buruh tani di kebun sawit. Keputusan ini teramat berisiko diambil, karena orangtua Andra berangkat secara ilegal dan harus secara diam-diam berangkat.

Perjalanan ke Negeri Jiran pun ditempuh dengan menyeberangi Selat Malaka. Sebuah perjalanan yang dikenang Andra sebagai pengalaman antara hidup dan mati. Di Malaysia, meski berstatus ilegal pemerintah setempat tetap memberikan kesempatan kepada anak TKI untuk mengenyam pendidikan.

Andra termasuk salah satu yang masuk ke sekolah setara Sekolah Dasar (SD). Setelah tamat SD, Andra tak bisa melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) akibat terbentur kelengkapan dokumen. Andra kemudian pulang ke Indonesia untuk ikut bersama kakaknya di Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang.

Tinggal bersama kakaknya membuat Andra berani masuk ke salah satu SMP. Andra yang memang keturunan keluarga tak berada menjalani masa sekolah secara pas-pasan. Ongkos dan uang jajan seadanya. Bahkan, saking pas-pasannya, suatu waktu Andra pernah kehabisan ongkos dan terpaksa menginap di kediaman sejawatnya akibat tak bisa pulang. ”Fase saya sekolah saya tinggal bersama kakak saya, tapi saya enggak sekolah di Ciledug saya sekolah di Jakarta, berarti dari Ciledug berangkatnya,” katanya.

Meski pedih, anak kelima dari enam bersaudara ini mengaku beruntung karena kejadian itu titik awal terjadi perubahan besar dalam hidupnya. Akibat sering kehabisan ongkos dan sering menginap, pemilik rumah menawarkan Andra untuk menetap. ”Penyebab saya enggak bisa pulang itu kehabisan ongkos, ditawarin nginep. Namanya ditawarin nginep mau. Kamarnya ada, kasurnya, sarapannya,” ujarnya.

Pemilik rumah adalah Raden Muhidin Wiranata Kusuma, putra dari Raden Aria Adipati Wiranata Kusuma, Menteri Dalam Negeri Indonesia pertama. ”Itu bapak angkat saya. Dia yang melanjutkan saya sekolah sampai saya lulus SMA,” tuturnya.

Lulus SMA tak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, biaya lagi-lagi menjadi penghambatnya. Namun Andra tak menyerah. Dia memutuskan bekerja pada perusahaan di Jakarta. Gaji yang diterimanya dikumpulkan dan akhirnya bisa mendaftar kuliah di STIE Bakti Pembangunan program Diploma III. ”Saya bayar sambil nyicil,” katanya.

Usahanya membiayai kuliah dengan bekerja tak berjalan mulus. Proyek yang digarap perusahaan tempatnya bekerja harus terhenti akibat krisis moneter. Dalam perjalanannya, Andra berpikir mengembangkan usaha sendiri. Andra kemudian pindah ke perusahaan lain. Tugasnya sebagai pengantar surat. ”Di situ saya bekerja lagi, saya dapat uang lagi. Tapi saya pindah (kelas) malam,” ucapnya.

Kesibukannya sebagai tukang antar surat, membuat Andra tak bisa full mengerjakan tugas kuliah. Bahkan ada mata kuliah yang tidak lulus sampai tiga kali. ”Mata kuliah itu keahlian saya, manajemen pemasaran,” ujarnya.

Sementara itu, di tempat bekerjanya karier Andra terus meningkat sampai pada posisi manajer. Di tengah perjalannya, Andra berpikir membangun perusahaan sendiri. Bermodalkan nekat niat itu diwujudkan dengan membangun perusahaan ekspedisi. Perlahan tapi pasti, jerih payah Andra membuahkan hasil. Perusahaan yang dibangunnya telah memiliki perwakilan di sejumlah negara.

Dengan kondisi ekonomi yang dirasa cukup, pada Pemilu 2014 Andra memutuskan terjun ke dunia politik menjadi calon anggota legislatif dari Partai Gerindra. Dalam pertarungan itu, Andra berhasil lolos dengan perolehan suara yang cukup memuaskan. Di tengah perjalanannya sebagai wakil rakyat, Partai Gerindra mengangkat sebagai Sekretaris DPD Gerindra Banten mendampingi Desmond J Mahesa.

Berharap mengulang kesuksesan, Andra kembali maju di Pemilu 2019 melalui partai yang sama. Kata Andra, keberuntungan kembali berpihak padanya sehingga ia terpilih kembali. Dengan berbagai pertimbangan, partai tempatnya bernaung kemudian merekomendasikan menjadi Ketua DPRD Provinsi Banten.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jalin Sinergi dengan PCNU, PKB Lebak Dorong Pembangunan yang Berpihak pada Rakyat
Anton Suratto Perbaiki Jembatan Gantung dan Tanam Pohon
48 Menteri, 58 Wamen, Kinerja Kabinet Prabowo Disorot
TB Hasanuddin Soroti Hibah Kapal Induk Italia, Minta Pemerintah Libatkan DPR Sejak Awal dan Hitung Beban Anggaran TNI
Apresiasi Kemnaker, Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Ingatkan Serapan Magang Masih 30 Persen
Yahya Zaini Pertanyakan Serapan Anggaran hingga Ribuan Temuan di Kementerian Kesehatan
FORMAPPI: UU P2SK Diduga Melemahkan Pemberantasan Korupsi
Golkar Sorong Selatan Siap Gelar Musda VI, Konsolidasi Menuju Pemilu 2029
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Jalin Sinergi dengan PCNU, PKB Lebak Dorong Pembangunan yang Berpihak pada Rakyat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Anton Suratto Perbaiki Jembatan Gantung dan Tanam Pohon

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:36 WIB

48 Menteri, 58 Wamen, Kinerja Kabinet Prabowo Disorot

Senin, 20 Juli 2026 - 20:04 WIB

TB Hasanuddin Soroti Hibah Kapal Induk Italia, Minta Pemerintah Libatkan DPR Sejak Awal dan Hitung Beban Anggaran TNI

Senin, 20 Juli 2026 - 19:30 WIB

Apresiasi Kemnaker, Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Ingatkan Serapan Magang Masih 30 Persen

Berita Terbaru

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso

Hukum dan Kriminal

IPW: Penanganan Perkara Notaris Lily Penuh Dugaan Pelanggaran Prosedur

Senin, 17 Agu 2026 - 13:10 WIB