Kepemimpinan Bahlil Digugat, Munaslub Golkar Jadi Desakan Publik

Avatar photo

- Penulis

Senin, 4 Agustus 2025 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Komentar warga di media sosial Facebook terkait isu munaslub Partai Golkar.

i

Foto Komentar warga di media sosial Facebook terkait isu munaslub Partai Golkar.

Ikuti kami di Google News

Terasmedia.co Jakarta — Isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar kembali mencuat usai akun Facebook Suaradotcom memuat pernyataan Sekretaris Partai Golkar DKI Jakarta yang menyebut isu Munaslub hanyalah “isu murahan yang dihembuskan pihak yang tidak ingin Golkar solid dan besar.”

Namun pernyataan tersebut justru memicu gelombang kritik dari masyarakat di media sosial. Sejumlah akun Facebook secara terang-terangan menyuarakan ketidakpuasan terhadap kepemimpinan Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Umum Partai Golkar, 4 Agustus 2025.

Akun Sulardi Hadiwiyoto menyebut bahwa Golkar saat ini “sengaja dihancurkan.” Komentar itu ditanggapi oleh akun Daeng Sirate yang menyinggung praktik politik dinasti di daerah, khususnya di Sulawesi Selatan, serta menyentil kedekatan elite politik lokal dengan pusat.

“Dinasti JKW sudah menular ke daerah. Contohnya Sulsel: Gubernur A. Amran Sulaiman dan Bupati Bone A. Asman Sulaiman, adik dari mantan Mentan. Lobi-lobi ke DPP dan Ketum partai jadi kunci utama. Kandidat kuat disingkirkan sebelum finalisasi,” tulis Daeng.

Dia juga menyebut bahwa sebagai menteri dua periode, posisi Amran sulit disentuh bahkan oleh Presiden terpilih Prabowo, mengingat loyalitasnya dalam membela pemerintah di isu kontroversial seperti Food Estate Kalteng.

Akun Arwiee menyebut bahwa Golkar kini hanya menjadi “boneka Jokowi.

Sentimen serupa disuarakan oleh akun Make Make Loro, yang menuduh Daeng Sirate sebagai bagian dari sistem “oplosan mafia Orba” yang tetap eksis hingga sekarang, bahkan diwariskan ke generasi selanjutnya dalam bentuk kekuasaan ekonomi dan politik. Bahlil Disebut Ketua Umum Karbitan, Desakan Munaslub Meningkat

Akun Dany We mengatakan bahwa Koalisi Indonesia Maju Plus (KIMPLUS) harus dibubarkan karena dianggap sebagai kendaraan politik yang hanya memperkuat cawe-cawe Presiden Jokowi.

“Golkar bergejolak sejak Bahlil dicarbitkan jadi Ketum. Buah karbitan biasanya cepat busuk. Ini hukum alam,” tulisnya.

Akun Dagelan berharap Munaslub segera terjadi karena menganggap kepemimpinan Bahlil sebagai “titipan politik” yang tidak memberikan kontribusi terhadap pemerintahan. Sementara itu, Ali Iwan menulis bahwa tokoh seperti Bahlil hanya menggerogoti negara dan membuat rakyat semakin sengsara. Golkar Dinilai Kehilangan Jati Diri

Akun Yusniandi dan Sahala Juang Pasaribu menyatakan bahwa Golkar perlu kembali ke identitas aslinya sebagai partai besar seperti era kepemimpinan Soeharto. Mereka menyebut Bahlil sebagai Ketua Umum “karbitan” yang tak layak memimpin partai sebesar Golkar.

Sementara akun Nana Rusmana menyindir keras kualitas kader Golkar dengan menyebut, “Golkar nggak punya kader mumpuni, sekelas Bahlil aja bisa jadi Ketum. Maaf, yang bagus dikit kek…”

Gelombang Ketidakpuasan Menguat, Ratusan komentar senada membanjiri kolom media sosial, menunjukkan ketidakpuasan masyarakat terhadap Bahlil Lahadalia, baik dalam kapasitasnya sebagai Menteri ESDM maupun Ketua Umum Golkar. Dugaan kedekatannya dengan tokoh kuat seperti Mulyono juga menjadi sorotan, memperkuat persepsi publik tentang adanya intervensi kekuasaan dalam struktur partai.

Partai Golkar saat ini tengah menghadapi tantangan serius dalam menjaga soliditas internal. Desakan untuk menggelar Munaslub menjadi indikator bahwa suara akar rumput mulai kehilangan kepercayaan terhadap pimpinan tertinggi partai.

Walopun ketua umum golkar Bahllil Lahadalia sudah menepis isu munaslub namun masih ramai di bicarakan di akar rumput dan atas masifnya kritik di media sosial.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Jalin Sinergi dengan PCNU, PKB Lebak Dorong Pembangunan yang Berpihak pada Rakyat
Anton Suratto Perbaiki Jembatan Gantung dan Tanam Pohon
48 Menteri, 58 Wamen, Kinerja Kabinet Prabowo Disorot
TB Hasanuddin Soroti Hibah Kapal Induk Italia, Minta Pemerintah Libatkan DPR Sejak Awal dan Hitung Beban Anggaran TNI
Apresiasi Kemnaker, Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Ingatkan Serapan Magang Masih 30 Persen
Yahya Zaini Pertanyakan Serapan Anggaran hingga Ribuan Temuan di Kementerian Kesehatan
FORMAPPI: UU P2SK Diduga Melemahkan Pemberantasan Korupsi
Golkar Sorong Selatan Siap Gelar Musda VI, Konsolidasi Menuju Pemilu 2029
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 17:57 WIB

Jalin Sinergi dengan PCNU, PKB Lebak Dorong Pembangunan yang Berpihak pada Rakyat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:42 WIB

Anton Suratto Perbaiki Jembatan Gantung dan Tanam Pohon

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:36 WIB

48 Menteri, 58 Wamen, Kinerja Kabinet Prabowo Disorot

Senin, 20 Juli 2026 - 20:04 WIB

TB Hasanuddin Soroti Hibah Kapal Induk Italia, Minta Pemerintah Libatkan DPR Sejak Awal dan Hitung Beban Anggaran TNI

Senin, 20 Juli 2026 - 19:30 WIB

Apresiasi Kemnaker, Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Ingatkan Serapan Magang Masih 30 Persen

Berita Terbaru